
Nathan yang masih terus mengejar Delisa tapi tetap tak terkejar juga karena Delisa sudah memasuki ruang kelasnya, Nathan menghela napas telah gagal berkenalan dengan murid perempuan yang tak sengaja menindihnya tadi.
Nathan pun terpaksa melanjutkan langkah kakinya ke arah ruang kelasnya yang hanya berjarak satu ruang kelas dengan ruang kelas Delisa, tiba di dalam kelas semua mata murid perempuan memandanginya dengan tatapan kagum bagaimana tak kagum kalo Nathan adalah laki-laki yang gagah tampan bahkan semua orang tau kalo dia adalah anak orang kaya.
Sama halnya dengan Delisa saat dirinya masuk ke dalam kelas semua mata murid laki-laki memandanginya dengan tatapan kagum, tapi Delisa tetap biasa saja karena baginya di sekolah ini bukan untuk mencari pacar ataupun tebar pesona melainkan untuk belajar dan sekolah yang benar.
"Mengapa kamu terlambat?" tanya Pak Ares yang sedang berdiri di depan papan tulis
"Maaf Pak, tadi ada masalah sedikit makanya terlambat masuk kelas" jawab Delisa sembari menundukan kepala tanda dirinya merasa bersalah
"Ya sudah, kamu yang pertama perkenalan dengan semua murid disini" ujar Pak Ares kemudian duduk di kursi yang ada di samping papan tulis
"Perkenal kan nama saya Delisa Amalia, biasa dipanggil Delisa. Saya murid dari SMP Merdeka Mandiri" kata Delisa mulai memperkenalkan dirinya
Grasak grusuk terdengar dari para murid sembari berbisik bertanya sesama teman karena seingat mereka Delisa Amalia murid jenius yang nilai ujian nasionalnya tertinggi se-Indonesia, Pak Ares segera menegur para murid kelasnya untuk diam agar tak berisik takut kelas sebelah terganggu.
"Silahkan duduk dimana kamu mau" ujar Pak Ares mempersilahkan Delisa duduk
Delisa segera melangkahkan kakinya sembari menatap ke arah depan mencari bangku yang kosong, Wulan melambaikan tangan di bangku barisan nomor 3 sembari tersenyum.
Delisa yang melihat Wulan dan bangku di sebelah Wulan kosong segera memilih duduk di situ, Delisa senang bisa sekelas dengan Wulan sahabatnya dan tentunya dirinya tak perlu mencari teman baru dikelasnya sekarang kalo sudah ada Wulan.
"Ternyata kita sekelas" kata Delisa sedikit berbisik
"Iya waktu selesai MOS, pas pembagian kelas nama Lho kan di sebut nah tak lama hampir sisa dua nama lagi nama Gue juga disebut. Gue memang berdoa semoga kita satu kelas dan alhamdulilah Tuhan mengabulkan doa Gue" jelas Wulan sedikit berbisik karena takut Pak Ares menegur mereka
"Kok tumben gak satu kelas dengan Bella?" tanya Delisa karena yang dilihatnya tak ada wajah Bella dalam kelas ini
__ADS_1
"Nenek lampir itu masuk kelas IPA.3, seharusnya masuk kelas ini tapi dia menghadap kepala sekolah minta pinda kelas. Selain takut ke saing, the gengs nya semua di kelas IPA.3" jelas Wulan lagi karena Delisa memang tak tau apa-apa soalnya dirinya tak mengikuti MOS.
Delisa hanya mangut-mangut mendengar penjelasan dari Wulan.
Pak Ares terus meminta satu persatu murid untuk maju memperkenalkan diri sampai ke murid yang duduk di bangku paling belakang, sebelumnya Pak Ares sudah memperkenalkan diri juga pada para murid bahwa Pak Ares adalah wali kelas X.IPA.1 dan mengejar di mata pelajaran Matematika.
Bel berbunyi dua kali tanda istirahat membuat seluruh murid SMA Tunas Bangsa bersorak gembira akhirnya bisa keluar kelas dan beristirahat untuk mengisi perut mereka, setelah guru keluar Nathan langsung berdiri ingin segera keluar Alex dan Bima yang melihat tingkah Nathan bertanya-tanya meski akhirnya mereka juga mengikuti Nathan.
