
Delisa dan Ayahnya sudah puas berkeliling di MALL ini jadi sekarang mereka ingin pulang ke rumah setelah makan di cafe yang ada di MALL ini, Delisa dan Ayahnya langsung menuju ke arah parkiran mobil dan segera masuk ke dalam mobil ferrari milik Delisa.
Delisa mulai melajukan mobil ferrarinya setelah keluar dari area parkiran, mobil ferrari milik Delisa melesat bergabung dengan kendaraan lain dan ikut membela jalan raya di pusat kota A siang ini yang sepertinya sangat macet.
Terdengar dari klakson mobil-mobil lain dan di depan juga sepertinya ada sebuah kerumunan serta polisi yang meminta pengendara mobil putar balik, Delisa yang penasaran memilih turun dari mobil ferrarinya dan berjalan ke arah kerumunan ingin melihat apa yang terjadi.
Ada sebuah mobil mewah yang bertabrakkan dengan sebuah truk yang membawa barang muatan penuh, supir truk itu hanya cidera ringan sedang seseorang di dalam mobil mewah itu masih berusaha di keluarkan oleh pihak kepolisian dan orang-orang di sekitar itu.
Terlihat simbahan darah yang banyak jadi tak bisa melihat wajah korban tersebut namun dari rambut yang tergelai sepertinya seorang perempuan, Delisa mengambil foto mobil mewah yang bertabrakkan itu dan tak lupa nomor platnya ikut difotonya setelah itu dirinya mengirim ke status aplikasi whatsapp bertanya pada semua kontak yang disimpannya kalau saja ada yang kenal dengan pemilik mobil tersebut.
Delisa kembali ke arah mobil ferrarinya yang terparkir agak jauh dari tempat kejadian, Delisa segera masuk dan memundurkan mobil ferrarinya dirinya terpaksa harus mencari jalan lain untuk sampai ke rumahnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Dika saat melihat Anaknya memutar mobil
"Ada kecelakaan di depan, kasian pemilik mobil mewah itu sepertinya sangat parah dan korban kecelakaan itu perempuan" jawab Delisa sembari fokus dengan jalan ingin lebih hati-hati membawa kendaraan.
Dika tak menyahut lagi saat melihat ke arah Anaknya yang begitu fokus dengan jalan di depan, Hingga tak terasa mereka tiba di depan pagar rumah mereka setelah membunyikan klakson berapa kali satpam langsung membukakan pagar dan mobil ferrari milik Delisa kembali melaju masuk menuju garasi.
Dika lebih dulu keluar dari mobil dan di ikuti Delisa yang membawa dua paperbag miliknya dan milik Ayahnya, saat hendak melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah terdengar bunyi hp Delisa yang berada di dalam tasnya.
Delisa mempercepat langkah kakinya masuk ke dalam rumah dan berhenti sejenak di ruang tamu, ingin melihat siapa yang menghubunginya barusan dan dilihatnya ternyata Nathan barusan menelepon namun sayang tak terjawan oleh Delisa.
Baru ingin memasukkan kembali hpnya ke dalam tas Nathan lagi-lagi menghubunginya, seingat Delisa Nathan bilang hari ini akan sibuk karena sedang melakukan perjalanan bisnis dan tidak akan menghubunginya namun belum sehari Nathan sudah kembali menghubunginya.
"Hal..." jawab Delisa namun terhenti saat orang di seberang berbicara terlebih dahulu
__ADS_1
"Del, kamu bertemu mobil kecelakaan itu dimana. Itu yang kecelakaan Mamaku Del. Tadi pas Bima membuka status di whatsapp tak sengaja melihat sttasmu, aku langsung menghubungi orang rumah dan kata Bik Mirna Papa ada di rumah yang membawa mobil Papa artinya Mama" kata Nathan terus berbicara tanpa jeda di seberang sana
Delisa yang mendengar hanya terdiam tak menyangka mobil mewah yang kecelakaan tadi ternyata Mamanya Nathan yang artinya calon mertuanya, Delisa yang masih terkejut atas berita ini masih diam terpaku hingga tersadar Ayahnya yang menyenggol lengan Delisa.
