
Rayen masih terkapar di atas ranjangnya.wajah siska masih terbayang di benaknya.ia tersenyum licik ketika ingat aksinya tadi.
entah kenapa ia merasa nyaman berada di dekat siska.rasa itu tak pernah ia miliki sama siapapun sebelumnya.
Hari mulai gelap,Rayen menemui siska di kamarnya.
"kamu sedang apa?" tanya Rayen membuat kaget siska.
"hanya duduk-duduk saja." jawab siska.
"ada perlu apa kak?" tanya siska.
"tidak ada perlu apa- apa! ayo ikut aku kedepan." ajak Rayen lalu menuntun siska keluar.
kini mereka duduk berdua di taman depan rumahnya.
"apa kamu betah kerja di sini?" tanya rayen sambil melirik ke arah siska.
"iya,aku betah,emang kenapa kak?"
"syukurlah kalau betah,maaf jika kemaren kemaren sikapku dingin padamu!" ucap Rayen tersenyum.
"tidak masalah.terima kasih kak,tadi kamu sudah menolongku."
"sama sama." jawab Rayen.
"apa kamu mau batagor? " tanya Rayen sambil memanggil penjual batagor yg melintas di depan rumahnya.
"iya mau !" jawab siska singkat.
Rayen keluar dan memesan dua porsi batagor.
Sedangkan siska menunggunya di bangku taman.
Rayen kembali dan duduk di samping siska dengan membawa dua porsi batagor hangat.
__ADS_1
Rayen memberikan satu untuk siska.
siska menerimanya dan mulai memakannya.
dengan anggun siska memakannya.
Rayen juga memakannya pelan dengan mata masih melirik ke arah siska.
ia tersenyum melihat siska ,hatinya kini merasa di zona nyaman.
"kenapa kakak senyum senyum sendiri?" tanya siska heran.
"tidak,siapa yg senyum!" jawab Rayen mengelak.
"benarkah?? jangan bilang kakak mulai menaksirku ya!" ucap siska meledek.
wajah Rayen berubah menjadi merah,meskipun cahaya tak begitu terang,namun wajah putih Rayen terlihat jelas berubah menjadi merah padam jika kini dirinya sedang menahan malu.
"dasar bocah!" jawab Rayen menyembunyikan wajahnya.
suasana menjadi berubah,Rayen merasa terganggu dengan kehadiran adiknya.
"kalian sedang apa di sini?" tanya Hansen sambil mengambil batagor dari tangan Rayen.batagor Rayen memang masih banyak,karena dari tadi ia hanya sibuk melirik wajah Siska , jadi dia tidak sempat memakannya dengan benar.
"Dasar resek!" jawab rayen sambil mengacak rambut hansen.
"gendut,jangan makan banyak banyak,nanti badanmu tambah bengkak lo." ledek rayen.
"biarin,dasar kebo."balas hansen nyengir.
Siska tertawa renyah mendengar panggilan itu.
"kebo,gendut,,ehmm sepertinya menarik,kalau di gabung jadi kebo yg gendut." ucap siska tanpa pikir panjang.siska semakin tertawa renyah.
hansen dan rayen tak terima dengan sebutan itu.hansen melirik ke arah rayen sambil mengerutkan matanya.
__ADS_1
cuups....
mata siska terbelalak tak percaya.siska langsung menutup mulutnya dan tak berani tertawa lagi.
siska menunduk menahan rasa malu dan kesalnya.
hansen dan rayen menghukumnya.mereka mengecup pipi siska barengan.
"aku kan cuma bercanda,kenapa kalian menghukumku." ucap siska melas.
"biar kamu tak berani menertawakanku." jawab Rayen puas.
Hansen tertawa melihat wajah siska yg berubah merah dan kesal itu.bibir siska moncong panjang ke depan samai bisa di kuncrit.
"kalian jahat,beraninya sama gadis yg tak berdaya.coba kakiku sehat,aku pasti akan membalasnya." jawab siska kesal.
Rayen dan hansen semakin tertawa renyah di buatnya.siska hanya bisa mengaruk kepalanya pelan melihat mereka tertawa.siska pikir tingkah mereka semakin aneh.
"dasar aneh, tidak ada yg lucu tapi kenapa mereka tertawa seperti orang kesurupan." ucap siska dalam hati.
Rayen berdiri kasar lalu mengendong siska masuk ke rumah,hansen mengikutinya dari belakang.
"hei,,turunkan aku! kalian mau apain aku? lepaskan aku." teriak siska ketakutan .
"diam,atau aku akan memanggangmu." ucap Rayen mengancam.siska diam dan menutup mulutnya rapat.
Rayen melemparkan tubuh siska di atas ranjang kamarnya pelan.
siska semakin ketakutan,ia takut jika Rayen akan melecehkannya.
"kamu mau apa?lepaskan aku,aku mau pergi." teriak siska ketakutan.
Hansen ketawa puas bisa ngerjain pengasuhnya itu.ia kembali kekamarnya dan membiarkan Rayen berdua dengan siska
bersambung.......!!!
__ADS_1