Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
6.tahu kebenarannya


__ADS_3

mimpi itu seperti nyata.


kali ini ia bermimpi ada harimau masuk kerumahnya.


siska langsug terbangun dari tidurnya dan kaget bukan kepalang.sungguh seperti nyata.


entah apa yg terjadi pada dirinya,semejak tinggal bersama ibunya,siska selalu mengalami hal hal aneh yg menakutkan.


hari berganti hari,bulan berganti bulan dan tahun berganti tahu.,roda kehidupan selalu berputar,kadang di atas kadang di bawah. tak ada yg tau,apa yg akan terjadi di hari esok yg akan datang.


kini siska sudah duduk di bangku kelas tiga SMA sebentar lagi lulus sekolah.


sedangkan lia sudah selesei menghadapi sidangnya.


kini lia bekerja di perusahan besar,ia di posisikan sebagai sekertaris perusahaan.


enam bulan yg lalu ayah siska mengalami sakit langka.waktu di toko mebelnya,kaki ayah seperi tertusuk duri jeruk.


bekasnya sangat gatal dan perih,ia pikiir hanya terusuk duri dan tak akan berbahaya.


namun semakin hari penyakitnya semakin melebar dan parah.awalnya hanya kaki kanannya saja yg luka tapi sekarang kedua kakinya mengalami penyakit langka.ayahnya tak mampu berjalan.ayah hanya duduk dan berbaring di kamar tidur.


kedua kakinya seperti bersisik,dan berwarna hitam pekat.sehabis magrib ayah merasakan panas,gatal dan ngilu pada bagian kedua kakinya yg sakit,dan akan hilang rasa sakit,gatal serta ngilunya di pagi hari usai shubuh.


ibu fiya sudah membawa ayah berobat keberbagai rumah sakit di ibu kota,namun dokter tak menemukan apa penyebab penyakit langka yg diderita ayah.


sungguh sakit hati ibu fiya,seperti tertusuk pisau tajam,melihat suaminya sakit seperti itu.


usaha yg mereka rintis selama puluhan tahun ludes begitu saja,ibu menjual toko mebel dan separo toko sembakonya demi mengobati suami dan mencukupi kebutuhan sehari hari.


ibu dan ayah sengaja merahasiakan ini dari kedua putrinya,tak ingin mereka mengetahui kebenarannya.


siska sering bermimpi ada seorang laki laki tua berjubah putih,menuntun ribuan domba memasuki dalam rumahnya.


dan ada sekerumpulan anak katak membuntuti ribuan domba itu.


siska tak paham pada mimpinya,ia pikir hanya sebuah mimpi yg tak ada artinya.


sore itu ada seorang habib datang menjenguk ayah.membawa buku tebal dan memberikan kepada ayah.ayah di haruskan berpuasa selama satu bulan lebih.


ayah menuruti kata kata habib itu.


habib itu adalah guru ayah mengaji di pondok pesantren.


habib itu memandangnya lekat dan menghampiri siska.


"apa kamu pernah bermimpi aneh."tanyanya lembut.


siska mengangguk dan menceritakan semuanya.


sang habib hanya tersenyum dan pergi meninggalkan siska.


siska merasa heran dengan sikap habib yg tiba tiba pergi meninggalkan siska begitu saja.


sejak itu ayah terus berpuasa dan selalu bangun di tengah malam,membaca ayat ayat quran dan berdzikir malam.

__ADS_1


hingga puasanya yg ke 40 hari,ayah masih dalam kegiatannya di malam hari.


membaca quran dan berdzikir.


tiba tiba ayah melihat dengan mata kepalanya,itu sangat jelas,berkali kali ayah mengusap matanya dan terperangah melihat ada sosok laki laki tua berjubah putih datang membuka pintu,dan berjalan melewati ayah.


laki laki itu membawa ribuan domba putih dan ratusan anak katak yg berjalan mengekor di belakangnya.


laki laki tua itu tersenyum memandang ayah .


seperti nyata dan sangat jelas terdengar membisikan sesuatu.


***


pagi telah tiba,mata sayup ayah masih terjaga dari tidurnya.


siska berjalan menyeka wajah ayah dan badan ayahnya dengan air hangat.


siska sudah tidak ada kegiatan di sekolah,kini ia membantu ibunya yg sibuk merawat suaminya.


hati siska terasa perih dan sakit melihat kondisi ayahnya yang semakin hari semakin memburuk.


memandang wajah ayahnya yg sudah mulai keriput tak terawat.


matanya sayup seperti tak kuat menahan deraain air matanya.


bibirnya selalu berucap pelan,harinya hanya membaca quran dan berdzikir.


ibu fiya melihat siska sendu,ingin rasanya ia menangis,entah apa yg ia katakan,kini dirinya sudah lulus sekolah,itu bertanda ia harus melanjutkan sekolahnya ke bangku yg lebih tinggi.namun tak ada biaya untuknya melanjutkan kuliah.


