
PERINGATAN!!
EPISODE KALI INI MENGANDUNG KEKERASAN YANG MUNGKIN TIDAK DI SUKAI SEBAGIAN ORANG!
BAGI ANDA YANG TIDAK NYAMAN DENGAN KONTEN INI DI HARAP UNTUK TIDAK MELANJUTKAN EPISODE INI.
Saat anggota dua berhasil menangkap dan membuat Erwin tak bisa memberontak dengan leluasa, Erwin pun hanya bisa menatap Tono yang sedang berjalan mendekati-nya sambil memegang pisau dengan ekspresi yang tampak kesal.
"kali ini kau tak-kan bisa melawan lagi!" ucap Tono dengan lantang.
Saat Tono sudah berada dekat dengan Erwin, Tono langsung menusuk-kan pisau-nya ke arah Erwin.
namun sebelum pisau itu mengenai Erwin, Erwin dengan cepat menjatuhkan tubuh-nya sehingga anggota dua langsung mengikuti tubuh Erwin yang menjatuhkan diri itu.
hal itu pun membuat anggota dua malah tertusuk oleh pisau yang sebenar-nya di arahkan Tono pada Erwin.
anggota dua itu tertusuk di bagian dahi, dan pisau yang mengenai dahi itu terus bergerak dan menyayat kulit dan daging anggota dua mulai dari dahi hingga akhir-nya masuk dan tertancap di dalam mata.
Anggota dua yang terkena pisau itu langsung melepaskan pegangan-nya pada Erwin.
ia langsung mundur ke belakang sambil memegangi mata-nya yang kini mengucurkan darah bagaikan air mancur.
sementara itu, Erwin yang sudah terlepas dengan cepat langsung menendang Tono karena Tono sempat terkejut saat melihat diri-nya menusuk anggota-nya sendiri.
Tendangan Erwin itu tepat mengenai ulu hati Tono dan membuat Tono terlempar cukup jauh.
Tono yang terlempar itu langsung kehilangan keseimbangan sehingga ia langsung terjatuh dan berguling-guling di atas tanah.
saat Tono berhasil berhenti berguling, Tono dengan cepat mengangkat tubuh-nya dan langsung pasang kuda-kuda bertarung.
Sementara itu, Erwin saat ini sudah berada di hadapan Tono dan langsung menendang Tono.
Tono yang melihat tendangan yang di arahkan pada-nya hanya membiarkan tendangan itu mengenai-nya. akan tetapi, sebalik-nya, saat tendangan itu mengenai-nya, kini kaki Erwin berhasil dia lukai menggunakan pisau-nya karena saat Erwin menendang ia memilih untuk menebas kaki Erwin.
Erwin yang kaki-nya saat ini sudah terluka langsung melompat ke belakang.
lalu Tono yang tidak mau membuang waktu langsung berdiri dengan cepat dan segera menyerang Erwin.
__ADS_1
Tono terus mengayunkan pisau-nya ke arah Erwin, sementara Erwin tampak terus berusaha untuk menghindar meski diri-nya terlihat mulai kewalahan.
Saat Tono melompat ke arah Erwin, lalu Tono dengan cepat mengayunkan pisau-nya ke wajah Erwin.
lalu Erwin berusaha menghindar dari serangan itu.
"ini kah kemampuan ketua cabang divisi 3?" ucap Erwin dalam hati.
Lalu Tono dengan brutal-nya menyerang Erwin. ia dengan sangat agresif memainkan pisau di tangan-nya dan terus mengincar titik lemah Erwin.
"kekuatan-nya ini benar-benar di luar dugaan-ku!" ucap Erwin dalam hati sambil terus menghindar.
"mati kau!!" teriak Tono sambil memutar tubuh-nya dan sekaligus mengayun-kan pisau-nya ke arah Erwin.
"benar-benar tidak di sangka!" ucap Erwin yang langsung menghindar dari serangan itu.
"berhentilah menghindar sial*n!!" teriak Tono lagi sambil mengayunkan pisau-nya ke leher Erwin.
Erwin yang melihat Tono yang tampak makin menggila itu kini hanya terdiam.
Erwin yang terdiam itu kini langsung tersenyum.
