
Saat ini kelima cabang yang berhasil selamat dari penyerangan langsung berkumpul di markas utama yang merupakan tempat yang paling aman.
selain kelima cabang itu, ada pula beberapa anggota dari cabang lain-nya yang berhasil bertahan hidup dan langsung datang ke markas utama atas perintah Lepi.
markas utama adalah markas yang di pimpin langsung oleh Lepi, markas itu cukup besar dan bangunan-nya memiliki dua lantai.
» lihat episode 25 «
Jika di lihat dari luar, markas itu hanya-lah sebuah bangunan biasa yang menjual barang-barang campuran. namun bangunan itu sama seperti milik cabang-cabang yang lain, yaitu memiliki ruang bawah tanah tempat penyimpanan senjata api.
Saat semua anggota cabang berkumpul di ruang bawah tanah, tampak di ruang bawah tanah itu Lepi sedang berdiri di sebuah tempat khusus yang posisi-nya lebih tinggi, sehingga semua anggota berada di bawah-nya.
Lalu Lepi mengedarkan pandangan-nya dan menatap para anggota itu dengan ekspresi yang tampak sedikit kesal.
"tidak ku sangka banyak dari kita yang berhasil di kalahkan oleh kelompok Elang Hitam!" ucap Lepi sambil menatap para anggota yang ada di tempat itu.
"untuk sekarang aku ingin mendengarkan rincian dari kejadian ini dari masing-masing perwakilan cabang, dan berhubung dengan beberapa ketua cabang yang sedang tidak ada di sini, aku harap ada satu yang menjadi perwakilan, dan jika tidak ada yang mewakili, maka cabang itu ku anggap gugur!" ucap Lepi lagi dan kemudian langsung membalik-kan badan-nya. lanjut-nya, "aku tunggu perwakilan dari setiap cabang untuk melapor pada-ku di ruang kerja-ku." ucap Lepi yang kemudian langsung melangkah pergi dari tempat itu.
Setelah itu, para anggota yang ketua cabang-nya telah gugur langsung memilih masing-masing perwakilan untuk menghadap pada Lepi, sementara cabang yang ketua-nya masih hidup langsung berjalan menuju ruangan Lepi untuk memberi laporan.
Ketika mereka semua melaporkan semua yang terjadi di tiap cabang yang mereka tempati, banyak dari mereka yang mengatakan bahwa pertarungan Mereka di kacau-kan oleh beberapa polisi serta anggota TNI.
namun sisi baik-nya, semua anggota cabang yang masih hidup berhasil kabur dengan memanfaatkan kekacauan saat petugas keamanan datang.
Sementara itu, Lepi merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres dari kedatangan petugas keamanan itu. karena bagi Lepi, tidak mungkin secara kebetulan petugas keamanan bisa tahu secara akurat tentang lokasi mereka, terutama kedatangan petugas bisa serentak di semua cabang.
satu-satunya kemungkinan yang terpikirkan oleh Lepi adalah kemungkinan ada-nya penghianat di antara mereka, atau mungkin saja ada pelanggan mereka yang melaporkan tentang mereka.
Meskipun Lepi mencurigai sesuatu, namun ia tetap merasa bahwa kedatangan petugas itu bukan hal yang merugikan mereka, karena pada akhir-nya semua senjata mereka yang ingin di rebut oleh kelompok Elang Hitam malah di sita dan di bawa oleh pihak keamanan.
__ADS_1
dengan begitu, anggota Elang Hitam juga tidak bisa menambah persenjataan, jadi mereka bisa di bilang cukup seimbang.
itulah yang di pikir oleh Lepi.
*****
Pagi ini Erwin tampak bangun dari tidur-nya.
ia perlahan membuka mata-nya dan langsung menoleh ke samping dan melihat jam dinding yang ada di kamar-nya itu.
ia melihat jam telah menunjuk-kan pukul 09:16 pagi.
lalu Erwin perlahan bangun dan duduk di atas kasur-nya. ia kemudian menarik kaki kanan-nya dan menekuk-nya di depan dada.
"tadi malam itu benar-benar melelahkan." ucap Erwin yang di iringi dengan mulut yang menganga karena menguap.