"sayang,tolong tebuskan obat ini ke apotik."perintah ibu fiya.


"iya bu."jawab siska,dan pergi meninggalkan ibu fiya.


ia pergi dengan montor buntutnya,lengkap dengan jaket dan helm di kepalanya.


selesei menebus obat,hati dan pikirannya bergerak menuju toko mebel ayahnya.


memarkirkan montornya di halaman toko.


ia merasa ada yg aneh,tempat itu sepi seperti tak ada kehidupan.pintunya tergembok rapat dan tak ada satu pegawai yg tinggal di situ.


ini bukan hari minggu,seharusnya para pegawai ramai dan sibuk dengan pekerjaannya.


di sebalah toko mebel ada toko sembako yg cukup besar, toko itu milik ibu fiya.


toko itu masih beraktivitas,namun penjaga tokonya sudah berganti dengan pegawai yg baru.


siska penasaran dan berpura pura masuk toko sembako.ingin mencari tau apa yg sebenarnya terjadi,karena akhir akhir ini,ibu fiya juga tak pernah pergi keluar rumah.


"permisi bu."sapa siska kepada penjaga toko.


"iya non,mau beli apa."jawabnya ramah


"maaf,saya cuma mau tanya,toko mebel itu kok sepi ya bu?kemana pegawainya?"

__ADS_1


lanjutnya.


"ow itu ta non,pemiliknya jatuh sakit dan butuh biaya banyak,jadi dia menjual toko beserta isinya.toko sembako ini juga sudah dijual separo ke saya non."jawab penjaga toko itu jujur.penjaga toko itu merasa iba melihat keadaan yg menimpa keluarga ayahnya.


hati siska mak deg tak terduga,butiran bening jatuh bercucuran membasahi pipinya.hati sedih berkecambuk tak menentu.


"betapa bodohnya aku,tak tau penderitaan orang tuaku,kenapa mereka menyembunyikan ini dari ku?" bisik siska dalam hati.


tk perlu berkata panjang lebar,siska berlari dan kembali mengegas montornya sedikit kencang.


memarkirkan sepeda montornya dan berlari masuk rumah. mencari keberadaan ibunya.


ibunya duduk di sebelah suaminya.


"ibu."siska menangis dan berhampuran memeluk ibunya.


"ada apa sayang?"tanya ibu heran.


ayah melihat putrinya juga heran penasaran.


"ibu,kenapa ibu merahasiakan ini dariku, kenapa bu?"tanya siska dengan dereain air mata yg semakin deras .


ibu fiya memandang suaminya lekat.


suaminya mengangguk dan tersenyum tipis.


"maafkan ibu dan ayah nak,ibu tak ingin menganggu belajarmu,dari mana kamu tahu?"


tanya ibu fiya.


"maaf bu,siska belum bisa membantu ibu,aku janji,aku akan cari kerja untuk pengobatan ayah."tutur siska serak,ibunya meneteskan air mata dan haru.memeluk siska erat.


ayahnya merasa sangat sedih,hatinya hancur lebur.ia merasa tk berguna,hanya bisa menyusahkan orang lain.


habib kemaren bilang,ayah harus di bawa kekota "BN".untuk mendapatkan pengobatan,karena ini bukan penyakit biasa,tapi ini penyakit yg di buat oleh manusia,tapi ia tk punya cukup biaya untuk pergi kesana.


ibu menceritakan semuanya kepada siska,ia tak tahan memendam rasa sedih ini sendiri.


siska mempunyai sedikit tabungan dan berapa perhiasan yg di tinggalkan neneknya.


mengambil perhiasan dan sedikit tabungannya.memberikan ke ibu fiya.


ibu fiya ragu menerimanya,tapi ini demi suaminya,ia mengambil dengan hati yg berkecambuk tak karuan.


"bu,ini untuk biaya pengobatan ayah,aku akan meminta kakak galih mengantarnya besok,ibu jangan bingung masalah biaya,aku dan kak lia akan mengumpulkan uang.besok aku akan cari kerja ."ucap siska dan pergi meninggalkn ibunya.


siska mencari lowongan kerja lewat koran.


dan menelpon beberapa temannya untuk mencarikan ia pekerjaan.


pekerjaan apapun yg penting halal.


tapi ia juga merasa binggung,karena ijazahnya juga belum keluar.kelululusan akan di umumkan minggu depan.tapi siska tk perduli hal itu,yg ia pedulikan hanya bagaimana mencari pekerjaan dan mendapatkan uang.


tak hentinya ia memohon dan berdoa,agar allah memberinya jalan.

__ADS_1


istri galih menelpon siska dan memberi kabar,jika ada tetangganya butuh tenaga kerja.


siska menerimanya dengan bahagia


__ADS_2