Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Keputusan Delisa


__ADS_3

Delisa berjalan di koridor sekolah yang nampak masih sepi karena dirinya sengaja berangkat sangat pagi hari ini, Delisa langsung menuju ruang kelasnya dan duduk dibangkunya.


Setelah meletakkan tasnya Delisa bersandar dengan sandaran bangkunya sembari memasang earphone ditelinganya yang terhubung dengan hpnya, Delisa menikmati lantunan lagu yang terdengar di earphone.


Semalam Delisa sudah berpikir matang-matang, apapun yang terjadi hari ini dirinya harus menerima dan dirinya juga sudah mempunyai keputusan sendiri meski harus mengorbankan masa depannya.


Grasak grusuk mulai terdengar di koridor sekolah karena para murid sudah mulai banyak yang berdatangan, kelas X.IPA.1 yang tadinya hanya ada Delisa seorang diri kini sudah mulai banyak yang masuk.


Bunyi bel sekali menandakan mata pelajaran pertama akan di mulai, semua murid yang berada di mana saja bergegas ke kelas mereka masing-masing hingga kini di koridor sekolah menjadi sepi dan sunyi.


Para Guru juga mulai keluar dari ruang kantor dan berjalan menuju ruang kelas menurut mata pelajaran mereka masing-masing, seperti biasa saat Guru sudah masuk ke dalam kelas mengucap salam seketika kelas menjadi hening.


"Delisa, ke ruang Bu Wanda sekarang" ujar Pak Ares saat sudah duduk di kursi Guru


"Iya Pak, Saya permisi" kata Delisa beranjak dari duduknya dan keluar kelas


Delisa berjalan di koridor sekolah yang sepi namun jantungnya berdegup kencang, rasa khawatir dan takut menjadi satu saat Delisa mulai melangkah masuk ruang kantor.


Dengan mengucap basmalah Delisa mengetuk daun pintu ruangan Bu Wanda, saat terdengar perintah dari dalam Delisa pun membuka daun pintu itu dan masuk meski sekarang jantungnya ingin keluar dari organ tubuhnya saat matanya bertatapan dengan Bu Wanda.


Delisa duduk di hadapan Bu Wanda yang terhalang oleh meja, tak lama kemudian Bella datang bersama Mamanya dan ikut duduk di samping Delisa.


"Delisa, mana orang tua kamu?" tanya Bu Wanda pada Delisa yang dari tadi menunduk

__ADS_1


"Gak bisa datang Bu" jawab Delisa masih dalam keadaan menunduk


"Gak bisa datang atau surat panggilan itu gak kamu kasih" kata Bu Wanda membuat Delisa mati kutu saat ini


"Sudah Bu, Gak apa-apa orang tuanya gak datang. Kita langsung bahas duduk masalahnya saja" kata Rani menengahi Bu Wanda yang sepertinya sedang emosi


Bu Wanda menarik napasnya dengan kasar kemudian menghempuskannya perlahan agar emosinya reda saat ini, Bella yang menunduk namun sesekali melirik Bu Wanda tersenyum dalam hati karena murid kesayangan semua Guru kini dapat masalah.


Sedangkan Delisa yang menunduk tak berani sedikit pun untuk mendongak dan menatap wajah Bu Wanda yang sepertinya sedang sangat emosi, tiba-tiba air mata Delisa terjatuh tanpa di minta hingga Delisa secepat kilat menyeka air matanya.


"Mereka ini Bu kemarin berkelahi, entah apa masalahnya sampai bisa berkelahi" jelas Bu Wanda pada Rani


"Coba Delisa kamu jelaskan permasalahan kalian, kok bisa sampai berkelahi" kata Rani yang ingin mendengar cerita versi Delisa


Delisa yang dari awal menunduk mulai mendongak melihat sekelilingnya, Delisa menarik napasnya dan mulai menceritakan dari awal sampai akhir hingga membuat mereka berkelahi.


"Bohong Bu, Ma. Bella sudah bilang tidak sengaja dan langsung minta maaf tapi Delisa masih tidak terima hingga akhirnya menampar Bella. Karena Bella malu di tampar di depan umum jadi menarik rambut Delisa" kata Bella membalikkan fakta


Delisa menatap Bella dengan tatapan tajam, tak percaya bahwa Bella akan berbohong di depan Bu Wanda dan Mamanya hanya demi pembelaan.


