
Delisa berjalan di koridor sekolah sudah sangat ramai para murid lain yang berdatangan, apalagi hari ini pertama kali masuk sekolah lagi setelah libur selama dua minggu tentunya membuat semua murid SMA Tunas Bangsa begitu bersemangat.
Delisa langsung menuju ruang kelasnya dan duduk dibangkunya yang bersebelahan dengan Wulan, belum banyak teman kelasnya masuk hanya ada beberapa termasuk Wulan juga sepertinya belum datang.
Delisa yang sudah duduk dibangkunya memilih mendengar musik di earphone yang terhubung dengan hpnya, saat sedang mendengar musik Delisa sambil makan kacang kulit yang dibelinya sebelum masuk kelas tadi.
Sedangkan di luar kelas Bella the gengs berjalan di koridor sekolah Bella dengan penampilan yang berubah dan semakin mempesona, membuat semua murid baik laki-laki maupun perempuan melihatnya dengan tatapan kagum.
Bella sengaja mengubah penampilan rambutnya karena sudah bosan dengan rambut lurusnya, dengan perubahannya sekarang memancarkan auranya yang semakin terlihat bertambah cantik.
Delisa yang awalnya fokus mendengar musik namun matanya sibuk memperhatikan keadaan di luar, saat semua murid begitu rusuh Delisa pun penasaran dengan masih memakai earphone di telinganya Delisa keluar dari kelas ingin melihat apa yang terjadi di luar.
Saat matanya melihat Bella yang merubah penampilan rambutnya Delisa hanya tersenyum sekilas, Delisa tak heran lagi dengan sepupunya yang selalu ingin menjadi pusat perhatian seluruh murid dan semua kaum adam.
Delisa masih berdiri sembari melipat kedua tangannya di dada dan bersandaran di daun pintu ruang kelasnya, Bella yang melihat Delisa berdiri seperti sengaja memperhatikannya jadi mendekati Delisa dengan jalan yang begitu angkuh.
"Haii" sapa Bella pada Delisa
Delisa hanya diam sambil mengeryitkan keningnya melihat Bella berdiri dihadapannya.
"Lho gak lupakan dengan apa yang pernah Gue bilang" kata Bella yang masih terus berusaha mengajak Delisa berbicara
"Lho ngomong dengan Gue?" tanya Delisa sembari melepas earphone yang terpasang ditelinganya
"Iya, Gue peringati sekali lagi dengan Lho. Jangan dekati Nathan" kata Bella sembari menunjuk dada Delisa dengan jari telunjuknya
"Apa Lho pernah lihat Gue yang dekati Nathan, bukannya Nathan yang deketi Gue" jawab Delisa yang masih santai mendengar setiap perkataan yang keluar dari mulut Bella
__ADS_1
"Sekali lagi Gue lihat Lho dekat-dekat dengan Nathan, sekolah Lho taruhannya" bisik Bella di telinga Delisa kemudian berlalu dari depan kelas X.IPA.1
Delisa memilih cuek karena dirinya merasa bukan dirinya yang mendekati Nathan melainkan Nathan sendiri, jadi buat apa dirinya takut paling Bella hanya mengertak dirinya saja.
Delisa masih berdiri dari tadi bukan hanya sekedar ingin memperhatikan Bella, namun sekalian ingin menunggu Wulan yang sampai saat ini belum menampakkan batang hidung.
Delisa ingin mengucapkan terima kasih secara langsung dengan Wulan atas ole-ole yang diberi Wulan kemarin, cukup lama Delisa berdiri di depan pintu kelasnya namun belum juga Wulan menampakkan diri.
Bunyi bel sekali dan bernada panjang yang artinya bel masuk serta jam pertama akan di mulai, yang seharusnya pagi senin upacara bendera namun karena semalam hujan dan lapangan upacara becek jadi tak ada acara upacara bendera.
Delisa segera masuk ke dalam kelas setelah bunyi bel, dirinya kembali duduk dibangkunya yang bersebelahan dengan Wulan yang masih kosong karena pemilik tempat duduk belum muncul juga.
Guru masuk ke dalam kelas X.IPA.1 berbarengan dengan Wulan masuk dan berlari duduk dibangkunya, Delisa yang melihat Wulan baru datang sedikit heran karena tak biasa Wulan terlambat.
