
Selesai semua pekerjaan Delisa mengurus keperluan Oma Widia kini Delisa dan Nathan sudah berada di gazebo taman belakang ingin memulai belajar bersama selain Nathan ingin berdua dengan Delisa, SMA Tunas Bangsa seminggu lagi ujian kenaikan kelas tentunya dirinya ingin serius.
Apalagi Oma Widia selalu membanding-bandingkan Nathan dengan Papanya dan Kakaknya, Nathan jadi ingin membuktikan bahwa dirinya juga bisa serius belajar di tambah belajar dengan pujaan hati tentu semakin semangat.
Delisa mulai serius mengajari Nathan mata pelajaran Matematika yang menurut sebagian orang mata pelajaran itu paling susah, Nathan yang ada di hadapab Delisa kadang serius kadang sesekali memperhatikan wajah Delisa yang sepertinya sekarang kurang terawat hingga terlihat begitu kusam.
"Nah, udah ngerti belum?" tanya Delisa yang sudah menjelaskan panjang lebar
"Ahh, iya-iya insyaallah ngerti" jawab Nathan gugup karena hampir saja ketahuan dirinya dari tadi memperhatikan Delisa
"Gue kasih soal ya" kata Delisa kemudian mulai menulis sebuah soal di satu buku khusus untuk latihan Nathan
Nathan hanya mengangguk di tolak pun takkan bisa karena Delisa sudah menulis soal di buku, Delisa segera menyodorkan soal yang dibuatnya barusan dan ada lima soal yang harus di kerjakan oleh Nathan.
Nathan pun mulai serius mengerjakan soal tersebut, Delisa senang bisa membagi ilmunya meski dirinya tak sekolah lagi tapi setidaknya ilmu yang dirinya miliki masih bermanfaat untuk orang-orang disekitarnya.
Delisa jadi teringat Wulan yang pasti butuh juga belajar dengan dirinya, apalagi Delisa berharap meski dirinya tak sekolah lagi Wulan masih bisa menempati nilai tertinggi yang seharusnya di tepati Delisa harus di tepati Wulan.
"Del.. Delisa" panggil Nathan sembari mengoyangkan lengan Delisa
"Ahh, iya ada apa?" tanya Delisa tersadar dari lamunannya
"Lho ngelamuni apa?" tanya Nathan kepada Delisa
__ADS_1
"Gak ada, udah ya jawab soalnya?" kata Delisa melihat jawaban Nathan
"Belum, Gue mau nanya yang ini gimana tadi. Gue lupa" kata Nathan sembari menunjuk salah satu soal yang tak dimengertinya sama sekali
Delisa kembali menjelaskan dari awal sampai akhir agar Nathan benar-benar paham dan tentu tak bertanya lagi, Nathan mangut-mangut berusaha memahami apa yang di jelaskan oleh Delisa.
Selama Delisa mengajari Nathan dengan begitu telaten Oma Widia dari balkon kamar tidurnya memperhatikan intraksi mereka berdua, terlihat sekali bahwa Nathan begitu menyukai Delisa meski kelihatan Delisa-nya tetap biasa saja.
Oma Widia sangat senang saat Nathan meminta Delisa mengajari belajar, meski awalnya itu hanya alasannya saja yang ingin berduaan dengan Delisa namun ternyata sekarang bisa juga Nathan serius belajar.
Oma Widia berharap setelah Delisa mengajari Nathan belajar, nilai ujian Nathan bisa lebih baik jangan seperti semester 1 kemarin nilainya nomor 5 paling bawah padahal Papanya dan Kakaknya termasuk murid jenius tapi entah mengapa Nathan justru berbeda.
Entah itu malas atau memang Nathan yang tak memiliki otak secerdas Papanya dan Kakaknya, namun jika di lihat hari ini Nathan sepertinya ingin membuktikan bahwa perkataan Oma Widia tidak benar kalo otak Nathan kurang cerdas.
Satu jam sudah Delisa mengajari Nathan dan Delisa juga sudah memeriksa jawaban dari Nathan yang mengisi soal yang diberinya tadi, satu persatu di periksa oleh Delisa dengan begitu teliti sembari tersenyum puas.
