Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
5.cincin hadiah.


__ADS_3

untukku."siska meminta hadiah balik.


edwin mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan membuka isinya.


siska terperangah kaget melihat isi kotak kecil itu.


"apa ini?" tanya siska tak percaya apa yg ia lihat.


"ini untukmu."jaga dia, jangan sampai hilang.suatu hari nanti aku akan menagihnya."


jawab edwin sembari menyematkan di jari manis siska.


siska tersenyum tipis dan memandang edwin haru.


"terima kasih kak,aku pasti akan menjaganya." jawab siska penuh keyakinan.


galih bahagia melihatnya.


"lalu mana untukku."sahut galih tiba tiba.


mereka tersenyum melihat galih masih duduk disitu.


siska mendekati galih,memeluk dan menciumnya.


"ini untukmu kak."balas siska tersenyum.


galih membalas senyumannya dan mengacak rambut siska kasar.


"lalu mana untukku?"balas edwin mengulang kata kata galih.


siska hanya menyunggingkan bibirnya dan berlari kecil masuk kamar.


"apa kau menyukainya?dia masih kecil,kau harus siap menunggunya tiga tahun lagi."ucap galih dan ketawa renyah .


edwin hanya tersenyum devil mendengar ejekan galih.


edwin bangkit dari duduknya mendekati galih dan memukul bahu galih sedikit agak keras,dan berlalu meninggalkan galih.galih sedikit meringis kesakitan.


"hai...aku hanya bercanda kawan."tambah galih.


siksa membaringkan tubuhnya di atas ranjang.melihat cincin cantik yg tersemat di jarinya ia tersenyum dan membayangkan wajah edwin.


"sungguh teman yg baik,aku hanya memberinya gantungan doraemon tapi ia menggantinya dengan cincin.jika aku memberinya cicin ,maka dia akan mengagantinya dengan mobil hahaha.."siska berbicara sendiri dan tertawa keras.


siska tidur dalam kegegelapan malam.


mimpi indah bertemu laki laki tampan bersayap malaikat.berdiri tegap memandangnya lekat.


pria itu memeluk siksa dan mencium keningnya.


hati siska sangat bahagia,jantungnya berdebar dan berirama.


ingin rasanya siska membalas pelukannya.


tiba tiba


"bruuk."suara siksa jatuh dari atas ranjang sambil memeluk gulingnya.

__ADS_1


"sialan,,aduh...sakit badan ku.ya ampun..aku hanya mimpi hahaha."ucap siska lirih dan ketawa.


ternyata hari sudah pagi.ayam sudah turun dari kandangnya.siska pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya.


dan berganti pakean.ini hari minggu,harinya untuk bersantai.


siska keluar dan menuju ruang tamu.


semua sudah bersiap dan bercanda ria.


siska duduk di samping ibunya.


"maaf aku terlambat."ucap siska lirih.


"apa kamu tidur larut malam."tanya ibu fiya mengelus rambut siska.


siska hanya menangguk.


siska melihat edwin duduk di seberang sana memegang hp dan gantungan kunci darinya.


siska tersenyum dan mengelus cincin dari edwin.


"ayo kita sarapan."ajak ibu fiya.semua beranjak dari duduknya,melangkah menuju ruang makan.namun edwin dan siska masih duduk mematung di ruang tamu.


"kak,makasih."ucap siska pelan lalu pergi meninggalkan edwin.


edwin hanya diam dan mengikuti siska dari belakang.


mereka sangat rame di ruang makan,hanya lia yg diam,memandang siska dan berganti melihat edwin sinis.


"kak mana cincinmu,coba aku lihat."tanya siska dan menarik jemari lia.


lia hanya diam tak perduli dan masih menatap edwin kesel.


entah apa yg membuat lia membenci edwin.


edwin sadar jika lia terus memandangnya sinis,namun edwin tak perduli.ia berfikir jika lia seperti itu,karena ia tak ingin adiknya sakit hati karenanya.


"sayang,ayo makan,jangan bengong menatap cincin kakakmu."panggil ibu fiya,siska melepaskan tangan lia dan melanjutkan makannya.


hari sudah siang,selesei sholat dhuhur siska duduk di taman belakang.


masih menatap cincin pemberian dari edwin.


edwin datang dan berdiri di belakangnya.


"apa kau suka cincinya."suara itu membuyarkan lamunannya.


dan mengalihkan pandangannya.


"iya,aku suka."jawab siska


edwin duduk di samping siska.


"jika kamu suka,jagalah dengan baik."balas edwin dan mengambil tangan siska yg ada cincinya.


"tentu saja, aku pasti menjaganya."sahut siska dan tersenyum, sedikit mendongakkan wajahnya.

__ADS_1


"ini tanda persahabatn kan?"tanyanya


"heems."jawab edwin mengangguk,tanpa membuka suara.


edwin berharap lebih "aku akan menunggumu, hingga kamu menjadi gadis yg dewasa." janji edwin dalam hati.


melihat mereka duduk berdua dan sok akrab. membuat hati lia semakin sakit seperti terbakar api membara.


"kalian di sini,boleh aku gabung."tanya lia berpura pura baik.


"tentu saja."jawab edwin.


lia tak akan membiarkan mereka dekat.


dan berusaha menggangunya.


"kapan kamu balik."tanyanya lagi.


berharap edwin cepat pergi dari rumahnya.


"nanti sore."jawabnya singkat.


lia terus berusaha tak memberi mereka kesempatan memgobrol.


edwin merasa ada yg aneh dengan tingkah lia.


edwin merasa tak nyaman dan memilih pergi meninggalkan lia dan juga siska.


lia merasa senang,rencananya berhasil.


siska masih duduk di situ bersama lia.


tiba tiba suara telepon siska berbunyi.


"hallo,siapa ini?" tanya siska


"ini aku eko,ada waktu,aku ingin mengajakmu keluar?jawab eko.


"maaf,ada budeku di rumah,jadi aku ngak bisa keluar,laen kali saja ya."balas siska.


"ok..daah."eko menutup panggilannya.


lia melihat dan mendengar obrolan mereka.


"siapa,pacarmu?"tanyanya judes.


"bukan,temen sekelas aku."jawab siska .


"ow.."sahut lia dan pergi meninggalkan siska


"ada apa dengannya,kenapa dia seperti tidak suka,apa dia menyembunyikan sesuatu."tanya siska dalam hati.


siska kembali masuk dan duduk di ruang tv.


iya tak ingin menonton tv.ia tiduran di sofa depan tv,dalam sekejap ia tertidur pulas.


entah apa yg terjadi,setiap kali dia tidur pasti ia selalu bermimpi.mimpi itu seperti nyata.

__ADS_1


kali ini ia bermimpi ada harimau masuk kerumahnya.


siska langsug terbangun dari tidurnya dan kaget bukan kepalang.sungguh seperti nyata.


__ADS_2