Setelah mengatakan hal itu, kini perut Tono langsung tersayat dan mengalami kebocoran.
kebocoran di perut Tono itu membuat usus Tono keluar dari perut-nya.
Tono yang terkejut akan hal itu langsung menahan usus-nya yang keluar itu agar tidak jatuh menyentuh tanah.
usus Tono kini bergelantungan di perut-nya bersamaan dengan darah dalam jumlah banyak yang merembes keluar dari luka di perut-nya itu.
Tono masih memiliki kesadaran karena hanya kulit perut-nya yang menganga sedangkan organ penting dalam tubuh-nya tidak terluka sama sekali.
dan dalam rasa panik-nya itu, Tono langsung menengadah ke atas untuk melihat Erwin yang saat ini berdiri di depan-nya.
Saat Tono mendapati wajah Erwin, tiba-tiba kepala Tono langsung di pegang dan leher-nya langsung di gerek oleh Erwin.
hal itu pun membuat darah bercucuran lagi melalui leher Tono dan membuat Tono jatuh ke tanah serta akhir-nya menghembuskan nafas terakhir-nya.
__ADS_1
"lebih baik kau langsung mati saja dari pada hidup dengan kondisi perut seperti itu." ucap Erwin sambil menatap mayat Tono dengan tatapan yang menyeramkan.
Sementara itu, anggota dua yang saat ini sedang berlutut sambil memegangi mata-nya yang terluka hanya bisa terkejut dan menganga dengan rasa takut yang teramat sangat sedang melanda diri-nya.
Lalu Erwin menoleh ke arah anggota dua dan menatap anggota dua dengan seksama.
Sementara itu, anggota dua yang mendapati tatapan itu langsung ketakutan. ia langsung memutar tubuh-nya ke belakang serta berusaha berdiri dan ingin berlari menjauh dari tempat itu.
namun sayang-nya, akibat kepanikan yang teramat sangat yang ia alami itu membuat diri-nya hanya bisa bergerak dengan cara jatuh bangun dan akhir-nya hanya bisa merangkak dengan keadaan seluruh tubuh yang bergetar luar biasa karena ketakutan.
"si-siapa pun tolong ak...."
~DOORRR~
Ucapan anggota dua tidak selesai di karenakan kepala anggota dua kini sudah bocor akibat tembakan pistol yang menembus kepala anggota dua itu.
"sekarang aku harus bergegas karena besar kemungkinan para polisi akan segera tiba di sini!" ucap Erwin yang langsung meninggal mayat Tono dan anggota dua.
lalu Erwin langsung menyimpan kembali pistol-nya serta berjalan masuk ke ruang bawah tanah karena urusan di atas sudah di urus oleh Ritman yang selaku ketua cabang ke-5.
*******
"begitu lah cerita-ku hingga aku bisa sampai ke tempat ini." ucap Erwin dengan santai setelah menjelaskan semua kejadian yang di alami-nya sebelum tiba di ruang bawah tanah.
"begitu ya...." ucap pegawai satu sambil mengangguk paham.
"pokok-nya sekarang kita harus bergegas agar tak kedapatan polisi!" perintah Erwin.
"lalu bagaimana dengan Ritman?" tanya pegawai satu.
"aku sudah meminta-nya untuk mengamankan jalan keluar, saat ini dia sudah berada di titik jalan keluar yang akan kita pakai, jadi bergegaslah!" perintah Erwin lagi.
"baiklah!" ucap pegawai satu dengan sigap dan langsung bersemangat membantu kedua pegawai lain-nya.
Tak lama setelah itu para pegawai Ritman kini sudah menyelesaikan semua persiapan, dan setelah itu mereka semua pun langsung masuk ke dalam mobil.
setelah itu, mereka langsung bergerak ke jalan keluar rahasia yang sudah mereka siapkan di tempat itu.
__ADS_1
Tak lama setelah itu mereka pun kini sudah keluar dari ruang bawah tanah dan sudah berada di sebuah jalanan sunyi. setelah tiba di jalanan itu mereka melihat Ritman dan dengan segera mereka memberi tumpangan pada Ritman.
sesudah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan.