Restart: Mafia Second Chance

Restart: Mafia Second Chance
Tantangan


__ADS_3

Wanita yang saat ini menantang Erwin memiliki lekuk tubuh yang sangat enak di pandang di tambah lagi dengan pesona cantik wajahnya yang membuat banyak mata yang selalu melirik ke arah wanita itu.


Erwin sebagai seorang pria tentunya memiliki pikiran kotor tersendiri saat mendengar tantangan si wanita. Namun dengan segera Erwin langsung menepis pikiran kotornya itu karena tujuannya bukanlah tentang itu.


"1x7, 7. 2x7, 14. 3x7, 21. 4x7, 28. 5x7. 35" ucap Erwin dalam hati sambil melafalkan perkalian tujuh untuk membuyarkan pikiran kotornya.


"kau masih menyimpan caturku di sini kan?" tanya wanita itu pada pegawai yang bertugas menjual minuman alkohol.


"iya nona, anda selalu meninggalkan-nya di sini, jadi saya selalu menyimpannya dengan baik." ucap pegawai pria itu dengan nada sopan.


lalu pegawai itu mengeluarkan catur milik wanita itu dan memberikan-nya pada wanita itu.


kemudian wanita itu menaruh caturnya di atas meja, lalu Erwin langsung duduk berhadapan dengan wanita itu. keduanya pun langsung menyusun biji caturnya masing-masing.


"kau pernah dengar? katanya nona Nirmala belum pernah kalah dalam permainan caturnya!"


"iya, di tempat perjudian banyak master catur yang menantangnya, namun semuanya di kalahkan dengan cepat!"


"hahaha, kau benar! aku juga pernah melihatnya langsung saat nona Nirmala bermain catur."


"hahaha, bocah bod*h itu pasti akan jadi babu nantinya!"


belum bermain, orang-orang di tempat itu sudah mulai berkerumun untuk melihat mereka. dan banyak dari mereka yang meyakini bahwa Erwin akan kalah dari wanita cantik bernama Nirmala itu.


"baiklah, kau mulai duluan!" ucap Erwin mempersilahkan Nirmala memulai lebih dulu


"oke." balas Nirmala sambil menggerakkan biji caturnya.


saat ini mereka berdua tampak bermain dengan semangat, keduanya tampak seimbang dalam hal bertahan dan menyerang.


Nirmala memiliki strategi yang kuat untuk menyerang, namun strategi bertahan dari Erwin juga tidak kalah kuat dari strategi Nirmala. begitu pula sebaliknya.


keduanya terus memutar otaknya untuk berpikir, dan tak satupun yang menunjukkan celah pada pertahanan masing-masing.


para penonton yang melihat hal itu menjadi sedikit terkejut karena tidak seperti biasanya Nirmala bisa di buat bermain dalam waktu yang lama oleh lawannya.


kebanyakan lawan Nirmala pasti akan kalah sebelum 30 menit bermain, namun kali ini ia sudah menghabiskan hampir satu jam untuk melawan Erwin.


banyak penonton yang melihat itu menjadi sedikit kagum pada Erwin yang memiliki kemampuan yang bisa mengimbangi Nirmala. bahkan karena saking lamanya, beberapa penonton yang menyaksikan pertandingan mereka sudah banyak yang mabuk karena terus minum.


"tchi, gara-gara bocah ini aku jadi tak berani minum alkohol seperti biasanya! karena kalau sekarang aku mabuk seperti biasanya, bisa-bisa pikiranku jadi tidak fokus dan aku akan dengan mudah di kalahkan olehnya!" ucap Nirmala dalam hati sambil menyembunyikan ekspresi kesalnya.


sementara itu, saat ini Erwin sudah berhasil membaca semua pergerakan Nirmala. ia bahkan sudah mengerti seperti apa dan bagaimana cara Nirmala dalam mengambil keputusan saat bergerak dalam strateginya.


lalu Erwin pun menatap Nirmala sambil berseringai.

__ADS_1


Nirmala yang menyadari hal itu langsung membalas tatapan Erwin dengan serius.


"berhentilah menatapku dengan tataan aneh seperti itu!" ucap Nirmala yang melihat ekspresi Erwin yang tampak mengesalkan.


kemudian Erwin langsung tersenyum ramah pada Nirmala.


"maaf, aku hanya sedang menikmati permainan ini." ucap Erwin kemudian menggerakkan biji caturnya. lanjutnya, "meskipun begitu, tampaknya kau sudah kesulitan bukan?"


"kesulitan? yang benar saja, aku sama sekali tidak kesulitan!" ucap Nirmala dengan lantang sambil memindahkan salah satu biji caturnya.


"kalau begitu aku ingin sedikit serius padamu!" ucap Erwin sambil tersenyum.


"apa!!" ucap para penonton yang langsung terkejut mendengar ucapan Erwin barusan.


"yang benar saja!"


"jadi dari tadi dia tidak sepenuhnya serius?"


"mustahil! tidak mungkin!"


