Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Diskusi


__ADS_3

"Bagaimana yah, boleh tidak?" tanya Desi setelah bercerita panjang lebar memgenai sebuah idenya yang ingin membuka usaha baru


"Kalo Ayah terserah Ibu, hanya saja Ibu gak boleh lelah. Apa lagi nyuci baju tentunya bakal menguras tenaga" kata Dika yang tak pernah menentang keinginan Istrinya setiap kali ingin membuka usaha baru


"Bener bu, apa yang di katakan Ayah. Entar Ibu kelelahan saking banyak nyuci baju semua orang, belum lagi nyetrika nya" kata Delisa membenarkan perkataan Ayahnya


"Gak akan lelah, Ibu juga akan membatasi setiap kali orang mau laundry dengan Ibu nanti" jawab Desi yang begitu semangat ingin membuka usaha Laundry


"Ya sudah, jadi kapan Ibu mau memulai usahanya?" tanya Dika yang akhirnya mengalah dari pada harus berdebat dengan Istrinya yang memang sedikit keras kepala itu


"Besok, Ayah bikini slogan di depan teras rumah kita biar orang-orang pada tau Ibu buka usaha Laundry. Apalagi anak kuliahan yang ngekos tak jauh dari rumah kita pasti akan tergiur di tambah Ibu mencuci mengunakan tangan tentu akan bersih dan semua orang mau" kata Desi semakin bersemangat


Dika menganggukkan kepala.


Delisa hanya bisa tersenyum melihat Ibunya yang begitu semangat, Delisa dan Ayahnya tak bisa melarang kemauan Ibunya itu jadi mau tak mau tetap harus di setujui.


Delisa akhirnya beranjak dari hadapan kedua orang tuanya ingin segera mandi apalagi hari sudah sore, pulang sekolah tadi dirinya langsung makan dan berganti pakaian namun belum mandi.


"Kamu mau kemana sayang?" tanya Desi saat melihat Delisa beranjak


"Mau mandi bu, Delisa udah gerah banget" jawab Delisa kemudian melangkahkan kaki masuk ke kamar tidurnya untuk mengambil handuk


Dika juga pamit dengan Istrinya ingin mencuci motornya yang sudah sangat kotor karena memang jarang sekali di cuci, sedangkan Istrinya memilih masuk ke kamar tidur setelah mereka selesai berdiskusi tadi.


Selesai mandi Delisa langsung kembali ke kamar tidurnya sembari mengambil hpnya yang terletak di atas meja belajarnya, Delisa berselancar sejenak di akun sosial medianya yang berwarna biru yang berlogo F setelah dibukanya kembali akun itu yang sempat ditutupnya karena masalah waktu itu.

__ADS_1


Delisa terus mengeser layar hpnya sampai dirinya merasa bosan, Delisa memilih mencari halaman SMA unggulan yang di kota A ini di kolom percarian dirinya ingin melihat tentang SMA unggulan itu.


Satu persatu Delisa melihat gambar yang ada di postingan halaman SMA unggulan itu, Delisa begitu kagum dan takjum melihat murid-murid yang berprestasi di semua bidang serta fasilitas sekolah itu sepertinya membuat semua orang sekolah disana akan betah pantas saja biaya masuk sekolah itu mencapai belasan juta.


Makanya Desi begitu antusias mencari uang pemasukan lain untuk di simpan demi Delisa bisa masuk sekolah di SMA unggulan nanti, inilah yang ingin dilakukannya meski tanpa sepengetahuan Delisa maupun Suaminya


Delisa yang sudah puas melihat semua foto yang di unggah di halaman SMA unggulan itu, sekarang kembali ke beranda dan melihat berita terkini yang dirinya mungkin tidak ketahui.


Dan benar saja di beranda facebooknya siru dengan berita pengeluaran eletronik terbaru yaitu sejenis lampu yang ada CCTV dan bisa terhubung dengan hp, Delisa segera melihat postingan siapa itu ternyata dari Perusahaan Atmadja Sejahtera yang sedang mempromosikan barang eletronik terbaru mereka.


