Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Minta Restu


__ADS_3

Malam ini Nathan memilih pulang ke rumah Kedua orang tuanya, selesai mandi dan berganti pakaian Nathan turun ke lantai bawah ingin makan malam bersama Kedua orang tuanya.


Selama 1 tahun ini Nathan tinggal di apartemen milik keluarga mereka yang tak jauh dari perusahaan mereka, Nathan memilih tinggal di apartemen sebenarnya malas meladeni tutunan dari Mamanya yang memintanya bertunangan dengan Bella terus menerus.


Banyak perubahan dalam hidup Nathan semenjak Delisa menghilang bak di telan bumi dulu, 1 tahun kepergian Delisa Oma Widia jadi sakit-sakitan karena jarang makan hingga akhirnya meninggal dunia.


Lulus SMA Nathan yang lelah mencari keberadaan Delisa memilih sekolah di luar negeri selama 4 tahun, baru 1 tahun ini dirinya kembali namun saat kembali dirinya sudah harus menggantikan Papanya sebagai CEO di perusahaan mereka.


Dan yang membuat Nathan semakin jauh dari Kedua orang tuanya yaitu ulah Mamanya yang selalu memintanya bertunangan dengan Bella, namun semenjak Nathan memilih tinggal di apartemen Mamanya jadi tak pernah lagi membahas soal pertunangan.


"Nathan, kapan kesini nak?" tanya Nathalie berbasa basi saat melihat Anaknya duduk di salah satu kursi makan


"20 menit yang lalu" jawab Nathan singkat


Nathan dan Kedua orang tuanya mulai diam dan menyantap hidangan yang ada di atas meja, tak ada yang berani berbicara jika sedang makan seperti ini hanya terdengar bunyi sendok yang mengenai permukaan piring.


"Pa Ma Nathan mau bicara serius" kata Nathan setelah mereka selesai makan


"Mau bicara apa?" tanya Wijaya kepada Anaknya yang sepertinya kali ini sangat serius


"Nathan mau menikah" jawab Nathan sembari memandangi wajah Kedua orang tuanya secara bergantian


"Serius, kamu mau menikah dengan Bella" kata Nathalie begitu bahagia mendengar Anaknya ingin menikah


"Bukan dengan Bella, tapi dengan Delisa" jawab Nathan lagi sembari memang wajah serius

__ADS_1


Wijaya hanya diam mendengar jawaban Anaknya, Wijaya tak pernah memilih-milih soal menantu di rumah ini yang terpenting kebahagian Anak-anaknya yang selama ini dipentingkannya karena dirinya sebagai orang tua tak ingin menjadi penghalang kebahagian Anak-anaknya.


"Tidak, Mama tak sudi punya menantu pencuri dan miskin. Ditambah lagi besan yang cacat, tidak-tidak. Mengapa harus Delisa, Bella lebih segalanya" kata Nathalie yang masih mengingat tentang kehidupan Delisa 7 tahun yang lalu


"Ma, Nathan gak suka dengan Bella yang matre" kata Nathan sedikit menaikkan nada bicaranya


"kata siapa Bella matre, Bella itu anak orang kaya mana bisa di bilang matre. Justru Delisa yang miskin itu bakalan menghabis-habiskan uang kamu karena selama ini dia hidup miskin sekali nikah dengan kamu lihat saja kamu bakalan ikut jatuh miskin" kata Nathalie masih bersikeras melarang Anaknya


"Ma jangan bicara sembarangan bisa jadi doa" tegur Wijaya yang dari tadi diam


Nathan menghela napas panjang susah menjelaskan kepada Mamanya, entah mengapa bisa Mamanya begitu menyukai Bella yang tak ada apa-apanya dan kok bisa Mamanya tidak tau lebih banyak tentang Bella yang tak bekerja tapi suka foya-foya uang.


Nathan memilih beranjak dari sana meninggalkan Kedua orang tuanya, tak akan ada jalan keluar kalo Mamanya bersikeras ingin dirinya menikah dengan Bella bukan Delisa padahal rasa cintanya begitu besar dengan Delisa meski dilihatnya di mata Delisa belum ada rasa.


Kini tujuan utama Nathan harus membuat Delisa begitu mencintainya setelah itu baru berjuang bersama-sama mendapatkan restu Mamanya, kalo Papanya sepertinya tak terlalu banyak larangan mungkin bagi Papanya yang penting Anak-anaknya bahagia.


Bima malam ini pasti sedang malam pertama dengan Istrinya, sedangkan Alex kemungkinan di luar negeri sana sedang sibuk bersama istri dan Anak kembarnya yang baru lahir 2 bulan yang lalu sedangkan dirinya masih jomblo hingga detik ini.