"Pujaan Lho keluar tu" kata Sintya menyenggol lengan Bella
"Tumben dia buru-buru keluar, ayo kita ikuti" kata Bella beranjak dari duduknya dan berusaha mengejar Nathan the gens
Sedangkan di kelas X.IPA.1 Wulan mengajak Delisa untuk ke kantin tapi Delisa menolak alasan males keluar yang sebenarnya dirinya tak membawa uang lebih hanya membawa ongkos buat pulang sekolah nanti, Wulan terus membujuk sambil terus menawarkan diri meneraktir Delisa hingga Delisa yang lelah mendengar rengekkan dari Wulan akhirnya menyetujui.
Delisa dan Wulan beranjak dari duduknya melangkahkan kaki ingin keluar dari kelas, saat tiba di ambang pintu Delisa tak sengaja bertabrakkan dengan seorang laki-laki.
"Lho..." kata Delisa kesal dengan laki-laki yang tadi pagi ditindihnya sekarang malah menabraknya
Alex dan Bima hanya saling senggol melihat Nathan begitu care dengan seorang perempuan, apalagi Alex dan Bima belum pernah melihat murid perempuan di depan mereka soalnya waktu MOS kemarin tak terlihat sama sekali.
"Kok Nathan bisa kenal dengan Delisa, bukannya Delisa baru masuk hari ini. Kapan mereka kenalan" kata Bella kesal melihat pemandangan didepannya
Sintya dan Jesica juga heran bagaimana bisa Nathan kenal dengan Delisa, padahal Delisa baru menampakkan batang hidungnya hari ini.
Wulan yang melihat Bella the gengs dengan wajah kesal, tersenyum senang karena Wulan sudah tau kalo Bella berusaha mendekati Nathan melihat Nathan mendekati Delisa membuatnya semakin senang.
"Iya kita mau ke kantin, kalian mau bareng kita" kata Wulan menjawab pertanyaan Nathan karena Delisa dari tadi diam saja
__ADS_1
"Memangnya boleh Del?" tanya Nathan memastikan lagi dengan Delisa karena takut Delisa tidak memperbolehkan
"Iya" jawab Delisa singat dan jelas
Delisa dan Wulan kembali melanjutkan langkah kakinya menuju kantin sekolah, Nathan menyeimbangi posisi Delisa hingga akhirnya Wulan di sebelah kiri Delisa sedangkan Nathan sebelah kanan Delisa.
Sedangkan Alex dan Bima memilih di belakang, saat mereka berjalan di koridor sekolah semua mata memandang mereka dengan tatapan kagum bahkan terdengar julukan dari berbagai murid "King dan Queen".
Bella yang mendengar Delisa dapat julukan "Queen" semakin kesal, padahal waktu MOS kemarin semua murid menjulukinya dengan Nathan "King dan Queen" tapi sekarang berubah setelah Delisa masuk sekolah.
"Sabar ya Bel" ucap Jesica sembari mengelus pundak Bella
"Awas saja nanti, Gue bakal bikin perhitungan dengan Delisa" kata Bella kemudian berlalu dari koridor sekolah dan memilih kembali masuk ke dalam kelas
"Kita gak ke kantin?" tanya Sintya yang merasa lapar
"Gue lagi males ke kantin, kalian aja ke kantin nanti beliin Gue cemilan" kata Bella sembari menyodorkan uang berwarna merah selembar
Sintya dan Jesica mengangguk kemudian menerima uang tersebut, mereka berdua kembali keluar kelas dan berjalan menuju kantin sekolah.
Di kantin sekolah sangat ramai murid yang membeli makanan, untung kantin sekolah di SMA Tunas Bangsa ini sangat luas seperti restoran jadi para murid yang ingin membeli makanan takkan kehabisan tempat duduk.
Di pojok terdapat lima murid yang sedang menikmati makanan mereka, Delisa dan Wulan sama-sama memesan mie ayam mereka berdua makan begitu lahap tak ada kesan rasa malu di hadapan 3 murid laki-laki tampan yang duduk bersama mereka itu.
Nathan yang sedang menikmati kuah bakso sesekali memelirik Delisa yang makan begitu lahap, Nathan juga tersenyum melihat wajah Delisa yang memerah karena kepedasan.
"Ni minum jeruk hangat biar gak pedes lagi" ujar Nathan menyodorkan gelas yang berisi jeruk hangat yang dipesannya tadi
__ADS_1
"Itukan punya Lho, Gue minum air mineral aja" kata Delisa menolak pemberian Nathan
"Udah Gue bisa pesan lagi" jawab Nathan sembari tersenyum.