Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Menghina


__ADS_3

Delisa berjalan di koridor sekolah menuju ruang kelasnya yang terletak paling ujung, pagi ini sepertinya dirinya berangkat sekolah terlalu pagi karena belum banyak murid SMP Merdeka Mandiri datang hanya ada beberapa murid.


Delisa terus berjalan hingga tiba di ruang kelasnya yaitu kelas IX.A, dirinya segera melangkahkan kaki masuk ke dalam ruangan kelasnya dan segera ke arah bangkunya yang ada di barisan paling depan serta paling pojok.


Delisa duduk dibangkunya sembari membuka layar hpnya, selagi belum masuk kelas dirinya memanfaatkan waktu untuk berselancar di akun sosial medianya yang memang jarang dilihatnya karena dirinya mulai sibuk dengan belajar dan ditambah berapa bulan lagi Ujian Nasional.


Delisa begitu terkejut melihat komentar orang-orang dipostingannya yang mempromosikan jualan Ibunya waktu itu, Delisa terus mengeser layar hpnya dan membaca setiap komentar itu.


[Mau buat orang mati muda, kalo jual Nasi Ayam Geprek dengan ayam busuk ulatan lagi]


[Gak usah jualan kalo memang niat mau ngeracuni orang]


[Kalo saya ada di warung makan itu bukan hanya warungnya saya hancurin tapi yang punya juga]


Banyak lagi komentar lain yang masuk, Delisa yang malas meladeni komentar-komentar itu segera menghapus postingannya yang mempromosikan warung makan milik Ibunya itu.


Dan Delisa pun menutup akun sosial medianya yang baginya tak terlalu penting juga, Delisa memilih untuk memutar musik karena baginya inilah yang membuat moodnya kembali baik.


"Ehh anak orang miskin, jadi Ibu Lho gak jualan Nasi Ayam Geprek lagi. Padahal Gue mau beli buat traktir anak satu kelas pas belajar tambahan nanti" kata Bella entah niat benar beli apa sekedar menghina


"Sudah tau kan jadi kenapa masih tanya" jawab Delisa ketus sembari menatap Bella dengan tatapan tidak suka


"Biasa aja ya ngelihatin orang, entar mata itu Gue colok baru tau rasa" kata Bella sembari berkacak pinggang


"Mau Lho apa sih? Suka banget ya ganggu Gue" kata Delisa yang kini mulai berdiri berhadapan dengan Bella

__ADS_1


"Gak ada sih, ohh ya Ibu Lho jualan Nasi Ayam Geprek pakai ayam busuk jangan-jangan selama ini kalian makan-makanan busuk ya makanya bau badan Lho menyebar di dalam ruangan ini" kata Bella sembari tersenyum mengejek Delisa


Bunyi bel tanda pelajaran pertama di mulai, Delisa yang berniat melawan Bella menjadi urung karena takut Guru masuk dirinya tak ingin Guru mengecapnya murid nakal jika punya masalah dengan murid lain.


Delisa memilih kembali duduk dan mengacuhkan Bella yang masih berdiri dihadapannya yang terhalang oleh meja, Bella yang melihat Delisa cuek saja memutuskan untuk segera duduk dibangkunya.


Semua murid yang masih di luar bergegas masuk ruang kelas masing-masing, tak lama kemudian Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia juga masuk ke kelas IX.A.


Seperti biasa Guru melakukan absen kepada murid sebelum memulai pelajaran, setelah itu kini Guru mulai menjelaskan materi demi materi tentang tata cara menulis puisi yang baik dan menulis materi tersebut juga di papan tulis agar murid paham dan mengerti.


Delisa begitu fokus dengan apa yang dijelaskan dan ditulis oleh Guru di depan, dirinya tidak ingin kehilangan penjelas Guru jadi dirinya menulis setiap kata yang keluar dari mulut Guru tersebut.


