
"Ma... Mama" teriak Bella saat masuk rumah
"Ada apa sih Bella, pulang-pulang main teriak segala?" tanya Rani yang kesal mendengar Anaknya berteriak
"Ma, ada kabar penting. Gak tau ini menurut Mama baik atau buruk" kata Bella sembari menarik tangan Mamanya mengajak duduk di kursi
"Iya mana Mama tau kalau belum di kasih tau" jawab Rani masih dengan nada kesal
Bella menarik napas panjang kemudian mulai menceritakan apa yang dilihatnya waktu di wedding Wulan dan Bima, dari Delisa dan Ayahnya Delisa keluar dari sebuah mobil mewah yang hanya ada satu di kota A ini yaitu milik Delisa.
Tentang Ayahnya Delisa yang sudah bisa berjalan dan baru pulang dari Korea karena habis melakukan pengobatan, Delisa kini menjadi seorang desainer dan kesuksesan yang di capai oleh Delisa bahkan tentang Nathan bilang ingin segera menikah dengan Delisa semua Bella ceritakan dengan Mamanya.
Rani yang mendengar terdiam tak menyangka kehidupan keluarga Adik laki-lakinya berubah 180 derajat setelah menghilang selama 7 tahun, mungkin bisa di bilang kabar baik karena Adik laki-lakinya sudah bisa berjalan lagi namun kabar buruknya jika Delisa kembali lagi tentu kesempatan Bella mendapatkan Nathan semakin kecil.
Apalagi selama berapa tahun ini Bella sudah berusaha mencari perhatian Nathan namun tak ada yang membuahkan hasil, meski juga Nathalie terus memaksa Nathan namun hasil sama tak ada perkembangan.
"Udah semoga saja Tante Nathalie tak merestui hubungan mereka" jawab Rani menenangkan Anaknya
"Iya Ma semoga aja" jawab Bella sedikit ragu
Bella pamit dengan Mamanya ingin ke kamar tidurnya sekalian mengganti pakaian dan beristirahat, pergi ke acara pernikahan Wulan dan Bima dengan penampilan yang begitu sempurna berharap Nathan terpesona namun justru penampilannya masih kalah dengan penampilan Delisa.
Masuk kamar Bella langsung melempar tasnya ke atas tempat tidur bersamaan dirinya yang di hempaskan di atas tempat tidur, Bella merutuki nasibnya yang selalu kalah selangkah dengan Delisa meski sudah berbagai acara dilakukannya.
Bella segera beranjak dari tempat tidur ingin berendam di bathtub agar pikirannya bisa lebih rileks, setelah mencopot semua pakaian yang terbalut ditubuhnya Bella segera masuk ke dalam bathtub dan mulai berendam sembari mendengar lantunan musik yang diputarnya melalui hp.
__ADS_1
Selesai mandi dan berpakaian Bella segera turun ke bawah ikut bergabung dengan Mamanya yang sedang bersantai di ruang keluarga menonton TV film kesukaan Mamanya, karena ini sudah sore juga dan Bella tak ada kegiataan apapun makanya memilih bergabung dengan Mamanya.
.
.
Ditempat lain
Delisa berusaha menjauh dari Nathan karena dirinya sangat malas melihat tingkah Nathan begitu posesif pada dirinya, Delisa sudah pamit dengan Wulan dan Bima ingin segera pulang apalagi hari sudah makin sore.
Namun lagi-lagi Nathan mengikuti langkahnya setiap dirinya kemanapun, membuat Delisa kembali menekuk wajahnya dan menggerutu dalam hati tentang Nathan.
"Ayah, kita pulang yuk" kata Delisa saat sudah berada di dekat Ayahnya
Dika yang tadi mengobrol segera menolehbke arah Anaknya yang merengek ngajak pulang, biasanya Delisa paling betah jika acara pesta seperti ini namun entah mengapa hari ini Anaknya terlihat kesal bahkan terlihat sangat jelas di raut wajah Anaknya saat ini.
