Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
7.pekerjaan baru


__ADS_3

pagi ini siska sudah bersiap mengemas beberapa barang yg akan di butuhkan selama berada di tempat kerjanya.


ia keluar kamar lalu membantu ibunya yg masih berkemas .


ada ayah duduk atas ranjang.


"bu,,sebentar lagi kak galih akan datang,kak galih akan mengurus semuanya.sementara kita pakai uang kak galih dulu,nanti aku dan kak lia akan mengantinya.ibu dan ayah tak perlu pikirkan soal biaya,yg terpenting ayah cepat sehat ."ucap siska.


ibu mendekati siska,menatapnya sedih lalu mengusap kepalanya lembut.


"maafkan kami nak,kami sudah membuatmu susah."ucap ibu fiya sedih.


"ibu dan ayah tak pernah menyusahkan ku,ibu telah merawat dan menyayangiku,semua itu sudah lebih dari cukup,jangan fikirkan apapun,aku pasti akan kuliah.doakan aku semoga aku sehat."ucap siska lalu memeluk ibunya.


ibu membalas pelukannya lalu mencium keningnya.


ayah mengelus pundah siska pelan,air matanya menetes.ayah sangat bangga padanya.


ia anak yg rajin dan tak pernah mengeluh.


lia datang membawa satu ransel untuk di bawa ke rumah budenya.


mereka sudah bersiap dan menunggu galih di teras.


tk butuh waktu lama untuk menunggu,galih datang bersama ibunya mengendarai mobil pribadinya.


siska ,lia ibu dan ayah menyapa mereka ramah.mereka memang satu keluarga yg kompak.mereka saling membantu jika ada yg dalam kesulitan.


ayah , ibu,bude dan kak galih berangkat menuju tempat pengobatan.


galih melajukan mobilnya pelan dan santai.


___


siska dan lia naik angkot menuju rumah budenya.wewei telah menunggunya di rumah.


wewei adalah nama istri galih .


siska dan lia telah sampai di rumah wewei.


siska mengetuk pintu pelan dan sopan.


wewei membuka pintunya lalu menyuruh mereka masuk.


mereka duduk di ruang tamu dan mengobrol.


"kak wei,,terima kasih sudah mau membantu kami.aku janji akan segera mengembalikan uang kak galih." ucap siska .


"ya kak,,sekali lagi terima kasih."sahut lia.


"kalian ini bicara apa,kita kan saudara,sudah sepantasnya kita saling membantu."jawab wewei.meskipun bukan kakak kandung wewei memang sangat baik,dia gadis yg pandai dan juga tidak pelit.


"kalian pasti lapar,ayo kita makan,aku udah masak banyak tadi."ajak wewei


"terima kasih kak ."jawab siska dan lia barengan.mereka bertiga meninggalkan ruang tamu lalu duduk di ruang makan.


mereka menikmati masakan wewei dengan lahap.


tint..tint..


bunyi klakson mobil pak egi datang.ia sudah ada di depan untuk menjeput siska.


siska bergegas mengambil ranselnya lalu pergi keluar menemui pak egi.


lia dan wewei mengikuti dari belakang.


"kak lia,kak wei,,aku berangkat dulu,doakan aku somoga aku betah di sana."ucap siska lalu memeluk lia dan berganti memeluk wewei.


"hati hati kamu disana,jangan ceroboh."pesan lia.siska mengangguk mengerti.

__ADS_1


"jaga dirimu dan sering seringlah menelpon."pesan wewei.


"iya kak,aku pasti baik baik saja,jangan terlalu khawatirkan aku.dadah..."jawab siska lalu masuk ke mobil.


pak egi menyalakan mesin mobil lalu melajukan pelan.


"apa kabar pak,lama tak bertemu?"tanya siska sopan dan ramah.


"alkhamdulillah baik nak."jawab pak egi.


pak egi dan siska sudah saling kenal.


siska pasti mampir ke rumah pak egi jika sedang berkunjung ke rumah budenya.


siska menikmati pemandangan kota.banyak rumah mewah dan gedung gedung pencakar langit.ia tak pernah menemukan semua ini di kampung halamannya dulu.


tiba tiba ia ingat seseorang,mengambil ponsel jadulnya lalu mengirim pesen ke seseorang.


"siang kak,apa masih sibuk?"send.


siska berharap ia akan cepat membalasnya.


siska melihat dan mengeser geser ponselny,


namun ia belum juga membalasnya.