Delisa tak menyangka ternyata bisa juga Tantenya itu memajukan perusahaan peninggalan Kakeknya, meski tanpa bantuan dari Ayahnya diakuinya Tantenya ternyata memiliki kecerdasan yang luar biasa seperti Ayahnya.


.


.


Rani masih sibuk diperusahaannya sekarang sedang berdiskusi dengan Suaminya yang jadi asisten pribadinya itu, berdiskusi bagaimana cara meningkatkan terus menerus barang-barang eletronik yang mereka buat agar kalangan masyarakat tergiur untuk membeli.


Setelah lama berdiskusi akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pulang ke rumah dahulu apalagi hari sudah mulai gelap, Rani turun terlebih dahulu dari Suaminya.


Rani juga sudah merasa sangat lelah bekerja seharian ini, seluruh badannya begitu remuk sepertinya dirinya butuh pijatan lembut di salon body SPA yang sudah lama tak dikunjunginya semenjak akhir-akhir ini begitu sibuk dengan pekerjaannya


Tiba di parkiran mobil Rani segera masuk ke dalam mobil pajero sportnya, dirinya ingin kembali ke rumah dahulu nanti baru pergi ke salon body SPA langganannya sekalian mengajak Anaknya siapa lagi kalo bukan Bella


Setengah jam akhirnya Rani tiba di rumah mereka, setelah memasukan mobil pajero sportnya ke dalam garasi mobil Rani keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Hallo sayang" sapa Rani saat melihat Anaknya sibuk menonton tv di ruang keluarga


"Mama udah pulang, tumben pulang wajahnya ceria sekali" kata Bella sembari menghampiri Mamanya dan Mamanya segera mendaratkan ciuman di pipi kanan dan pipi kiri Bella


"Kamu siap-siap sana, Mama mau ngajak kamu ke suatu tempat. Mama juga mau mandi dulu" ujar Rani berlalu dari hadapan Anaknya dan segera menaiki anak tangga


Bella yang melihat tingkah Mamanya yang begitu semangat hanya mengerutkan keningnya bingung, namun dirinya segera menuruti saran Mamanya yang meminta dirinya siap-siap.


Bella mematikan tv terlebih dahulu, kemudian segera menaiki anak tangga ingin ke kamar tidurnya dan mengganti pakaiannya.


Selang berapa menit, Rani sudah siap dirinya segera mengetuk pintu kamar Anaknya dan ternyata Bella juga sudah siap dengan baju kaos oblong berwarna putih yang bertulisan Dior dengan celana jeans panjang berwarna putih.


"Wah Anak Mama makin cantik saja, ayo kita berangkat sekarang" kata Rani sembari merangkul lengan Anaknya


"Mama juga cantik" jawab Bella sembari tersenyum


Bella dan Mamanya menuruni anak tangga dengan perlahan dan mereka berdua pun sudah berada di luar rumah, Rani segera mengambil mobil pajero sportnya yang ada di garasi mobil


Bella masuk setelah mobil pajero sport milik Mamanya sudah berada dihadapannya, mobil pajero sport itu pun mulai melaju meninggalkan halaman rumah mereka dan menuju tempat tujuan yang ingin mereka kunjungi.


Sedangkan Bagas baru pulang ke rumah mereka, namun saat memasukan mobil avanzanya ke dalam garasi dirinya tak melihat mobil pajero sport milik Istrinya.


Bagas segera keluar dari mobil dan melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah mereka, dilihatnya rumah besar dan megah itu begitu sepi seperti tak berpenghuni.


"Mbok Surtik, kemana Ibu dan Nyonya muda?" tanya Bagas saat melihat ART mereka yang melintasi dirinnya yang tengah mengambil minum dingin di dalam kulkas

__ADS_1


"Tadi Ibu dan Nyonya muda keluar, tapi saya tidak tau Pak pergi kemana" jawab Mbok Surtik


"Ohh, ya sudah silahkan lanjutkan pekerjaan Mbok" kata Bagas kemudian menegakkan minuman kaleng yang diambilnya tadi sampai tandas


__ADS_2