Nathan menertawakan diri sendiri soal bisnis dirinya tak pernah kalah sedikitpun, namun soal cinta entah mengapa Delisa belum bisa di taklukan padahal dirinya sudah berusaha menjadi romantis siang tadi namun Delisa justru masih cuek dan diam malahan terlihat kesal dengan dirinya.


.


.


"Kenapa Mama selalu menilai orang dari harta?" tanya Wijaya saat mereka sedang bersantai di ruang keluarga

__ADS_1


"Pa, Delisa itu dulu mencuri jadi Mama gak mau sampai teman-teman sosialita Mama menghina Mama karena memilih menantu pencuri" jawab Nathalie kesal mendengar Suaminya membela Delisa


"Itu kan sudah lama, bagaimana jika Delisa memang jodoh Nathan dan Nathan bahagia bersama dengan Delisa" jelas Wijaya berusaha memberi pengertian kepada Istrinya


"Tidak Pa, sekali Mama bilang tidak ya tidak" jawab Nathalie tetap dengan pendiriannya


Wijaya menghela napas panjang beginilah watak Istrinya sulit mengoyahkan jawabannya, jika Istrinya sudah bilang A tetap A sampai kapanpun takkan pernah berubah menjadi B.


Nathalie ikut diam saat mendengar helaan napas Suaminya, mereka berdua kini fokus dengan layar TV yang dari tadi menyala namun tak ada satu pun yang menontonnya.


Sebenarnya Nathalie ingin bertanya dengan Nathan bisa bertemu dengan Delisa dimana setelah sekian lama menghilang, namun Nathalie gengsi takut Nathan berpikir dirinya khawatir tentang Delisa.


Dulu dirinya sempat menyesal namun saat Delisa tak di temukan sampai berapa tahun dirinya pikir selama ini mungkin Delisa malu menampakkan diri karena sudah ketahuan mencuri, memang dulu dirinya sempat melarang Delisa muncul lagi di depan semua keluarganya namun itu hanya sekedar gertakkan.


Jika Delisa tidak mencuri seharusnya Delisa mencari bukti bahwa dirinya tak bersalah bukan menghilang layaknya memang dirinya mencuri, bahkan sampai Mama mertuanya meninggal dunia Delisa tak ada muncul melihat wajah Oma Widia terakhir kali atau pemakaman Oma Widia dulu.


Namun semua yang dipikirkan Nathalie tidaklah benar, Delisa menghilang karena fokus mengejar karirnya tapi ketika Oma Widia meninggal dunia Delisa datang ke pemakaman Oma Widia bahkan Delisa ikut sampai pemakaman selesai.


Tak ada yang mengenali Delisa saat itu karena Delisa seperti pelayat lain memakai baju serba hitam dan berjilbab serta kacamata masker tak lupa di pakai Delisa karena tak ingin orang mengenalinya, Delisa mengetahui kabar Oma Widia meninggal dunia dari Wulan yang setiap hari selalu melaporkan apa saja yang terjadi di keluarga Nathan.


Nathan dan Kedua orang tuanya belum mengetahui tentang kesuksesan Delisa sekarang, Nathan tadi hanya bertemu dengan Delisa di wedding Wulan dan Bima itu saja sudah membuatnya bahagia dan tak tau menau Delisa datang serta pulang wedding mengunakan kendaraan apa.


Tadi siang Nathan berniat mengantar Delisa dan Ayahnya namun tak jadi karena saat Nathan ingin menawarkan tumpangan ada rekan bisnis Nathan yang datang mengajaknya ngobrol jadi Nathan tidak enak mengabaikan rekan bisnisnya, setelah itu saat menoleh Delisa dan Ayahnya sudah tidak ada lagi bahkan di lobi hotel juga tak ada.


Makanya Nathan belum tau bahwa Delisa dan Ayahnya pulang dengan sebuah mobil mewah yaitu mobil ferrari, hanya Bella yang baru mengetahui tentang kesuksesan Delisa saat ini sedangkan Wulan sekeluarga sudah tau bahkan menjadi saksi perjalanan Delisa merintis usahanya.

__ADS_1


Namun jika Nathalie tau tentang kesuksesan Delisa mungkin saja dirinya berubah pikiran merestui Nathan untuk menikahi Delisa, hanya saja apakah mau Delisa menjelaskan dengan semua orang tentang kesuksesannya yang malahan selama ini di tutup-tutupinya.


__ADS_2