"Nah Delisa, kamu ini mengapa berbeda dengan Bella" kata Bu Wanda yang fokus menatap Delisa


"Saya gak bohong Bu" jawab Delisa berusaha membela diri sendiri

__ADS_1


Bu Wanda mengeluarkan hpnya dan memperlihatkan video yang sudah di tonton semua orang mungkin sudah seluruh dunia menonton video itu, Delisa yang melihat video itu hanya bisa bungkam apalagi terlihat jelas bahwa dirinya yang langsung menyerang Bella.


Delisa tau video itu hanya di ambil separoh ketika dirinya menyerang Bella, namun percakapan awal mula sebelun dirinya menyerang Bella tak ada di dalan video itu.


"Bagaimana masih mau mengelak?" tanya Bu Wanda sembari menghentikan video dihpnya


Lagi-lagi Bella tersenyum dalam hati karena bisa membuat Delisa bungkam seribu bahasa bahkan mati kutu, inilah hari yang di tunggu-tunggunya Delisa merasakan malu baik di sekolah maupun di sosial media dan tentu semua orang bakal tau bahwa murid tercerdas se-Indonesia suka berkelahi.


"Saya sebagai Guru minta maaf Bu, atas perlakuan Delisa terhadap Bella. Jadi terima kasih sudah menyempatkan untuk ke sekolah kami" kata Bu Wanda pada Rani yang dari tadi diam namun memperhatikan gerak gerik Delisa dan Bella


"Iya Bu, saya pamit karena masih ada urusan pekerjaan" kata Rani beranjak dari duduknya kemudian berjabat tangan dengan Bu Wanda


Sepeninggalan Rani di ruangan Bu Wanda masih ada Delisa dan Bella yang duduk berdampingan dan menghadap Bu Wanda, Bu Wanda mulai menjelaskan hukuman apa yang akan di berikan kepada Delisa dan Bella.


Setelah itu Bu Wanda meminta Bella untuk kembali ke kelasnya dan membiarkan Delisa sendirian di ruangannya, Bu Wanda masih diam menatap Delisa yang dari tadi menundukkan kepala.


"Kamu tau, semua guru kecewa pada kamu setelah melihat video tadi dan satu lagi Pak Ilham sudah memutuskan untuk mencabut beasiswa kamu mulai hari ini" kata Bu Wanda yang masih menatap Delisa


"Iya Bu, saya tau konsekuensi apa yang akan saya dapat setelah membuat kesalahan. Tapi saya harap semua guru takkan menyesal jika suatu saat terbukti saya tidak bersalah, tak perlu kalian mencabut beasiswa saya karena mulai hari ini saya akan keluar sendiri dari sekolah yang tak mau mencari bukti kebenaran. Saya sadar saya salah karena telah berkelahi tapi saya takkan emosi jika orang itu tak mengusik atau menghina Ayah saya. Permisi" kata Delisa panjang lebar dan keluar dari ruangan Bu Wanda


Delisa kembali berjalan di koridor sekolah sendirian yang masih sepi dan berjalan terus sampai gerbang sekolah, untung dirinya membawa hpnya tadi jadi tak perlu repot untuk kembali ke kelas.


Delisa memilih jalan tikus untuk keluar dari sekolahnya, setelah berada di luar sekolah dirinya mengirim pesan dengan Wulan menitipkan tas ranselnya untuk di bawakan jika pulang sekolah dan Delisa juga memberi tahu bahwa dirinya takkan masuk kelas hari ini karena ingin langsung pulang.

__ADS_1


Delisa memilih pergi ke taman yang ada di pusat kota A, dirinya ingin menenangkan pikirannya dan berpikir lagi apa yang akan dijalaninya setelah berhenti sekolah.


Delisa tau keputusan ini membuat almarhunah Ibunya kecewa dan Ayahnya juga, namun mau bagaimana lagi ketimbang harus lanjut sekolah dengan bayar biaya SPP dan belum tentu masalah ini takkan terulang lagi karena dirinya tau kalo Bella memang telah merencanakan ini agar dirinya bisa keluar dari sekolah.


__ADS_2