Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Kena Masalah


__ADS_3

"Bella, tolong ambil buku latihan kalian di atas meja Bapak ya. Tadi Bapak lupa bawa kesini" ujar Pak Ares kepada Bella


"Ohh iya Pak, saya permisi dulu" jawab Bella beranjak dari duduknya dan segera keluar dari kelasnya


Bella berjalan di koridor sekolah yang sudah sepi karena semua murid tentunya sudah masuk ke kelas masing-masing setelah bunyi bel berapa detik yang lalu, saat terus berjalan dan sudah masuk ke ruang kantor Bella tak sengaja mendengar suara Guru sedang menegur anak murid.


Bella memastikan kalo itu berasal dari ruang BK yaitu ruangan Bu Wanda, Bella yang penasaran akhirnya sedikit mendekat ke arah ruang BK itu.


"Ini bukan yang pertama atau kedua kali kamu terlambat Delisa, kamu taukan di catatan buku Ibu kamu sudah 7 kali terlambat dari semester 1 kemarin" kata Bu Wanda yang di dalam ruangnya menunjukan catatan tentang prilaku Delisa di sekolah


Bella yang di luar mendengar nama Delisa semakin penasaran, akhirnya menempelkan telinganya di daun pintu dan beruntung ruang kantor saat ini sedang sepi jadi tak ada yang melihat kelakuan Bella saat ini.


Di dalam ruang BK Delisa hanya menundukkan kepala tak berani untuk melihat wajah Bu Wanda jika sedang marah, Delisa sadar kalo dirinya memang salah karena sering terlambat.


"Meski kamu murid tercerdas di sekolah ini, bukan berarti semau kamu bisa datang ke sekolah terlambat terus" kata Bu Wanda yang terus menceramahi Delisa


"Kalo kamu terus membuat masalah, Kepala sekolah gak segan-segan akan mencabut beasiswa kamu di sekolah ini" kata Bu Wanda lagi memperingati Delisa agar tak mengulangi kesalahan yang sama


Bella yang mendengar semua perkataan Bu Wanda tersenyum miring, dirinya sepertinya harus mulai bertindak setelah selama berapa bulan yang lalu membuat rencana namun belum terlaksanakan karena belum punya waktu yang tepat tapi sepertinya hari ini waktu yang di tunggu-tunggunya selama ini.


Bella pun berlalu dari depan ruang BK dan segera keluar dari ruang kantor setelah mengambil buku latihan milik kelasnya, Bella segera bergegas kembali ke kelasnya sebelum Pak Ares bertanya-tanya mengapa dirinya sangat lama ke ruang kantor hanya untuk mengambik buku latihan.


Tok...tok...tok


Bella mengetuk pintu kemudian masuk dan meletakkan buku latihan itu di atas meja Guru, Pak Ares yang sedang menulis rumus-rumus di papan tulis akhirnya berhenti sejenak dan meminta Bella untuk langsung membagikan buku latihan mereka.

__ADS_1


Bella pun menurut dan mulai membagikan satu persatu buku latihan milik teman-teman kelasnya, selesai semua Bella kembali duduk di bangkunya dan mulai memperhatikan pelajaran yang di jelaskan oleh Pak Ares.


Hingga tak terasa bel istirahat berbunyi, semua murid sontak bersorak bahagia karena waktu yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba dan semua Guru yang berada di dalam ruang kelas pun mengakhiri pelajaran lalu keluar.


"Jes, Sin. Gue ada kabar baik" kata Bella menoleh ke belakang di mana kedua temannya duduk


"Apa?" tanya Jesica dan Sintya


Bella pun mulai membisikkan sesuatu di telinga Jesica dan Sintya, dirinya juga berencana hari ini akan menjalankan rencana Jesica berapa bulan yang lalu yang sempat tertunda karena belum memiliki waktu yang tepat.


"Oke, kita setuju. Semoga rencana kita berhasil" kata Jesica senang


Kini Bella the gengs mulai keluar dari ruang kelas mereka ingin mencari keberadaan Delisa, tiba di kantin sekolah sepertinya keberuntungan saat ini ada di pihak Bella the gengs.


