
Waktu sudah menunjukan pukul 11 lewat Delisa keluar sejenak dari butiknya ingin makan siang di restoran milik keluarga Wulan yang sekarang di kelola oleh Wulan, Delisa segera melajukan mobil ferrarinya meninggalkan butiknya dan menuju ke restoran milik Wulan.
Mobil ferrari Delisa melaju dengan kecepatan sedang membela jalanan pusat kota A yang begitu ramai kendaraan lalu lalang di jalan raya membuat kemancetan meski tak terlalu parah, Delisa tetap fokus dengan jalanan yang seperri terlihat semakin hari semakin padat.
Tak begitu lama mobil ferrrari Delisa memasuki area parkiran restoran milik keluar Wulan, Delisa keluar dari mobil ferrarinya dan melangkahkan kaki masuk ke dalam restoran sembari mencari kursi kosong dan segera duduk sembari memesan makanan dan minuman kepada pelayan.
"Heii, udah lama datangnya?" tanya Wulan menghampiri Delisa yang duduk sendirian
"Baru berapa menit yang lalu" jawab Delisa sembari tersenyum
"Etth, tunggu sepertinya ada berita bagus ni" kata Wulan yang menarik tangan Delisa memperhatikan cincin yang terlingkar di jari manis Delisa
Delisa tersenyum sembari menarik kembali tangannya yang di pegang Wulan, tak lama kemudian makanan dan minuman yang telah Delisa pesan datang.
"Aku makan dulu, aku udah laper banget. Entar aku ceritain, OKE" kata Delisa kemudian segera menyantap makanan yang ada dihadapannya
Wulan hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah Sahabatnya itu, Delisa begitu lahap menyantap makanan yang dipesannya itu ternyata benaran sangat lezat pantas restoran milik keluarga Wulan semakin banyak cabangnya dimana-mana
Delisa biasanya gak pernah makan di luar karena setiap waktu makan siang dirinya memilih untuk pukang ke rumah menemani Ayahnya makan, namun karena tadi Wulan memintanya main kesini dan sekalian dirinya ingin mengabari berita bahagia dengan Wulan jadi menerima permintaan Wulan.
Delisa sudah mengabari Ayahnya kalo siang ini gak bisa pulang ke rumah dan meminta Ayahnya makan sendiri, Delisa juga memberi tahu bahwa akan bertemu dengan Wulan dan makan di luar.
"Aku menerima lamaran dari Nathan, meski kita belum lamaran resmi" kata Delisa setelah selesai makan dan sisa makanannya sudah di bersihkan
__ADS_1
"Wah selamat ya, kenapa kalian belum lamaran resmi? Apa jangan-jangan kamu belum bertemu dengan kedua orang tua Nathan?" tanya Wulan kepada Delisa sembari sesekali menyedot minumannya
Delisa menggelengkan kepala yang artinya belum, Wulan menghela napas panjang mendengar Sahabatnya belum bertemu lagi dengan Kedua orang tua Nathan setekah kejadian 7 tahun yang lalu.
Delisa tak sadar jika ada seseorang memperhatikannya dari kursi lain yang tak begitu jauh dari kursi yang di tempati Delisa, seseorang itu begitu geram mendengar cerita yang keluar dari mulut Delisa.
"Bagaimana mau bertemu dengan Saya, sedangkan Saya tak merestui hubungan mereka" kata Seorang wanita paruh baya tiba-tiba muncul sembari melipat kedua tangannya di dada dan di samping wanita paruh baya itu ada wanita cantik yang masih memakai seragam dokter
"Tante Nathalie" ucap Wulan dan Delisa bersamaan
"Apa kamu panggil Saya Tante, kamu itu mantan ART di rumah Saya jadi gak pantas menjadi menantu di rumah Saya dan yang akan menjadi menantu Saya adalah wanita di samping Saya ini" kata Nathalie begitu benci dengan Delisa yang ternyata diam-diam berhubublngan dengan Anaknya
Bella tersenyum puas Nathalie melabrak Delisa dan bahkan memperkenalkan dirinya seseorang yang pantas menjadi menantu di keluarga Wijaya, Bella juga tak menyangka waktu istirahat makan siang dan tiba-tiba Nathalie mengajaknya makan di restoran ini justru bertemu dengan Delisa.
