Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Usaha Baru


__ADS_3

Keesokan harinya setelah sarapan Delisa ingin keluar sebentar membeli mesin jahit keluaran terbaru yang sudah di bayar DP nya di sebuah toko kemarin sore, dirinya ingin memulai bisnis membuat baju dan akan dijualnya melalui akun sosial media yang baru dibikinnya semalam.


Delisa sengaja membuat akun sosial media baru karena tak ingin ada yang mengetahui soal usaha barunya ini, akun sosial media lamanya di non aktifkannya mungkin untuk selamanya agar orang-orang di luar sana mikir kalo dirinya menghilang seperti di telan bumi.


Nomor hp lamanya juga di buang oleh Delisa dan mengganti nomor baru namun hanya Wulan yang punya, Delisa juga menceritakan dengan Ayahnya jika dirinya sudah keluar dari tempat kerjanya dan ingin membuka usaha saja di rumah agar bisa 24 jam mengurus Ayahnya.


Awalnya Ayahnya curiga namun Delisa terus meyakinkan hingga akhirnya Ayahnya percaya, Delisa sudah pamit dengan Ayahnya pagi ini ingin keluar membeli mesin jahit yang kemarin sudah di bayar DP olehnya dan hari ini tinggal pelunasan serta pengantaran barang.


Sekalian Delisa ingin membeli beberapa kain untuk memulai membuat pakaian nanti, untuk sementara sedikit dulu agar tak rugi dan jika laku serta habis baru dirinya nambah stok kain lebih banyak lagi.


Delisa segera melajukan motor maticnya meninggalkan halaman rumahnya dan menuju sebuah toko yang menjual mesin jahit, tiba disana Delisa langsung membayar lunas mesin jahit itu dan segera minta antar dengan pemilik toko ke alamat rumahnya sekarang.


Setelah dari sebuah toko menjual mesin jahit Delisa kembali melajukan motor maticnya ke sebuah toko kain, tiba disana ternyata banyak berjejer ruko-ruko yang menjual kain dan Delisa memilih salah satu di antara toko kain itu.


Delisa segera melangkah masuk ke dalam toko kain yang sudah mantap dipilihnya, Delisa mulai melihat lihat satu persatu kain-kain itu sekalian bertanya nama-nama kain agar dirinya semakin paham.


"Ohh ya saya beli lima macam kain dulu Mbak, yang berbeda-beda ya Mbak, kainnya" kata Delisa menunjuk lima kain yang sudah dipilihnya


"Oke tunggu sebentar ya Kak, kita siapkan dulu" ucap Karyawan toko kain itu


Delisa duduk di kursi tunggu sembari membuka aplikasi google mencari contoh dress yang lagi di minati semua orang saat ini, dirinya akan memulai membuat dress terlebih dahulu yang simple namun tetap terlihat elegan.


"Ini Kak kainnya" kata Karyawan toko kain itu sembari memberikan bungkusan plastik besar yang berisi kain pesanan Delisa


"Ini uangnya Mbak" kata Delisa menyodorkan uang lembaran berwarna merah

__ADS_1


"Uangnya pas, terima kasih Kak. Selamat datang kembali" kata Karyawan toko kain itu sembari menunduk ras hormat


Delisa menganggukkan kepala dan segera keluar dari toko kain itu, Delisa melajukan motor maticnya menuju sebuah toko jualan patung yang akan digunakannya untuk sebagai model pakaiannya yang dibuatnya nanti.


Tiba di toko jualan patung Delisa membeli dua pasang patung yang diperlukannya nanti, seperti biasa Delisa meminta pemilik toko untuk mengantarkan ke rumah setelah membayar lunas beliannya.


Kini Delisa ingin segera pulang mengecek barang-barang yang dibelinya hari ini sudah tiba di rumah, mungkin besok Delisa akan memulai usaha barunya karena hari ini tenaganya sudah habis untuk membeli keperluannya untuk usaha barunya.