"Serius, syukur deh. Besok belajar fisika ya" kata Nathan yang senang usahanya belajar membuahkan hasil juga meski masih ada salah sedikit
"Oke, sekarang udah dulu ya belajarnya. Udah pukul 5 sore, Gue harus pulang" kata Delisa menutup buku pelajaran yang ada dihadapannya
"Iya, makasih ya. Oh iya, ini gaji yang sudah Gue janjikan pagi tadi" kata Nathan menyodorkan uang berwarna merah selembar
"Ini kebanyakkan, biasanya tarif Gue ngajarin LES 50 ribu" kata Delisa belum mau menerima uang yang masih ada di tangan Nathan
__ADS_1
"Gak apa-apa, karena Lho udah sabar ngajari Gue yang agak susah mengerti ini" jawab Nathan kemudian mengambil tangan Delisa dan meletakkan uang itu di telapak tangan Delisa
Akhirnya Delisa menerima uang tersebut dan lumayan baginya tambah-tambahan untuk simpanannya jika Nathan memberinya 100 ribu perhari, jadi total gajinya sehari 250 ribu sehari dan belum lagi kalo sore dapat lauk dari Oma Widia.
Delisa bisa berhemat dan tujuannya yang sekarang ingin membeli motor matic bekas untuk kendaraannya berangkat kerja dan pulang kerja agar tak susah payah memesan ojek online, setelah membantu Nathan merapikan buku-buku Delisa masuk ke dalam rumah dan ingin pamit dengan semua majikannya ingin segera pulang.
Seperti biasa sebelum pulang Oma Widia sudah meminta Bik Mirna membungkus lauk untuk di berikan kepada Delisa, Oma Widia juga langsung membayar gaji Delisa saat Delisa pamit pulang.
"Mama, kenapa dia dibungkusin lauk segala sih" kata Nathalie yang tak suka dengan perlakuan Mama mertuanya seperti mengistimewakan Delisa
"Nathalie, dia hanya tinggal berdua dengan Ayahnya. Pulang sore mana sempat dia masak, itu juga hanya sedikit gak sampai habis lauk di rumah ini" kata Oma Widia sedikit emosi Menantunya ikut campur urusannya padahal segala urusan Menantunya Oma Widia tak mau ikut campur.
"Tapi Ma..." kata Nathalie ingin membantah namun Oma Widia sudah mengangkat tangan memberi kode untuk diam
"Udah sih Ma, hanya makanan sedikit saja di ributkan. Lihat Delisa jadi tak enak" kata Nathan menegur Mamanya
Nathalie yang kesal karena Mama mertuanya dan Anak bungsunya membela wanita udik itu memilih berlalu dari sana, Delisa juga langsung pamit tanpa membawa bungkusan yang sudah di bungkus Bik Mirna tadi.
Delisa berlari keluar dari rumah majikannya tanpa menghiraukan panggilan Nathan yang terus memanggilnya, sepertinya Nathan ingin memberikan bungkusan lauk yang tinggalkan oleh Delisa.
Beruntung keluar dari pagar ojek online yang di pesan oleh Delisa sudah ada di depan jadi Delisa tak perlu menunggu lama, Delisa pun buru-buru naik ke jok belakang sembari memakai helm dan meminta Tukang ojek itu segera melajukan motor.
Nathan terlambat Delisa sudah jauh bahkan motor yang di tumpangi Delisa sudah tak terlihat karena sudah menghilang di belokkan jalan, Nathan jadi marah dengan kelakuan Mamanya tadi bisa-bisa hanya soal lauk di permasalahkan padahal mereka tak kekurangan.
__ADS_1
Nathan terpaksa kembali ke rumahnya meski harus berjalan dari pagar ke rumahnya lumayan jauh namun mau bagaimana lagi, Oma Widia yang melihat Nathan kembali masih dengan membawa bungkusan lauk untuk Delisa jadi sedih.
Oma Widia sudah terpikir pasti Delisa tersinggung dengan perkataan Menantunya tadi, Oma Widia jadi takut Delisa tak mau bekerja disini lagi gara-gara masalah barusan padahal Oma Widia begitu senang memiliki teman cerita.