
Jam stirahat kedua Nathan kembali menemui Wulan dikelasnya, Nathan masih ingin mengorek informasi tentang Delisa karena dirinya kini merasakan betapa kehilangan sosok Delisa yang cuek namun tetap sejuk jika di pandangi.
Saat para murid kelas X.IPA.1 sudah mulai terlihat sepi, Nathan segera masuk dan duduk berhadapan dengan Wulan yang saat ini sedang meletakkan kepalanya di atas meja dan berbantal dengan kedua tangan yang kemungkinan sedang tidur.
Nathan tak tega namun dirinya harus bertanya dengan siapa lagi tentang Delisa kalo bukan dari Wulan, Nathan pun terpaksa membangunkan Wulan dengan cara mengoyangkan pundak Wulan.
Wulan merasa ada yang menganggu acara tidurnya segera mendongakkan kepalanya meski kesadarannya belum sepenuhnya terkumpul, kedua bola mata Wulan membulat sempurna saat melihat siapa yang ada dihadapannya sekarang.
Wulan begitu malu hingga buru-buru merapikan wajahnya yang kemungkinan terlihat kucel, Nathan yang melihat tingkah Wulan hanya bisa menyengir sembari menahan tawa agar tak terlepas.
"Ngapain sih Lho kesini lagi? ganggu Gue tidur aja" kata Wulan setelah memastikan wajahnya sudah lebih baik
"Lho kan sahabatnya Delisa, Lho pasti tau dimana tempat tinggal Delisa" kata Nathan langsung menjelaskan tujuannya
Wulan sudah bisa menebak kalo laki-laki dihadapannya ini pasti lagi-lagi ingin mengetahui tentang Sahabatnya, Wulan harus memberi pengertian untuk saat ini karena Wulan yakin Delisa pasti takkan mau memberi tahu siapapun tentang tempat tinggalnya.
"Maaf Nath, untuk masalah yang satu ini Gue gak bisa kasih tau Lho" kata Wulan hati-hati memberi pengertian kepada Nathan
"Memangnya kenapa?" tanya Nathan yang harus tau alasannya
"Hanya Delisa yang bisa menjelaskan alasannya, kalo pun Lho ingin mengetahui tempat tinggal sebaiknya tanya langsung kepada Delisa" jawab Wulan
"Bagaimana Gue tanya dengan Delisa, nomor hp dan keberadaannya saja Gue gak tau" kata Nathan
Wulan menepuk jidatnya lupa kalo gak ada yang punya nomor hp Delisa selain dirinya, Wulan pun mengambil hpnya yang ada di dalam tas ransel dan membuka kontak hp lalu menyerahkan dengan Nathan setelah ketemu dengan kontak nama Delisa.
__ADS_1
Nathan langsung mengeluarkan hpnya dan mengetik nomor hp Delisa di layar hpnya, Wulan tidak kaget lagi melihat hp Nathan sama seperti hp yang dimiliki Bella yaitu Iphone 13 promax sedangkan hpnya masih Iphone 12 sama dengan milik Delisa.
Setelah itu Nathan pamit dengan Wulan dan tak lupa mengucapkan terima kasih telah memberikan nomor hp Delisa, Nathan langsung masuk ke kelasnya yang sepertinya masih sepi dan kedua temannya belum kembali dari kantin padahal istirahat pertama tadi sudah makan ini makan lagi.
Nathan menyimpan nomor hp Delisa dengan nama "Calon Hunny" sembari menatap nomor hp Delisa, Nathan memilih membuka galery foto yang ada gambar Delisa yang pernah diambilnya diam-diam saat lagi duduk berhadapan dengan Delisa ketika berada di kantin sekolah.
Nathan menyukai Delisa dari pertama bertemu meski pertemuan itu sangat singkat tapi begitu berarti dalam hidup Nathan, pagi-pagi di tindih murid perempuan tercantik di sekolah ini dan terpintar namun sayang sekarang mereka jarang bisa bertemu lagi setelah Delisa memutuskan keluar dari sekolah.
Andai dirinya sudah lulus sekolah mungkin bisa dirinya meminta dengan Papanya untuk menikah muda agar bisa selalu berada di dekat Delisa, yang tentunya bisa menjadi pelindung dalam hidup Delisa namun itu baru angan karena dirinya tak yakin Mamanya merestui apalagi Mamanya selalu menjodohkannya dengan anak-anak teman Mamanya.
.
.