"Haii, Alhamdulilah baik" jawab Dika sembari menyunggingkan senyuman
"Kenalkan Om nama Saya Nathan Wijaya anak pak Wijaya pemilik perusahaan Wijaya Sentosa, dan satu lagi Om calon suami Delisa" kata Nathan memperkenalkan dirinya dengan penuh percaya diri
Delisa langsung melotot mendengar pengakuan Nathan tentang calon suami, sedangkan Dika langsung menatap ke arah Anaknya meminta penjelasan dari Delisa.
Dika memang kenal dengan Pak Wijaya namun dirinya tidak tau tentang Anak laki-laki didepannya ini, apa benar calon suami Anaknya namun seingat dan sepengetahuannya Delisa tak ada dekat dengan laki-laki mana pun.
"Saya bisa jelaskan apa yang ada di pikiran Om" kata Nathan seperti bisa membaca pikiran Ayahnya Delisa saat ini
__ADS_1
Nathan mulai bercerita tentang pertemuannya dengan Delisa pertama kali di sekolah dulu, usaha Nathan mencari perhatian dan pendekatan serta sampai Delisa bekerja dirumahnya semuanya Nathan ceritakan.
Hingga Delisa menghilang selama 7 tahun, dirinya sudah berusaha mencari kemana-mana namun Nathan tak pernah lelah dengan usaha pencariannya serta selalu berdoa dan yakin pasti Tuhan mempertemukan mereka lagi syukurnya ternyata takdir berpihak dengan mereka makanya di pertemukan lagi hari ini.
Dika yang mendengar cerita Nathan tersenyum, ternyata ada yang begitu besar mencintai Anaknya meski dulu posisi Anaknya hanya seorang ART tapi Nathan tak memandang semua itu dan tetap mencintai Anaknya.
"Datanglah ke rumah kami, lamar Anak Om baik-baik ajak keluargamu" ujar Dika menepuk pundak Nathan
"Baik Om, terima kasih Saya pasti akan ke rumah kalian" jawab Nathan percaya diri dan yakin
Delisa dan Ayahnya segera keluar dari hotel tersebut menuju parkiran hotel dimana mobil ferrari Delisa terparkir, Delisa dan Ayahnya sudah masuk ke dalam mobil dan mobil mulai melaju bergabung dengan kendaraan yang lain yang ada di jalan raya.
"Ayah kok main restu aja soal Delisa dengan Nathan, Delisa itu gak suka dengan Nathan yah" kata Delisa matanya fokus ke jalan
"Yakin Anak Ayah gak suka dengan Nathan pengusaha muda loh" kata Dika mengoda Delisa
"Memangnya Delisa cewek matre memandangi harta, Ayah denger ya dari pertama Nathan mendekati Delisa dulu Delisa ilfil apalagi sekarang makin muak" kata Delisa kesal mendengar Ayahnya mengoda dirinya
"Kamu tau gak Del, cinta dan benci itu beda tipis" kata Dika semakin jadi menjahili Anaknya
"Sudah akh, malas ngomong dengan Ayah" kata Delisa memajukan bibirnya berapa senti sembari dengan raut wajah kesal
Dika lagi-lagi tersenyum melihat Anaknya, mungkin memang saat ini Anaknya belum ada perasaan sama sekali dengan Nathan namun suatu saat nanti pasti rasa cinta itu muncul bersamaan dengan perjuangan Nathan.
Mobil ferrari Delisa memasuki halaman rumah setelah pintu gerbang di buka oleh satpam, Delisa langsung memasukkan mobil ferrarinya ke dalam garasi mobil dan segera turun bersama Ayahnya.
__ADS_1
Delisa langsung berjalan menuju lantai atas, dirinya merasa begitu lelah hari ini karena seharian membantu Wulan dan Bima ya meski begitu Delisa sangat bahagia setelah melihat Sahabatnya kini telah menyandang status istri orang.
Tiba dalam kamar Delisa langsung masuk ke kamar mandi ingin membersihkan tubuhnya yang terasa lengket akibat keringat, setelah mandi Delisa berbaring sejenak di atas tempat tidur sembari bermain hp melihat banyak DM yang masuk yang kemungkinan orang memesan gaun pernikahan atau baju lain.