Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
9.siska terjatuh.


__ADS_3

ada Rayen duduk di bangku agak jauh dari siska dan hansen.Rayen terus mengawasi gerak gerik siska.


merasa sudah lama istirahat,siska dan Hansen memutuskan untuk kembali melanjutkan larinya.


mereka terlihat bahagia,entah apa yg di bicarakan sama mereka.hansen merasa nyaman berada di dekat siska.


saking asiknya mengobrol,siska tak menyadari jika tali sepatunya terlepas.


Brukk....


siska terjatuh hingga terluka lututnya.


gara gara tali sepatu itulah siska terjatuh dan merintih kesakitan.


Hansen panik dan binggung melihat lutut siska berdarah.


hansen ingin menggendongnya namun ia tak kuat.


Melihat siska terjatuh, Rayan segera menghampirinya. Rayen panik dan cemas melihat lutut siska terluka. tanpa pikir panjang rayen segera membopong siska,lalu mendudukannya di atas kursi yg ada di pinggir taman. Rayen menyuruh hansen untuk beli obat luka di minimarket terdekat.


"kenapa kamu ceroboh??" ucap Rayen datar.


siska hanya diam melihat rayen panik.ia tak menyangka jika orang sedingin dia,ternyata juga punya rasa iba.


"maaf,aku tidak tahu."jawab siska lirih.


Hansen datang membawa obat merah dan beberapa obat lainnya.ia membeli di minimarket dekat taman itu.


Dengan telaten Rayen membersihkannya lalu memerbannya.


Rayen memang cwok yg dingin tapi melihat siska jatuh ia berubah menjadi cowok yg hangat.


kini ia percaya jika siska adalah gadis yg baik,tidak seperti pengasuh hansen yg lainnya,yg hanya mengiginkan uang saja tanpa peduli dengan kondisi hansen.


Hansen pun tak percaya jika,Rayen akan berlaku baik sama siska. Hansen merasa ada yg janggal dengan sikap kakaknya yg tiba-tiba baik seperti itu.


"tumben kakak perhatian sama pengasuhku??" tanya hansen sedikit meledek.


"diam kau,gendut." bengis Rayen.


Hansen kembali diam tanpa kata.ia hanya bisa tersenyum melihat sikap kakaknya.


"terima kasih kak!" ucap siska lirih.


Rayen hanya mengangguk tanpa membuka mulutnya.

__ADS_1


Lagi- lagi Rayen membuat mata hansen menjadi terbelalak tak percaya.


rayen menggendong siska tanpa ada yg menyuruhnya.


ia rela lelah hanya demi seorang pengasuh adiknya.itu sungguh keajaiban,seorang bos menggendong pembantunya.


Awalnya siska menolak ,namun karena ia tak mampu berjalan akhirnya ia setuju dengan tawaran rayen.


rayen mengendong siska di belakang punggungnya.


Hansen hanya tersenyum dan membuntutinya dari belakang.


"apa tadi kakak mengikuti ku?" tanya hansen penasaran.


"siapa yg mengikutimu,ini semua hanya kebetulan saja." jawab Rayen mengelak. tidak mungkinkan Rayen akan berbicara jujur pada adiknya, jika dia tadi memang mengikutinya.


"lalu kenapa tiba-tiba kakak datang pas siska jatuh?" tanya hansen yg masih tak percaya dengan alasan kakaknya.


"diam kamu crewet!" bengis Rayen.


siska merasa risih dengan ocehan mereka.


"kenapa kalian ribut,sudahlah,toh semua juga sudah terjadi,lalu mau apa lagi."jawab siska tanpa pikir.ia tak sadar jika sekarang ia bicara sama siapa. siska langsung menutup mulutnya rapat. takut jika mereka akan tersinggung.


Tak terasa kini mereka sudah tiba di rumah. Rayen menurunkan siska di atas tempat tidurnya.


"istirahatlah,jangan kerja dulu." tutur Rayen datar.


"tapi kak,nanti nyonya marah!" jawab siska melas.


"mama ku lama di rumah nenek,mungkin dua bulan lagi baru balik.mama masih ada banyak pekerjaan di sana." sahut rayen.


siska hanya mengangguk paham.


Rayen pergi meninggalkan siska dan kembali ke kamarnya sendiri.


"ning,kenapa lututnya?" tanya bibi cemas.


"tidak apa-apa bi,ini cuma luka sedikit."jawab siska.


bibi kembali bekerja setelah mengambilkan minum untuk siska.


tak lama berselang hansen datang dengan pakain yg lain.ia sudah berganti pakain dan juga sudah mandi.


"siska,aku heran, ada apa dengan kakakku, tumben dia baik padamu?" tanya hansen penasaran.

__ADS_1


"mana aku tahu,emang sebelumya sikap dia gimana?"


"biasanya dia dingin dan tak perduli sama cewek!" jawab hansen bingung.


hansen dan siska tak tahu apa yg sebenarnya terjadi sama rayen yg tiba tiba berubah menjadi baik.


___


Hari sudah mulai siang.terik matahari semakin menyengat,cuacapun semakin panas dan gerah.


Edwin masih sibuk dengan pekerjaanya.ia tak sabar ingin cepat menyeleseikan pekerjaanya .Edwin sangat merindukan siska.


semakin lama mereka berpisah,semakin rindu rasa di hatinya. Siska adalah wanita yg paling spesial di hatinya.


meskipun siska belum menerima lamarannya,namun Edwin yakin jika suatu hari nanti siska akan takluk dan menerima cintanya.


Edwin mengambil ponsel dari saku samping celananya,lalu mencoba menelpon siska.


Edwin sangat bahagia setelah panggilannya tersambung.


"hallo kak!" jawab siska.


"hallo sayang,apa kabarmu?" tanya edwin girang.


"aku baik kak,kapan kamu pulang?" tanya siska balik.


"aku akan pulang lebih awal,mungkin tiga hari lagi !" jawab Edwin.


"baiklah,aku tunggu." balas siska tersenyum.


siska merasa lega mendengar jawaban edwin.


setelah lama mengobrol siska menutup teleponnya.


bersambung....


____


di tunggu like,komen dan sarannya.


jangan lupa juga mampir di novel aku yg berjudul


* TERPAKSA MENIKAHINYA*


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2