Kini terik matahari kian terasa panas saat ada di atas kepala, Delisa yang masih melangkahkan kaki menusuri jalanan yang tak tau sudah seberapa jauh dirinya melangkah.
Perutnya mulai terasa perih karena dirinya belum makan dari tadi, seingatnya dirinya mengisi perutnya pagi tadi sekitar pukul 7 pagi dan sedangkan saat ini sudah waktunya makan siang.
Delisa memutuskan melangkahkan kaki ingin mencari rumah makan padang yang serba 10 ribu, beruntung pagi tadi dirinya membawa uang selembar berwarna merah jadi bisa membeli makanan selama di perjalanan.
Tiba di rumah makan padang yang serba 10 ribu Delisa langsung masuk dan duduk di salah satu kursi pengunjung, sebelum duduk Delisa sudah memesan jadi sekarang tinggal menunggu pesanannya datang.
Hanya selang berapa detik akhirnya pesanan Delisa datang, Delisa yang sudah sangat lapar langsung segera menyantap makanannya dengan begitu lahap hingga hanya 5 menit nasi yang ada di piring kini sudah berpindah ke dalam lambungnya.
Delisa tidak memesan es jadi hanya meminum air yang tersedia di atas meja, selesai makan Delisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanannya yang ingin mencari pekerjaan yang sampai detik ini belum didapatnya.
__ADS_1
"Wah bukannya ini cewek kriminal itu ya" kata Salah satu pengunjung rumah makan itu
"Iya benar, cantik-cantik kok main hajar anak orang" kata Yang lain menyeletuk
Delisa yang mulai gerah dengan perkataan orang itu memilih beranjak dari tempat duduknya, kemudian segera membayar makanan yang sudah dimakannya tadi setelah dapat kembali Delisa keluar dari rumah makan padang itu.
Sepanjang jalan Delisa merenung kembali mendengar setiap perkataan dari orang-orang ketika bertemu dengan dirinya, apa ini penyebab semua orang yang tak mau menerimanya bekerja padahal itu video tak sepenuhnya salah dirinya.
Delisa kembali berhenti sejenak dan duduk di halte bus, dirinya sudah bingung harus mencari pekerjaan dimana lagi sudah semua tempat lowongan kerja dirinya datangi namun tak ada satu pun yang mau menerimanya.
Delisa menyeka keringatnya yang terus bercucur, baru sehari dirinya mencari pekerjaan tapi kulit wajah dan tubuhnya sudah sedikit gelap akibat terik matahari siang ini.
Delisa membuka hpnya sejenak saat mendengar ada sebuah pesan whatsapp yang masuk dihpnya, segera Delisa mengeser layar hp dan mulai membaca pesan whatspp yang masuk barusan.
(Maaf ya Del sebelumnya, mulai hari ini kamu gak usah lagi mengajar LES Aisyah karena Ayahnya Aisyah gak membolehkan kamu mengajar LES Aisyah lagi. Ayahnya Aisyah sudah memberitahu saya bahwa kamu sekarang dalam masalah kriminal di sekolah dan bahkan di keluarkan dari sekolah) Bundanya Aisyah
Seperti di sambar petir siang bolong Delisa harus kembali kehilangan pekerjaannya sekarang, hanya karena masalah video itu hidupnya kini jadi ikut hancur padahal dirinya tidak salah sama sekali.
Mau tak mau Delisa menerima kenyataan ini mau bagaimana lagi pasti Ayahnya Aisyah takut dirinya melakukan kekerasan kepada Anaknya yang padahal itu takkan terjadi, Delisa segera mengetik balasan pesan dari Bundanya Aisyah.
(Tak apa Te, Delisa mengerti. Sebelumnya terima kasih sudah pernah memberi kesempatan untuk mengajar LES Aisyah, semoga Aisyah mendapatkan guru LES yang lebih baik dari saya yang kriminal ini) Delisa
Kini Delisa memutuskan untuk kembali ke rumah saja dari pada menghabiskan waktu di jalanan yang tak menghasilkan apapun, Delisa segera memesan ojek online agar bisa secepatnya tiba di rumah dan bisa beristirahat.
Setelah ojek datang dan mulai melaju meninggalkan halte bus tempat Delisa beristirahat tadi, kini motor yang di tumpangi Delisa membela jalanan kota A yang begitu panas karena terik matahari dan di tambah debu serta polusi dari knalpot kendaraan yang berlaku lalang.
__ADS_1