Nirmala yang mendengar perkataan Erwin langsung memanas dan terpancing dengan ucapan Erwin barusan.


"kau meremehkan ku ya? kalau begitu aku juga tidak akan main-main lagi denganmu!"


Nirmala yang melihat tindakan Erwin jadi makin kesal kerena merasa benar-benar di remehkan.


"baiklah! jangan menyesal jika akhirnya kau akan kalah!"


sementara itu, semua yang menonton itu makin terkejut dan langsung menganga ketika melihat Erwin dengan mudahnya menyerahkan Ratunya pada Nirmala.


"yang benar saja!"


"Nirmala sudah di remehkan!"


"bocah itu terlalu percaya diri! dia pasti akan segera di kalahkan Nirmala, aku yakin itu!"


"ini pertama kalinya nona Nirmala di remehkan!"


para penonton makin menggila melihat tindakan Erwin itu.


setelah itu Nirmala pun lanjut bermain dengan keseriusan penuh.


namun Erwin tampak hanya tersenyum dan berseringai melihat setiap pergerakan yang di lakukan oleh Nirmala. hal itupun membuat Nirmala makin kesal karena senyuman Erwin seolah sedang mengejek dirinya.


dalam waktu kurang dari sepuluh menit sejak itu, Erwin sudah berhasil mendesak dan mengalahkan Nirmala dengan telak.

__ADS_1


semua yang melihat kejadian itu hanya bisa menganga seolah tak percaya dengan apa yang mereka lihat. sementara itu Nirmala hanya bisa tertunduk lesu meratapi nasibnya karena sudah membuat taruhan yang berlebihan dengan Erwin.


"baiklah, sesuai pertaruhan kita, maka sekarang kau adalah pelayanku selama seminggu penuh." ucap Erwin dengan puas sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"hmm, iya." ucap Nirmala dengan suara pelan sambil mengangguk dan terus menundukkan kepalanya dengan pasrah.


"untuk sekarang ayo ikut aku!" ucap Erwin yang kemudian langsung menggenggam tangan Nirmala dan membawa Nirmala menjauh dari tempat itu.


para pria yang melihat hal itu hanya bisa menganga melihat kejadian di mana Nirmala si anak pemilik hotel itu bisa dengan jinaknya di tarik oleh seorang pria yang baru saja mengalahkannya.


"eh?..... ehh?!!!"


"yang benar saja!!"


ucap para pria itu dengan serentak.


*******


saat ini Erwin dan Nirmala sudah berada di tempat yang tidak begitu banyak pengunjungnya, Erwin ingin memulai pembicaraannya dengan Nirmala dengan maksud untuk mencari tahu apakah Nirmala punya informasi yang ia butuhkan.


"aku harus berbicara dengan normal padanya, lalu perlahan menggiring pembicaraan ke arah kelompok Elang Hitam tanpa membuat dia mencurigai ku!" batin Erwin saat ingin memulai percakapan dengan Nirmala di tempat itu.


note: Erwin sedang berhati-hati karena bisa saja Nirmala itu adalah anak dari anggota ekslusif Mafia Elang Hitam karena Nirmala memiliki penampilan yang sangat mewah. Selain itu Erwin juga sempat dengar bisikan orang-orang yang mengatakan bahwa Nirmala adalah anak dari pemilik hotel ini.


"oh iya, sebelumnya kita sama sekali belum berkenalan kan? jadi siapa namamu?" tanya Erwin yang memulai pembicaraan.


"a..... aku Nirmala." jawab Nirmala dengan singkat dan masih terus menunduk.


"namaku Rinson, panggil saja Rinso atau Son." ucap Erwin menyamarkan namanya sambil tersenyum.


"Rinso? yang benar saja!" ucap Nirmala yang langsung mengangkat wajahnya sambil menahan tawa.


"ayolah, kurasa kau lebih baik memanggilku Son saja." jawab Erwin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan ekspresi yang aneh.


melihat tingkah Erwin seperti itu, Nirmala langsung lepas kendali dan tak bisa menahan tawanya.


"hahaha aku tetap akan memanggil mu Rinso, jadi lebih baik kau pasrah saja!" ucap Nirmala yang masih tertawa sambil menepuk bahu Erwin berkali-kali.


setelah itu Nirmala pun berhenti tertawa dan langsung berbalik badan karena tak ingin wajahnya di lihat oleh Erwin. lalu ia menarik baju Erwin dengan tiga jari mungilnya tanpa menoleh ke belakang.


"aku ingin mengganti bajuku yang basah ini, bi-bisakah kau ikut denganku ke kamar hotelku?" tanya Nirmala dengan wajah yang tampak merah merona.


Karena sudah dalam mabuk yang cukup parah, wanita cantik ini tiba-tiba saja mengajak Erwin ke kamarnya. Entah apa tujuannya, tetapi Erwin sendiri tak bisa melewatkan kesempatan ini karena ada kemungkinan ia bisa menggali informasi dari wanita ini.


"Baiklah." Jawab Erwin singkat lalu mengikuti langkah Nirmala.

__ADS_1


__ADS_2