Beruntung uang simpanannya tidak terpakai sama sekali, semua barang-barang yang dibelinya hari ini uang dari Nathalie kemarin yang ternyata isi amplop itu dua


puluh juta entah mengapa Nathalie begitu banyak mengasih dirinya pesangon atau itu tanda bahwa agar dirinya tak boleh muncul di hadapan keluarga Wijaya.


.


.


Bel istirahat berbunyi semua murid bersorak bahagia menunggu waktu istirahat, semua guru yang berada di dalam ruang kelas pun mengakhiri pelajaran dan keluar dari ruang kelas.


Di kelas baru ini Wulan kini duduk dengan murid perempuan bernama Putri yang dulu kelas X.IPA.2, meski tak seakrab dengan Delisa tetapi Wulan tetap mau berteman dengan Putri bahwakan ke kantin pun bareng Putri.


Wulan dan Putri segera keluar dari kelas setelah merapikan buku mereka masing-masing yang ada di atas meja, Wulan dan Putri ingin ke kantin mengisi perut mereka yang mulai terasa lapar.


"Wulan... Tunggu Lan" panggil Nathan berlari mengejar Wulan


"Nath, ihh kok Gue di tinggal sih" rutuk Bella yang susah payah mencegah Nathan masih juga Nathan lolos

__ADS_1


Nathan sudah jauh bahkan hampir dekat dengan kantin karena Wulan dan Putri sudah duduk di salah satu kursi kosong, Bella yang kesal memilih menunggu di depan kelas sekalian menunggu kedua temannya yaitu Sintya dan Jesica.


Nathan yang tiba di kantin langsung duduk di kursi samping Wulan, ternyata Alex dan Bida juga sudah berada di belakang Nathan ketika Nathan berlari mengejar Wulan barusan.


"Lho ngapain kesini?" tanya Wulan yang malas melihat wajah Nathan


"Gue mau tanya soal Delisa, Lho pasti tau" kata Nathan yang masih berusah mengatur napasnya yang ngos-ngosan


"Delisa udah gak ada di kota ini, pagi tadi dia berangkat entah kemana" jawab Wulan seperti saran dari Delisa kemarin


"Lho pasti bohong" kata Nathan tak percaya dengan perkataan Wulan


"Terserah Lho mau percaya apa gak, Gue gak rugi" jawab Wulan makin judes dengan Nathan


Nathan menghela napas panjang, cinta pertamanya lagi-lagi pergi dan sekarang entah pergi kemana karena sepertinya bakal sulit dirinya menemukan jika memang Delisa sudah tidak tinggal di kota ini.


Namun Nathan akan tetap usaha mencari keberadaan Delisa, dirinya akan mengirim orang-orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan Delisa walaupun sampai ke ujung dunia sekalipun.


Nathan yang kecewa memilih pergi dari hadapan Wulan dan mencari tempat yang bisa meluapkan emosi serta rasa kecewanya saat ini, baginya Tuhan tak adil memisahkannya dengan cinta pertama bahkan perpisahan kali ini sepertinya lebih menyakitkan dari sebelumnya.


Wulan hanya diam menatap kepergian Nathan, dirinya tak tega sebenarnya harus berbohong namun ini dilakukannya demi Delisa toh jika Nathan dan Delisa berjodoh Tuhan pasti punya cara tersendiri untuk mempertemukan mereka lagi.


Bella yang dari tadi mendengar permbicaraan Wulan dan Nathan tersenyum puas, akhirnya Delisa benar-benar pergi dari kota ini dan takkan pernah lagi Nathan bertemu dengan Delisa.


Ini sebuah berita bahagia untuk dirinya yang bisa mendekati Nathan tanpa halangan siapapun, Bella membiarkan Nathan sendirian untuk saat ini dan larut dalam kesedihan setelah itu Bella akan datang menjadi pahlawan penyembuh hati Nathan.

__ADS_1


"Kasian ya Nathan, segitu cintanya dia dengan Delisa" kata Putri yang sedikit tau tentang Delisa


"Iya mau bagaimana lagi, mungkin bukan jodoh" jawab Wulan kemudia kembali fokus dengan makanan yang ada dihadapannya yang sudah dari tadi dan mungkin sudah dingin


__ADS_2