Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
8.bahagia


__ADS_3

"jangan pangil aku tuan,panggil aku hansen."ucapnya lagi.


siska mengangguk lalu duduk di samping hansen.siska masih tak percaya jika anak yg ia asuh sudah sebesar dalbo.


siska tertawa ringan dalam hati sambil melirik ke arah hansen.


Hansen tau jika siska berguman tak percaya dalam hati.namun hansen lebih memilih diam.Hansen merasa nyaman berada di dekat siska.tidak seperti pengasuh lainnya yg bersikap kasar padanya.


Hansen menyodorkan satu bungkus makanan ringan ke siska.


Siska menerimanya dengan ragu.ia menyimpan makanan itu di sampingnya.namun hansen menyuruhnya makan di depan hansen.dengan hati ragu siska membukanya lalu memakannya pelan.


"Hansen,kenapa kamu butuh pengasuh?" tanya siska ragu.


Hansen menatap wajah siska tajam.


"memang kenapa?" bengis hansen sedikit sewot.


siska diam sejenak lalu menundukkan pandangannya.


"aku hanya bertanya,maaf jika membuatmu tersinggung!" jawab siska memelas.


Hansen hanya tersenyum tipis sambil menjitak kening siska pelan.


"kamu lucu." balas hansen tersenyum


"aw,,sakit tau." ucap siska sambil memegang keningnya yg sedikit sakit itu.


__


Hari sudah mulai malam.siska sudah selesei dengan tugasnya.kini ia bisa sedikit bersantai.


siska duduk di karpet menemani hansen yg sedang asyik main game.


"Hansen,aku sudah ngantuk,bolehkah aku pergi." ucap siska.


"baiklah,besok jangan lupa bangunkan aku lebih awal.besok temani aku lari pagi ya?" balas hansen.


Siska mengangguk lalu keluar dari kamar hansen.

__ADS_1


siska menuruni setiap anak tangga.tak sengaja ia berpapasan dengan pria tanpan yg mirip dengan wajah hansen.


pria itu melirik ke arah siska tajam.


"maaf kak,aku mau lewat!" tutur siska sopan.


karena pria itu berhenti di tengah ,jadi siska tidak bisa lewat.


tanpa ucap kata pria itu melanjutkan langkahnya dengan sedikit menyenggol pundak siska.


siska hanya bisa menghela napas dan kembali melangkah pergi menuju kamarnya.


siska mengecek hp jadulnya,berharap Edwin akan membalas chatnya.


siska tersenyum girang setelah membuka hpnya.ternyata benar,Edwin membalas chatnya dan ada beberapa panggilan tak terjawab dari Edwin.


Siska keluar dan duduk di taman belakang.


mencoba menghubungi no hp Edwin.


betapa girangnya setelah seseorang yg selama ini ia rindukan membalas panggilannya.


"Hallo,maaf aku baru bisa menghubungimu malam ini.sekarang aku udah kerja." jawab siska melas.


"iya aku tahu,galih sudah cerita semuanya.minggu depan aku kembali dan aku akan mengunjungimu." balas Edwin renyah.


"iya,aku tunggu kedatanganmu." jawab siska girang.mereka lama tak berjumpa,karena kerja Edwin pindah-pindah.namum mereka tak pernah lupa saling bertukar kabar lewat hp.


Siska merasa bahagia bisa mendapatkan cowok sebaik Edwin.Edwin bukan anak orang kaya,tapi berkat kepandainnya Edwin sudah bisa di bilang cowok mapan.


selesei menelpon, siska kembali ke kamar.


membaringkan tubuhnya di atas ranjang kecil.tak butuh waktu lama mata siska terpejam dengan sempurna.


____


Hari sudah pagi,sesuai dengan perintah Hansen,pagi ini siska akan menemani Hansen lari pagi.


sebelum mereka keluar lari pagi,siska sudah terlebih dahulu membereskan rumah.

__ADS_1


siska ke atas menuju kamar Hansen.


siska mengetuk pintu kamar hansen pelan.


ia masuk setelah mendengar sahutan dari dalam.


Hansen sudah bersiap dengan memakai atribut lengkap .


siska dan hansen keluar rumah dan mulai berlari kecil.


siska menikmati udara pagi dengan senyuman yg mengembang.ia akan berjuang demi ayah dan ibunya.


ia tetap semangat meskipun sebenarnya ia lelah.


tanpa mereka sadari ada kakak hansen bernama Rayen mengikutinya dari belakang.


Rayen sengaja mengikuti mereka,karena ia takut jika siska bukanlah orang yg baik untuk adiknya .


siska dan hansen berhenti di bangku panjang yg berada di pinggir taman dekat komplek perumahan itu.


badan hansen yg gendut membuatnya cepat lelah.makanya ia memutuskan untuk istirahat dulu.


"mbk,aku lelah."ucap hansen dengan nafasnya yg ngos ngosan itu.


"iya aku tau." ucap siska lirih.


siska mengambil air putih yg di bawanya dari rumah lalu menyodorkan ke hansen.


hansen mengambilnya lalu meneguknya separuh.


ada Rayen duduk di bangku agak jauh dari siska dan hansen.Rayen terus mengawasi gerak gerik siska.


bersambung.....


___🙏🙏🙏


jangan lupa like komen dan kritiknya.


syukur lagi kalau mau kasih vote dan rate'nya.

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏


__ADS_2