
1 Tahun kemudian
Delisa dan Nathan telah resmi menikah, kini Delisa tengah mengandung buah hati hasil percintaan mereka dan kandungannya telah memasuki trimester ketiga sama seperti Wulan yang saat ini juga sedang mengandung bahkan usia kandungan mereka sama hanya berbeda berapa hari.
Delisa dan Nathan memilih tinggal di rumah pembelian Delisa dulu bersama Buk Ina dan Pak Dadang, sedangkan Dika Ayah dari Delisa kini memilih tinggal di rumah peninggalan Kakeknya semenjak rumah itu tak berpenghuni karena Tante dan Omnya telah meninggal dunia.
Dika tak mau menjual rumah peninggalan almarhum Ayahnya selain perusahaan rumah itu juga harta satu-satunya yang tersisa, perkebunan dan harta yang lain telah disita pihak bank karena ternyata Bagas dan Rani begitu banyak hutang sehingga terpaksa aset itu disita.
Dika tinggal di rumah itu tidak sendiri, ART dan supir pribadi yang pernah bekerja disitu sampai saat ini masih bekerja dengan dirinya selain itu juga kini Dika telah kembali menjadi CEO perusahaan PT.Atmadja Sejahtera yang tentunya membuat semua staf kantor sangat bahagia mendengar CEO lama mereka kembali menjadi pemimpin mereka.
Bella juga tinggal dengan Dika sekarang meski berapa bulan lalu Bella baru terbangun dari komanya selama ini, dan yang memprihatinkan yaitu keadaan Bella yang kini selamanya berada di kursi roda karena Dokter saraf memvonis Bella lumpuh seumur hidup.
Bella yang tengah melamun dan mengurung diri dalam kamar, hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan dan dirinya begitu menyesali semua perbuatan kejahatannya selama ini bahkan dirinya kembali teringat akan hinaannya dulu kepada Pamannya.
Yang selalu dihinanya kaki buntung namun Pamannya ternyata begitu beruntung masih bisa berjalan lagi meski mengunakan kaki palsu, tak seperti dirinya yang memiliki kaki lengkap namun lumpuh seumur hidup dan Bella juga merasa malu meski kini dirinya pernah jahat dengan Delisa dan Pamannya tapi mereka masih mau menerimanya dan memaafkannya.
"Bella mana, Bik?" tanya Delisa kepada Bik Surtik ketika ketemu di dapur
"Di dalam kamar non" jawab Bik Surtik sembari menunjukkan kamar tidur Bella yang tertutup rapat
Delisa menjawab dengan anggukkan, hari weekend ini sengaja Delisa berkunjung ke rumah peninggalan Kakeknya bersama Nathan sekalian ingin melihat kabar Ayahnya dan Bella.
Saat ini Ayahnya tengah sibuk mengobrol dengan menantu kesayangannya di taman belakang dan melupakan dirinya yang anak kandung, Delisa hanya tersenyum dan memilih untuk ke kamar tidur Bella ingin melihat keadaan Bella.
__ADS_1
Tok...tok...tok
"Bel" panggil Delisa setelah berapa kali mengetuk pintu namun tak kunjung di bukakan Bella
Dan syukurnya tak lama setelah Delisa memanggil, Bella membukakan pintu kamar tidurnya serta mempersilahkan Delisa untuk masuk.
"Apa kabar?" tanya Delisa sembari mencium pipi kanan pipi kiri Bella
"Alhamdulilah sehat, kamu dengan dedek bayi dalam kandung apa kabar?" kata Bella sembari menyunggingkan senyuman terbaiknya
"Alhamdulilah kami sehat juga, kenapa gak keluar kamar" kata Delisa yang kini memilih duduk di tepi ranjang
"Gak apa-apa, lebih suka di dalam kamar" jawab Bella sekalian kalinya yang selalu dapat pertanyaan seperti itu dari Delisa
Delisa juga tau mungkin semua ini sudah takdir dari Tuhan serta teguran untuk Bella agar bisa kembali menjadi manusia yang lebih baik, meski dengan cara seperti ini Tuhan membuat mereka akhirnya menyatu Delisa sangat bersyukur walaupun dirinya juga sedih melihat keadaan Bella sekarang.