Wulan masih ngos-ngos gara-gara habis berlari dari kantin sekolah ke kelasnya, Guru yang sudah masuk dan duduk di kursi Guru yang ada di depan di samping papan tulis membuka buku absen kelas X.IPA 1 lalu mulai mengabsen nama murid satu persatu.
"Gue udah lama datang tapi ke kantin sekolah dulu karena gak sarapan tadi pagi" jelas Wulan sembari berbisik juga
"Ohh kirai terlambat" kata Delisa
Selesai mengabsen semua murid Guru mulai menjelaskan materi demi materi di papan tulis, kamudian memberi pertanyaan dengan murid dan tentunya harus di jawab oleh murid.
Di kelas X.IPA.3 yang kebetulan Guru mata pelajaran pertama berhalangan hadir jadi mereka mendapat tugas mengerjakan soal yang telah di beri tahu oleh ketua kelas mereka, ada sebagian yang mendengar dan mulai mengerjakan tugas itu ada juga yang cuek serta membuat keributan di dalam kelas.
Ketua kelas X.IPA.3 sudah menegur namun percuma tak ada yang mendengar, Bella pun ikut tak mengerjakan tugas tersebut dan memilih mendekati Nathan the gengs yang sibuk bermain game di hp mereka masing-masing.
"Haii Nathan, gimana libur kemarin?" tanya Bella yang duduk di samping Nathan setelah menarik kursi milik orang lain
__ADS_1
"Ya begitulah, kenapa memangnya" jawab Nathan singkat tapi matanya masih fokus dengan layar hp
"Nath, gimana kalo istirahat nanti Gue teraktir Lho di kantin sekolah" ujar Bella yang sembari menatap Nathan dengan tatapan kagum
"Memangnya Lho pikir Gue gak mampu bayar" jawab Nathan yang mulai kesal karena acara main gamenya di ganggu
"Iya Gue tau Lho mampu bayar, Gue kan pengen makan di kantin bareng Lho" kata Bella memasang wajah berharap
"Gak bisa, Gue makan bareng Delisa" jawab Nathan singkat dan jelas
"Apa sih bagusnya Delisa, semua orang tau kali lebih segalanya Gue ketimbang Delisa" kata Bella yang mulai emosi karena Nathan begitu terang-terangan menolaknya
Nathan mengabaikan perkataan Bella barusan, kemudian memilih menutup kepalanya dengan jaket dan meletakkan kepalanya di atas meja serta mulai memejamkan kedua matanya.
Bella yang diabaikan Nathan pergi dari hadapan Nathan sembari mengentakkan kakinya, semua murid yang ada di dalam kelas X.IPA.3 hanya melihat tingkah Bella tak berani menegur karena pasti Bella akan membully mereka jika menegur atau melawan Bella.
Bella pun memilih keluar kelas dari pada emosi dan melampiaskan ke orang lain, Sintya dan Jesica ikut mengejar Bella yang keluar kelas sedangkan ketua kelas X.IPA.3 tak mau banyak bicara sudah lelah menegur Bella the gengs yang selalu membuat ulah di dalam kelas mereka.
"Ahhh,, kurang ajar. Kenapa sih harus Delisa lagi Delisa lagi" teriak Bella saat sudah berada di dalam toilet perempuan
Sintya dan Jesica hanya bisa menutup kedua telinga mereka mendengar teriakkan Bella, begitulah jika Bella emosi dia akan berteriak untuk melampiaskan amarahnya ketimbang harus ada murid menjadi korban kemarahannya.
"Jelas-jelas Cantik, Kaya, Populer, Pintar segalanya ada di Gue tapi kenapa Nathan masih mau dengan Delisa yang hanya anak orang miskin itu" kata Bella berbicara dengan diri sendiri sembari menatap penampilannya di depan cermin
"Kenapa gak kita bikin Delisa keluar dari sekolah ini" kata Jesica dengan seringai liciknya
"Caranya" tanya Bella
__ADS_1
Jesica membisikkan sesuatu di telinga Bella dan Sintya agar mereka tau apa yang di rencanakan oleh Jesica, Bella yang mendengar rencana dari Jesica langsung menaikkan ujung sudut bibirnya.