Delisa terdiam mendengar perkataan Nathalie barusan, dirinya sudah sangat yakin ini akan terjadi karena sampai kapanpun pasti Nathalie tak menerimanya untuk masuk ke dalam keluarga Wijaya meski Nathan sangat mencintainya.
"Biarin aja, biar semua yang ada disini tau kalo perempuan yang Saya labrak ini berharap jadi menantu Saya padahal dia Saya pecat dulu karena dia itu me....." jelas Nathalie membuat orang semakin penasaran namun penjelasannya terhenti
"CUKUP MA..." teriak Nathan yang tiba-tiba muncul begitu saja
Delisa yang sudah sangat malu dari tadi hanya bisa menunduk namun tetap berusaha tegar agar air matanya tak sedikitpun menetes, karena dirinya tak ingin terlihat lemah apalagi di hadapan Bella orang yang paling bahagia melihatnya sedih.
Saat mendengar teriakkan suara Nathan, Delisa langsung mengangkat kepalanya sembari tersenyum melihat pahlawannya datang membela dirinya dari Mama kandungnya.
__ADS_1
"Kamu berani bentak Mama, Nath" kata Nathalie tak percaya Anak bungsunya ngebentak dirinya di depan semua orang hanya untuk membela wanita kampungan itu meski sekarang terlihat sangat cantik
"Mama boleh tak merestui hubungan kami, tak jangan pernah sedikitpun berusaha mempermalukan Delisa di depan semua orang. Dia wanita yang sangat Nathan cintai, Ma" kata Nathan yang melangkahkan kaki ke arah Delisa dan melingkarkan tangannya di pinggang Delisa
Bella yang melihat perlakuan Nathan di depan matanya hanya bisa melongo tak percaya Nathan memeluk pinggang Delisa, padahal selama berapa tahun ini dirinya sudah begitu agresif berusaha mendekati Nathan namun belum pernah merasakan sentuhan dari telapak tangan Nathan.
Delisa yang tau kemana arah mata Bella langsung tersenyum penuh kemenangan, Nathalie yang tak bisa marah dengan anak bungsunya itu memilih pergi dari sana takut sumpah serapahnya keluar untuk anak bungsu apalagi itu sangat dihindarinya dari dulu.
"Ehh Tante tunggu Bella" teriak Bella yang di tinggak oleh Nathalie begitu saja
"Tunggu, ini peringatan untuk kamu. Jangan coba-coba berusaha mencuci pikiran Mama saya dan jangan pernah berharap akan menjadi menantu di keluarga Wijaya, karena sampai kapanpun aku takkan mungkin menyukai wanita ular seperti mu" kata Nathan menarik tangan Bella dan memperingati Bella
Bella terdiam mematung dengan perkataan Nathan apalagi dirinya dapat julukan wanita ular membuatnya malu, Bella segera pergi dari sana dan memutuskan ingin kembali ke rumah sakit yang ada di seberang.
Nathan mengajak Delisa untuk pergi dari situ dan mereka masuk ke dalam mobil BMW milik Nathan, Nathan mendaratkan ciuman di kening Delisa kemudian membelai wajah halus milik Delisa.
Nathan sebenarnya tidak tau perihal kejadian barusan, dirinya kebetulan saja ke restoran milik keluarga Wulan karena Bima yang mengajaknya ke restoran ini ingin makan siang namun tiba di restoran justru mendapatkan perihal Mamanya memarahi dan mempermalukan Delisa.
Nathan melajukan mobil BMW nya ke arah kedai bakso di depan SMA Tunas Bangsa sekolah mereka dulu, kedai bakso itu sering kali di datangi Delisa dan Wulan jadi Nathan tau kalo itu tempat favorit Delisa.
Mereka berhenti di depan kedai bakso yang tampak begitu ramai, Nathan keluar bersamaan dengan Delisa dan berjalan masuk ke kedai bakso sembari bergandengan tangan.
Nathan dan Delisa duduk di salah satu lesehan yang kosong kemudian mereka segera memesan bakso favorit mereka masing-masing, Delisa tersenyum mengingat kembali kenangan bersama Wulan yang selalu manjat pagar di istirahat kedua demi menikmati bakso di kedai ini.
__ADS_1
"Kok kamu ngajak aku ke tempat ini?" tanya Delisa kepada Nathan
"Bukannya tempat ini sering kamu kunjungi bersama Wulan di istirahat kedua" jawab Nathan membuat Delisa semakin tersenyum