Setelah itu Erwin pun turun dari kasur-nya dan langsung memulai kegiatan-nya hari ini, yaitu bersih-bersih rumah.
setelah ia mengangkat handphone-nya yang berdering itu, ia melihat nama pemanggil yang bertuliskan 'Bocah'.
Setelah melihat itu Erwin pun langsung menghela nafas dan menjawab panggilan itu.
"halo, ada apa menelpon-ku di jam segini?" tanya Erwin sambil duduk di sofa karena saat ini ia berada di ruang tamu.
[aku mengalami masalah serius! cepat datang ke rumah-ku sekarang!] ucap Airin yang terdengar mendesak.
"masalah serius?" ucap Erwin sambil mengangkat satu alis-nya.
[iya! cepatlah ke mari, aku sudah tak sanggup lagi! ahh....]
__ADS_1
~tut, tut, tut, tut....~
"eh?" ucap Erwin kebingungan saat telepon terputus dengan sendiri-nya.
"apa dia benar-benar dalam masalah?" ucap Erwin dalam hati sambil berdiri dengan cepat dan langsung bergegas mengambil jaket-nya.
setelah itu ia langsung mengambil motor-nya dan langsung keluar dari kawasan rumah-nya. ia kemudian dengan segera tancap gas menuju ke rumah Airin setelah menutup pagar rumah-nya.
*****
Di sisi lain, saat ini tampak seorang pria sedang duduk dan pangku kaki di kursi milik Tono.
dan di depan pria itu tampak beberapa anggota Elang Hitam yang sedang berdiri menghadap pria itu.
"sekarang aku sudah tahu seperti apa lawan kita kali ini, dan aku juga sudah tahu siapa pelaku pembunuhan anggota kita yang sebenar-nya." ucap pria itu.
"dari penjelasan anda sebelum-nya aku bisa membayangkan seberapa mengerikan-nya pria yang membunuh anggota kita itu, bahkan ia sanggup mengalahkan Bogo yang sama sekali belum bisa ku kalahkan." ucap salah satu anggota yang berdiri paling tengah.
"kau benar, tapi kali ini kita sudah selangkah lebih maju, kenyataan bahwa pria bertopeng itu muncul di cabang ke-5 menandakan bahwa kemungkinan pria bertopeng itu tinggal di daerah yang dekat dengan cabang ke-5." ucap pria yang duduk di kursi itu sambil menyilangkan jari-jari tangan-nya di depan mulut-nya.
"ya, anda benar! dengan cara ini kita bisa mempersempit kemungkinan dan bisa melakukan pengamatan lebih lanjut." balas anggota yang berdiri paling depan.
"kau benar, karena itu mulai hari ini ku perintah-kan kalian untuk melakukan pengamatan di daerah-daerah terdekat dengan lokasi cabang ke-5..... cari semua pemuda berusia 19 tahun ke bawah yang memiliki potensi yang sama dengan pria bertopeng itu, setelah itu kita akan membunuh mereka tanpa ampun!" ucap pria itu dengan bersemangat. lanjut-nya sambil memutar laptop-nya, "untuk jelas-nya, kalian lihat video ini, dan jika kalian melihat ada yang berpotensi seperti ini kalian daftarkan mereka sebagai tersangka!" ucap-nya sambil menunjuk-kan video Erwin yang membunuh Bogo.
Setelah beberapa saat melihat video itu, para anggota menunjuk-kan ekspresi yang tampak sedikit terkejut dan ngeri karena kejadian yang ada di video tampak cukup sadis bagi mereka.
setelah selesai menonton video itu, anggota yang berdiri paling depan langsung membuka mulut-nya.
"baiklah! kami akan melakukan yang terbaik dan tidak akan mengecewakan anda!" ucap-nya dengan lantang dan kemudian tersenyum licik seraya menimpali perkataan-nya. "tuan Tono!"
__ADS_1
Mendengar perkataan anggota-nya itu, Tono langsung tersenyum licik karena diri-nya yakin bisa menemukan pria bertopeng itu.
"kali ini kau tak-kan ku biarkan bersenang-senang lagi, pria bertopeng!" ucap Tono dalam hati sambil mengangkat satu alis-nya dan berseringai licik.