
Setelah Santi mendengar ucapan Petra itu, Santi pun sedikit tersentak dan langsung menggunakan baju yang di berikan Petra dengan terburu-buru.
"bi... bisakah kau memotong tali di kaki ku? ini sulit untuk ku buka." ucap Santi dengan nada suara yang terdengar ragu namun terkesan memohon.
Mendengar permintaan Santi, Petra pun segera mendekati Santi dan memotong tali yang mengikat kaki Santi. sesudah itu Santi pun segera memakai celana-nya.
"terimakasih." ucap Santi dengan suara lirih.
Petra yang mendengar ucapan terimakasih itu hanya diam dan mengangguk sekali.
kemudian Petra langsung menghadap ke sebuah jendela yang ada di kamar itu.
"polisi akan segera tiba." ucap Petra dengan tenang
"eh?..." Santi sedikit terkejut dan bingung.
"hmm.... untuk sekarang sebaik-nya kau tak membersihkan tubuh-mu dulu agar kepolisian bisa menemukan sidik jari pelaku pada tubuh-mu.... itu pun jika dia menyentuh-mu." ucap Petra sambil menoleh pada Santi tanpa memutar tubuh-nya.
"baiklah...." jawab Santi dengan patuh.
"oh iya, berikan ini pada polisi!" ucap Petra sambil menyodorkan sebuah kamera mini yang terpasang di samping kaca hitam penutup mata-nya. "di dalam kamera ini ada 'SD card' dan isi SD card itu adalah video saat aku menerobos ke tempat ini untuk menyelamatkan mu.... akan tetapi, jika kau malu menunjuk-kan video yang menunjuk-kan diri mu di kamar ini, maka berikan ini jika polisi ragu dengan pengaduan-mu..... yah, tapi aku yakin polisi akan percaya pada-mu ketika mereka menemukan sidik jari pelaku pada tubuh, atau pakaian-mu." jelas Petra panjang lebar.
"iya..." jawab Santi sambil mengangguk patuh.
Tak lama setelah itu, terdengar suara mobil polisi di luar rumah.
mendengar mobil polisi yang datang itu, Petra pun segera menelpon tim-nya.
"apa unit A15 sudah selesai di modifikasi ulang?" tanya Petra.
[iya tuan.... unit A15 baru saja selesai di modifikasi ulang.] jawab seorang wanita melalui telepon.
"rupa-nya kalian cepat juga.... sekarang segera kirim unit A15 itu ke lokasi ku." ucap Petra memuji dan kemudian memberi perintah.
[baiklah.] jawab wanita itu dengan cepat.
Sementara itu, di lantai bawah saat ini, tepat-nya di depan rumah. para polisi yang melihat pintu rumah yang terbuka lebar langsung masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
di ruang tengah rumah itu mereka melihat dua pria yang sudah pingsan serta ruangan yang berantakan. dua pria yang pingsan itu adalah Sedi dan Rimo yang sudah di kalahkan oleh Petra.
melihat hal itu, kepolisian pun langsung bergerak menyusuri rumah karena mereka merasa bahwa benar-benar ada tindak kejahatan di rumah ini.
Tak lama setelah itu, ada dua orang anggota polisi yang berhasil sampai di kamar tempat Santi di ikat.
kedua polisi itu menemukan Santi dan Petra di kamar itu.
Santi yang tadi-nya masih duduk di atas kasur langsung berdiri dan menatap para polisi itu.
Sementara itu, dua polisi yang masuk ke kamar itu langsung menghubungi anggota polisi lain-nya sambil menodongkan pistol ke arah Petra.
Melihat Petra yang di todong menggunakan pistol, Santi pun langsung menghentikan polisi itu.
"tunggu dulu! dia adalah penyelamat-ku! kalian salah paham!" ucap Santi dengan tegas sambil berdiri di depan Petra untuk menghalangi todongan polisi pada Petra.
"yang ia katakan itu benar, akulah yang menghubungi kalian, dan aku sendiri terpaksa menerobos karena jika menunggu kalian maka semua-nya akan terlambat, dan gadis ini akan di nodai oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab itu." jelas Petra dengan tenang. lanjut-nya, "kalian pasti sudah bertemu dengan kedua pelaku-nya di ruang tengah tadi, sebaik-nya kalian segera menahan mereka dan memeriksa-nya."
"baiklah kalau begitu." ucap polisi sambil menurunkan pistol-nya. lanjut-nya, "untuk sekarang sebaik-nya kalian berdua juga ikut ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut."
Baru saja polisi berkata seperti itu, tiba-tiba ponsel Petra langsung berbunyi. lalu dengan santai Petra berjalan mendekati jendela kamar itu.
"oh.... ini hanya bunyi ponsel-ku.... bunyi ini menandakan bahwa peralatan-ku sudah dekat." jawab Petra dengan santai.
"peralatan?" tanya salah satu polisi. sementara Santi dan satu polisi lagi hanya menatap dengan ekspresi penuh tanya.
Baru saja polisi bertanya, tiba-tiba peralatan milik Petra langsung menabrak jendela. dan dalam waktu kurang dari 15 detik unit A15 sudah terpasang dan siap pakai.
unit A15 yang sudah di modifikasi itu kini memiliki tampilan baru, yakni bagian dada dan punggung sampai pinggang di lapisi baja. bukan hanya itu, di bagian tangan dan bagian lutut ke bawah juga di lapisi baja.
Melihat hal itu, polisi dan Santi langsung terkejut dan menganga.
"maaf, aku tak bisa ikut dengan kalian." ucap Petra yang kemudian menjatuhkan langsung melompat ke luar jendela. lanjut-nya sembari menembak-kan tali tembaga-nya. "kalian lakukan pemeriksaan kepada gadis itu saja! tugas-ku di sini sudah selesai!!" teriak Petra sambil bermanuver di udara.
*******
Pagi telah tiba, pagi ini di sekolah tampak Petra yang sedang mengantuk di kursi-nya. ia terlihat sedang menutup mata-nya menggunakan tangan dan membuat pose seolah-olah dia sedang berpikir padahal ia sedang berusaha menghilangkan sedikit ngantuk-nya dengan cara tidur seperti itu.
__ADS_1
Sementara itu, guru yang sedang mengajar kini melihat Petra yang sedang memejamkan mata-nya. lalu guru itu pun menegur Petra.
"Petra!" ucap guru itu dengan nada yang sedikit tinggi.
"ya... ada apa Bu?" jawab Petra dengan tenang sambil mengangkat kepala-nya menatap guru itu.
Guru itu pun menatap Petra dengan serius.
"bisa jelaskan kembali apa yang bapak jelaskan barusan?" tanya guru itu pada Petra.
Mendengar tantangan dari guru itu Petra pun langsung berdiri tanpa mengatakan apa-apa. ia kemudian maju ke depan dan mulai menuliskan semua materi yang di ajarkan guru itu saat ini.
bukan hanya itu, ia bahkan justru menjelaskan bagian yang belum di jelaskan guru itu pada mereka.
Setelah selesai Petra langsung menatap guru itu.
"maaf atas ketidak sopanan-ku, tapi tadi aku benar-benar hanya memejamkan mata dan tidak tertidur." ujar Petra sembari sedikit menunduk-kan kepala-nya.
Melihat reaksi Petra itu, guru pun akhir-nya mentoleransi perbuatan-nya kali ini.
"baiklah, kali ini ku maafkan, tapi jangan lakukan hal itu lagi " ucap guru itu menegur.
"baiklah pak!" jawab Petra dengan cepat.
Setelah itu Petra pun kembali ke kursi-nya.
sementara itu, para siswa lain hanya bisa menganga melihat kejadian itu.
Saat Petra kembali duduk, ia melirik ke arah meja Santi.
"rupa-nya dia tidak datang ke sekolah hari ini.... wajar saja, kejadian kemarin itu pasti membuat-nya syok." ucap Petra dalam hati.
Jangan lupa
Like, Vote, komen, dan faforit
Kalau ada yang minat baca karya saya yang lainnya bisa cek di profil author ya...
__ADS_1