Hingga tak terasa kini bel berbunyi lagi tanda pelajaran pertama telah usai dan berganti mata pelajaran kedua, Guru mata pelajaran IPS masuk tanpa absen Guru tersebut mulai menjelaskan materi.


Mata pelajaran IPS yang membahas soal tentang peninggalan-peninggalan zaman dahulu kala, membuat murid kelas IX.A mengantuk meski mereka terkenal murid-murid cerdas tetap saja yang namanya membahas sejarah itu membosankan mungkin hanya Delisa, Bella dan beberapa orang yang masih fokus sedangkan yang lain sudah meletakan kepala di atas meja dan menegakkan buku paket agar tidak ketahuan kalo sedang tidur.


.


.


Rani sebelum berangkat ke perusahaannya ingin memastikan dahulu bahwa Adik iparnya tidak berjualan Nasi Ayam Geprek lagi jadi dirinya ingin mampir sejenak ke rumah Adik laki-lakinya itu, Rani terus melajukan mobil pajero sportnya hingga tak teras tiba di depan rumah Adik laki-lakinya.


Rani segera turun dari mobil pajero sport miliknya, Rani melangkahkan kaki menuju pintu depan rumah Adik laki-laki sembari tersenyum puas dalam hati karena Adik iparnya tidak lagi berjualan Nasi Ayam Geprek.


Tok...tok...tok

__ADS_1


Bunyi ketuk pintu dari luar, Ibunya Delisa yang segera membersihkan dapur segera berjalan menuju pintu depan.


Desi membuka handle pintu depan, Desi mengerutkan keningnya melihat yang ada di depan ternyata Kakak iparnya yang sok kaya itu.


"Ada perlu apa Anda kesini?" tanya Desi yang masih berdiri di ambang pintu


"Astaga kamu membuat saya kaget saja, seperti juring saja langsung muncul" kata Rani sembari memegang dadanya karena terkejut.


"Anda bilang saya apa JURING, yang ada Anda yang JURING disini" kata Desi menekan kata juring sembari menatap tajam mata Kakak iparnya itu.


"Ehh-ehh kondisi kan mata itu, kembali ke topik. Saya dengar kamu jualan Nasi Ayam Geprek ya, saya mau memesan buat staf karyawan kantor saya" kata Rani yang sebenarnya hanya ingin memastikan apa Adik iparnya itu benaran tidak berjualan lagi.


"Saya tidak berjualan lagi, meski pun saya masih berjualan. Saya tidak sudi menerima pesanan dari orang yang membayarnya pakai UANG HARAM" jawab Desi ketus dengan menekan kata uang haram


"Apa maksud kamu uang haram?" tanya Rani yang mulai emosi


"Iya pikir sendiri, Anda silahkan pergi dari sini. Saya tidak menerima tamu" kata Desi kemudian menutup pintu depan dengan cara di banting.


Rani lagi-lagi memegang dadanya akibat terkejut oleh ulah Adik iparnya yang membanting daun pintu, Rani kembali bergidik ngeri setiap berhadapan dengan Adik iparnya yang menurutnya sebelas dua belas dengan ketua mafia.


Rani berlalu dari rumah Adik laki-lakinya itu dan berjalan ke arah dimana mobilnya terparkir, Rani segera masuk ke dalam mobil sembari menghela napas panjang agar merasa lebih baik.


Rani memandangi warung makan Adik iparnya itu sembari tertawa karena setelah fitnah yang dibuatnya Adik iparnya tak akan pernah bisa lagi berjualan Nasi Ayam Geprek, Rani mulai melajukan mobil pajero sportnya meninggalkan ke rumah Adik laki-lakinya dan menuju perusahaannya.


Mobil pajero sport milik Rani sudah masuk ke parkir di tempat khusus parkiran CEO, Rani segera turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam perusahaannya.

__ADS_1


Para staf karyawan menunduk hormat setiap berpapasan dengan CEO mereka yang terkenal galak itu, sangat berbeda dengan CEO mereka dulu yang sangat ramah dan begitu mengayomi para staf karyawan.


__ADS_2