"mungkin dia masih sibuk."ucap siska dalam hati.ia menutup ponselnya lalu memasukkan kedalam tas kecilnya.


pak egi menghentikan mobinya di halaman rumah yg cukup besar dan mewah.


siska turun dengan hati gemetaran.


ini adalah pertama kalinya ia bekerja di rumah orang.sebenarnya bukan ini pekerjaan yg ia inginkan,tapi demi keluarganya ia rela bekerja sebagai art.


pak egi turun lalu mengajak siska masuk kerumah mewah itu.


siska mengekor di belakang pak egi.


entahlah...yg jelas dia sangat takut.


pak egi mengetuk pintu lalu masuk.


ada dua orang duduk di ruang tamu.


ada seorang wanita cantik,putih dan mulus.rambutnya sebahu lurus dan di cat agak pirang.


di sebelahnya ada seorang laki laki gendut,besar ,tinggi berkulit hitam.wajahnya agak sedikit menyeramkan.


"selamat siang nyonya,selamat siang tuan,ini ada siska yg mau bekerja di rumah ini."ucap pak egi.


"iya ,duduklah.egi kamu boleh pergi."jawab wanita cantik itu.


pak egi meninggalkan ruang tamu.


kini hanya ada siska,nyonya dan tuan.hati siska semakin deg deg kan.


ia mengenggam tangannya erat dan menundukkan kepalanya.


"egi sudah cerita banyak tentang dirimu,hari ini kamu sudah mulai bekerja.tugasmu hanya bersihkan rumah dan menjaga putraku."ucap wanita itu.


"apa menjaga putranya."siska mengulangi kata kata wanita itu dalam hatinya.


siska tak punya pengalaman mengasuh anak apa lagi bayi.


Hatinya kini mulai ragu dengan pekerjaanya.


"maaf nyonya,tapi saya belum pernah mengasuh bayi."jawab siska jujur.


wanita itu hanya tersenyum tipis lalu memanggil bi in.

__ADS_1


"bi in,,tolong antarkan silin ini ke kamarnya,dan beri tahu apa saja tugasnya."iya nyonya.


bi in mengajak siska masuk,menunjukkan kamar tidurnya.


"si lin,,letakkan bajumu di lemari itu,ayo ikut aku,biar kutunjukkan anak yg akan kamu asuh."ucap bi in lalu mengajakku naik ke lantai dua


di lantai dua ada tiga kamar dan ruang olah raga.


bibi membuka pintu kamar paling pojok.


kreeek...


suara pintu terbuka ,siska dan bi in masuk kamar.ada anak laki laki sekitar umur 14 tahunan.


kamarnya sangat berantakan,ada bekas bungkus makanan berceceran di mana mana,ada keping kaset tercecer di lantai.


mata siska merasa risih melihat kamar yg mengerikan itu.matanya lebar bulat dan ia hanya bisa menelan ludah yg sudah terlalu kering itu.


bi in keluar meninggalkan siska.


hanya ada siska dan anak itu.


siska masih bingung mencari keberadaan anak kecil yg akan di asuhnya.


"dimana dia,katanya aku harus mengasuh bayi,tapi di sini ngak ada siapa siapa,cuma anak ini gendut dan tingi bahkan lebih tinggi dariku."ucap siska dalam hati.


"hai..namamu siapa?tanya siska ramah.


anak itu cuma menatapnya tajam lalu kembali memainkan gamenya.


siska mulai membereskan kamarnya.ia tak tahan melihat kamar yg berantakan.


ia masih mencari cari keberadaan anak kecil itu namum ia tak mendapatknya.


ruang kamar sudah bersih dan rapi.siska merasa lelah dan capek.ia memutuskan untuk turun mengambil minum tapi anak itu memanggil siska sebelum ia turun ke bawah.


"minumlah,kamu pasti haus."ucap anak itu lalu menyodorkan segelas air putih.


siska menerimanya lalu menyesapnya hingga habis.


"namaku hansen,apa kamu mencari anak kecil yg akan kamu asuh."tanya hansen.


siska mengangguk dan tersenyum tipis.


"anak itu aku,aku anak yg akan kamu asuh." jawab hansen.


mata siska mbelalak lebar memandang hansen tak percaya .


"ank itu kamu,apa kau bercanda."tanya siska lalu tertawa ringan.


"iya itu aku,kau tak perlu mengurusku seperti bayi,kau cukup menemani aku dan menyiapkan segala kebutuhanku."jawab. hansen meyakinkan siska.


"baik tuan,,aku percaya padamu." balas siska.


"jangan pangil aku tuan,panggil aku hansen."ucapnya lagi.


((nyonya memanggil siska dengan sebutan silin))


♥️♥️♥️


jangan lupa like,komen dan tuliis saran.


vote dan juga rate 5.


mampir juga ke karya aku yg lainnya.


**terpaksa menikahinya**


**tujuan hidup**

__ADS_1


terima kasih 🙏🙏


__ADS_2