Delisa dan Bella begitu asyik berbincang-bincang yang kini sangat sering mereka lakukan semenjak Bella bangun dari koma, tak lama kemudian Bik Surtik memanggil Delisa dan Bella untuk makan siang bersama Dika dan Nathan di ruang makan yang sudah menunggu.
Delisa dan Bella segera keluar setelah di beri tahu Bik Surtik, kini mereka berempat mulai menikmati dan menyantap makanan yang terhidang di atas meja makan yang sangat banyak dan tentu sangat lezat.
Bella baru sadar bahwa perasaannya dengan Nathan bukanlah sebuah perasaan cinta melain perasaan terobsesi karena ingin selalu menjadi nomor satu di atas Delisa dan tak mau kalah dari Delisa, Bella juga tak canggung lagi berada di antara yang lain meski awal-awalnya terasa canggung.
Setengah jam setelah makan Delisa dan Nathan pamit pulang dengan Dika dan Bella untuk kembali ke rumah mereka, Delisa dan Nathan tak bisa menginap di rumah peninggalan almarhum Kakeknya Delisa karena dari rumah tersebut ke perusahaan Nathan memakan waktu lumayan lama.
__ADS_1
Berbeda dari rumah yang di beli Delisa dulu dan di tinggali mereka sekarang karena berada di pusat kota jadi sangat dekat ke perusahaan Nathan, butik milik Delisa kini sudah di urus orang kepercayaan Delisa yang memang dari dulu dan Delisa memantaunya hanya sesekali saja setiap akhir bulan namun Delisa tidak sendiri tentu bersama Mama mertuanya karena Nathan tak bisa menemaninya.
Apalagi semenjak Delisa mengandung pergi kemana-mana Delisa tidak boleh membawa mobil sendiri harus ada yang menemani, makanya Mama mertuanya yang selalu standby menemani Delisa selain Nathan.
"Jadikan sayang hari ini ke MALL belanja perlengkapan baby" kata Delisa saat mobil mereka telah meninggalkan halaman rumah peninggalan Kakeknya
"Jadi donk sayang, jadi gak sabar menanti baby lahiran" kata Nathan sembari tersenyum dan fokus dengan jalan di depan
"Iya sayang, aku juga gak sabar" jawab Delisa yang masih mengelus perutnya hang sudah membuncit itu
Tak butuh waktu lama mobik BMW milik Nathan sudah memasuki area parkiran MALL, Nathan keluar terlebih dahulu dari mobik BMW miliknya dan membantu membukakan pintu Istrinya sekalian membantu Istrinya keluar.
Nathan merangkul pundak Delisa sembari berjalan masuk ke dalam MALL, semua mata melihat mereka begitu kagum pasangan suami istri yang sangat romantis bahkan sangat serasi yang satu tampan dan yang satu cantik.
Tiba di toko perlengkapan bayi Delisa dan Nathan mulai sibuk memilih-milih pakaian dan kebutuhan bayi yang lain, yang tak lupa tentunya satu set kasur bayi yang pertama kali di cari mereka dan telah dapat.
Delisa yang melihat satu persatu pakaian bayi teringat Ibunya yang kemungkinan dulu seperti dirinya sekarang, Delisa begitu merindukan sosok Ibunya yang kini sudah tenang di atas sana.
"Ini bagus gak sayang?" tanya Nathan memperlihatkan jumpsuit bayi berwarna biru dongker
"Bagus banget, ambil sayang" jawab Delisa yang sangat suka serelanya Nathan apalagi sesuai dengan bayi mereka yang berjenis kelamin laki-laki
Mereka berdua tak sadar bahwa troli keranjang yang mereka pakai untuk menampung pilihan mereka telah penuh, sampai karyawan penjaga toko perlengkapan bayi itu begitu terkejut melihat sepasang suami istri itu belanja sangat banyak.
__ADS_1