"Ada apa?" tanya Dika yang melihat Anak diam memating seperti orang yang sedang syok
Delisa melihat ke layar hpnya ternyata telepon dari Nathan sudah terputus, Delisa duduk di sofa mengatur detak jantungnya yang terpacu sangat hebat seperti habis berlari di kejar srigala.
"Ya...yang kecelakaan tadi Mamanya Nathan" jawab Delisa gugup
.
.
Sebelum kecelakaan terjadi
"Mama mau ketemu teman-teman sosialita Mama, Pa. Di MALL pusat kota dan sekalian Pa, Mama pinjem mobil Papa" jawab Nathalie sembari mendekati Suaminya dan mendaratkan ciuman di pipi Suaminya
"Itu kunci mobil, pergi dengan supir atau bawa sendiri?" tanya Wijaya lagi kepada Istrinya
"Sendiri aja Pa, gak mau ngerepotin. Mama berangkat dulu ya Pa" jawab Nathalie kembali mendaratkan ciuman di pipi Suaminya
"Hati-hati di jalan" ujar Wijaya mengingatkan Istrinya
Nathalie berjalan keluar rumag menuju garasi mobil dan masuk ke dalam mobil mewah milik Suaminya yang sudah jarang di gunakan semenjak Suaminya pensiun, Nathalie segera melajukan mobil mewah itu meninggalkan halaman rumahnya setelah satpam membukakan pagar.
__ADS_1
Selama di perjalanan Nathalie masih memikirkan cara memisahkan Nathan dan Delisa, dirinya sengaja meminta bertemu dengan teman-teman sosialitanya siang ini ingin meminta solusi yang tengah dipikirkannya ini.
Tiba-tiba hpnya berbunyi diliriknya sekilas tertera disitu nama Anak sulungnya yang menelepon kebetulan Nathalie sedang merindukan Anak sulungnya dan cucu perempuannya juga jadi segera Nathalie menerima telepon tersebut, Nathalie yang sudah menerima telepon masih fokus dengan jalanan di depan.
Nathalie yang kesusahan memegang hpnya mencari earphone miliknya yang biasa diletakkannya di dalam tas, Nathalie terus mencari earphone miliknya di dalam tas namun tak kunjung dapat sedangkan di seberang telepon cucunya merengek dengan Anak sulungnya meminta melakukan panggilan video call.
Nathalie yang tak kunjung mendapatkan earphonenya segera menumpangkan semua isi tasnya dan earphonenya terjatuh di bawa kursi, Nathalie berusaha mengapai earphone tersebut namun tak dapat hingga dirinya memilih menunduk sebentar mengambil earphone itu tapi na'asnya di depan ada sebuah truk yang membawa barang muatan banyak tanpa bisa di cegah lagi terjadilah tabrakkan itu.
Hp milik Nathalie terpelanting jatuh entah kemana sampai keluar dari kaca mobil yang terbuka setengah, dan mobil Nathalie terseret ke depan oleh sebuah mobil truk yang supirnya berusaha menginjak rem namun terasa sangat sulit karena jarak mobil mereka begitu dekat.
.
.
Di luar negeri
"Mommy kok mati telepon Grandma?" tanya Cinta anak Nathasya kakak perempuan Nathan
"Mungkin Grandma sedang sibuk, entar kita telepon lagi ya. Sekarang gimana kalo main aja sama Mommy" kata Nathasya memberi pengertian kepada Anaknya yang sudah berusaha hampir 10 tahun itu
"Tapi Mommy janji ya, nanti kita telepon Grandma lagi" kata Cinta yang menginginkan janjinya di penuhi
"Janji..." jawab Nathasya sembari memberikan jari kelilinginya
Cinta langsung membalasnya, Nathasya dan Cinta memilih bermain puzzle yang saat ini sedang membangun sebuah istana kerajaan namun sebenarnya perasaan Nathasya tidak enak terpikir dengan Mamanya yang di Indonesia karena jarang sekali Mamanya begitu sibuk pasti Mamanya selalu menyempatkan waktu untuk menerima telepon dari dirinya.
__ADS_1
Di telepon lagi tadi justru tak aktif saking Mamanya tak mau di ganggu, akhh mungkin Mamanya sedang menghabiskan waktu bersama Papanya yang sekarang hanya di rumah saja semenjak perusahaan mereka di kelola oleh Adik laki-lakinya itu.