Bella mengambil minuman kaleng merek coca cola dan langsung di bukanya sembari meminumnya serta sambil berjalan, saat tiba di dekat tempat duduk Delisa Bella tiba-tiba seperti tersandung hingga akhirnya minuman kaleng yang ada dipegangnya tumpah dan kena seragam sekolah Delisa yang berwarna putih berubah menjadi coklat.


Delisa yang terkejut langsung berdiri marah dan menatap Bella dengan tatapan tajam, semua murid yang ada di kantin sekolah tertawa entah menertawakan Bella yang tersandung apa menertawakan Delisa yang seragamnya sudah berubah warna.


"Aduh kena deh" kata Bella langsung berdiri dan mengibas-gibaskan tangan dan seragamnya


"Apa maksud Lho, Lho sengaja nyiram Gue" teriak Delisa yang saat ini sedang emosi karena bawaan tamu bulan, habis kena tegur Bu Wanda dan perut lapar


"Kalo iya kenapa" teriak Bella juga sembari berkacak pinggang


"Mau Lho itu apa sih, selalu bikin masalah dengan Gue" kata Delisa dengan tatapan tajam

__ADS_1


Jesica dan Sintya hanya diam melihat reaksi Bella dan Delisa yang adu mulut, meski sebenarnya Jesica sedang memvideokan Bella dan Delisa secara langsung di akun sosial medianya yang bernama anonim dan bahkan itu live di halaman sekolah SMA Tunas Bangsa.


Tapi yang nampak di video itu hanya wajah Delisa karena Jesica sengaja biar seluruh publik tau bahwa kelakuan murid tercerdas se-Indonesia bisa ribut juga, Bella terus memancing Delisa dengan kata-kata penghinaan tentang anak orang miskin sekolah hanya menghandalkan beasiswa dan bahkan keadaan Ayahnya Delisa yang tak memiliki kedua kaki.


Delisa yang sudah emosi langsung menampar pipi Bella, Bella yang tak terima kena tampar akhirnya menarik rambut Delisa lalu berakhir dengan mereka berdua yang saling tarik rambut dan saling tampar.


Di kantin sekolah jadi gaduh, Wulan yang tadi awalnya cuek dengan orang yang beradu mulut tapi saat mendengar teriakkan Delisa yang tak terima Bella menghina Ayahnya akhirnya Wulan meninggalkan pesanannya dan berusaha melerai Bella dan Delisa.


Salah satu murid yang ada di kantin memberitahu Bu Wanda soal kejadian yang ada di kantin, Bu Wanda dan Pak Ilham segera bergegas ke kantin sekolah setelah mendapat laporan bahwa ada murid yang berkelahi.


"Berhenti......" teriak Bu Wanda mengema di ruang kantin


Semua murid yang berada di kantin terkejut mendengar teriakkan Bu Wanda sampai mereka semua menutup telinga dan memegang dada, Delisa dan Bella juga sudah berhenti setelah mendengar teriakkan Bu Wanda yang baru pertama ini berteriak bahkan seperti memakai TOA.


"Bella Delisa ke ruang Ibu sekarang juga" kata Bu Wanda dengan nada tinggi kemudian berlalu dari sana


Delisa menundukkan kepala selama berjalan di koridor sekolah, dirinya tak habis pikir mengapa bisa terpancing emosi tadi padahal selama ini dirinya bisa mengontrol emosinya entah mungkin karena sudah menyakut tentang Ayahnya dirinya yang paling tak terima.


Di dalam ruang BK Bu Wanda kembali menegur Delisa yang baru saja tadi pagi membuat masalah karena terlambat justru jam istirahat ini membuat masalah lagi dengan berkelahi, Bella tersenyum dalam hati ini sesuai rencananya dirinya tak takut untuk kena marah atau kena hukuman dari Bu Wanda yang tentunya dirinya masih bisa sekolah.


Berbeda dengan keadaan Delisa yang hanya menghandalkan beasiswa jika sudah dapat masalah ini tentunya beasiswanya jadi taruhan, Delisa hanya bisa menundukkan kepala di depan Bu Wanda dan Pak Ilham.


"Ini surat panggilan untuk orang tua kalian berdua" kata Bu Wanda menyodorkan dua amplop di atas mejanya


Delisa dan Bella mengambil amplop itu dengan wajah yang masih dalam keadaan menunduk, kemudian mereka berdua pamit keluar dari ruangan Bu Wanda

__ADS_1


__ADS_2