Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Menghindar


__ADS_3

Tiga hari setelah Delisa di pecat oleh Nathalie, Wulan mengabari Delisa bahwa Nathan akan mengerakkan pasukan orang-orang kepercayaannya untuk melacak dan mencari keberadaan Delisa.


Beruntung Delisa bergerak cepat dan minta bantuan dengan Wulan, motor matic hadiah dari Papanya Nathan pun langsung di jual Delisa dan Wulan yang menjualkan bahkan Delisa meminta Wulan membeli motor matic bekas atas nama Wulan.


Setelah semua beres Delisa juga berpura-pura pamit dengan para tetangganya bahwa dirinya akan pindah dari rumah sekarang dan akan di jual dengan orang lain, setiap keluar rumah Delisa selalu mengunakan masker beserta kacamata hitam dan memakai hijab jadi takkan ada yang mengenalinya.


Ketika pembeli bertanya nama Delisa, Delisa akan mengenalkan diri sebagai Lia nama belakangnya agar orang-orang Nathan tak bisa mencari nama dirinya yang sebenarnya.


Karena banyak yang memesan baju dengan Delisa, Delisa mencari karyawan untuk membantunya dua yang bekerja di rumah bersama dirinya dan satu untuk kurir biar bisa mengantar barang ke pembeli.


Ada suatu hari orang-orang Nathan mendatangi rumah Delisa, beruntung Delisa meminta salah satu karyawannya yang menemui orang-orang Nathan itu dan ketika di tanya karyawan Delisa berkata bahwa rumah ini sudah di jual oleh seseorang yang bernama Delisa.


Delisa melakukan ini semua karena telah menempati janji yang di ucapkan Nathalie waktu itu, tidak boleh muncul lagi di hadapan semua keluarganya jadi Delisa mengikuti kemauan mantan Majikannya itu.


Ada rasa rindu yang Delisa rasakan kepada Oma Widia namun dirinya harus bisa memendamnya tak bisa juga menemui Oma Widia, karena sama saja dirinya mengingari janjinya kepada Nathalie.


Delisa juga kini begitu sibuk dengan usahanya yang sudah terkenal di seluruh kota A ini, baik di perkampungan maupun di pusat kota jadi tak ada lagi kesempatan Delisa untuk keluar rumah.


Setiap hari pun Delisa hanya bisa memesan makanan di go food semenjak sibuk ini, Ayahnya juga tak begitu keberatan namun Delisa tetap masih mengerjakan sedikit pekerjaan rumah yang tak terlalu lelah.


"Bagaimana udah di packing semua seragam yang akan di antar ke restoran Om Dody?" tanya Delisa kepada karyawannya


"Sudah Kak, ini udah semua tinggal di antar sekarang" jawab Karyawan Delisa yang bernama Titin


"Ohh baiklah Tin, sekarang minta Wawan angkat paket itu dan kirim sekarang" ujar Delisa kemudian kembali ke dalam kamar tidurnya

__ADS_1


Kini kamar tidur Delisa sekarang menjadi tempat dirinya untuk menjahit baju dan tempat untuk mempromosikan pakaian-pakaian yang sudah jadi, sedangkan ruang depan di jadikan Delisa tempat pengemasan barang.


Delisa tidur tak menentu dimana dirinya mau, sedangkan para karyawan malam hari pulang ke rumah masing-masing karena Delisa memperkerjakan dari pukul 8 pagi sampai pukul 8 malam.


Beberapa karyawan Delisa adalah anak yang putus sekolah, Delisa sengaja menjadikan mereka karyawannya karena agar mereka tetap berpenghasilan meski tak bisa melanjutkan sekolah di jenjang yang lebih tinggi seperti dirinya.


Wulan main ke rumah Delisa sebulan sekali, itu pun jika Wulan tidak sibuk dan itu juga permintaan Delisa agar tak ada yang curiga soal keberadaan dirinya yang sebenarnya masih berada di kota A ini.


Delisa kembali sibuk menjahit pesanan orang-orang yang semakin menumpuk namun alhamdulilah Delisa tetap bisa mengerjakannya meski tenaganya sedikit terkuras, Delisa tak mengeluh sedikitpun apalagi hasil usahanya sudah begitu jelas di depan matanya.


Delisa terus mengucap syukur dan terima kasih dengan Oma Widia semua ini berkat ilmu yang Oma Widia ajarkan dengan dirinya, beruntung Delisa begitu menekuni ajaran dari Oma Widia jadi dirinya bisa membuka usaha ini.


.


.


"Beneran Ma Delisa udah pindah?" tanya Bella memastikan lagi infomarsi dari Mamanya


"Iya pas Mama tunggu di depan rumahnya dari tadi yang keluar orang lain" jawab Rani yang baru pulang dari rumah Delisa


"Jadi benar donk kata Wulan waktu itu" kata Bella sembari menompang dagunya berpikir


"Iya biarin sih kalo memang Delisa pindah, justru kamu leluasa untuk deketin Nathan" kata Rani yang ada di sebelah Bella


Bella hanya menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Mamanya, namun Bella masih sedikit berpikir kemana Delisa pindah bukannya mereka tak memiliki sanak saudara lagi dan Delisa juga pasti kekusahan membawa Ayahnya yang cacat itu jika harus pindah dari kota A ini.

__ADS_1


"Tunggu Ma, kalo Delisa pindah ke kota lain memangnya dia mau nyukupin kehidupanannya pakai apa" kata Bella kembali membahas tentang Delisa


"Mungkin dia bekerja apa aja biar bisa makan" jawab Rani seadanya


"Hemm, mungkin Delisa pengen mengubah nasibnya Ma biar sukses di kota lain" kata Bella sedikit meledek


"Hahaha, lulusan SMP memang bisa sukses apa" kata Rani sembari tertawa mendengar perkataan Anaknya


Bella dan Mamanya pun tertawa membayangkan nasib Delisa di kota lain yang menjadi gembel karena takkan ada yang mau menerimanya bekerja apalagi hanya lulusan SMP, ketawa mereka berdua sampai mengema di seluruh ruang keluarga.


"Cerita apa sih? Sampai ketawa begitu" kata Bagas yang baru saja turun dari lantai atas mendekati Anaknya dan Istrinya


"Gak ada sih Pa, hanya cerita biasa" jawab Rani menatap ke arah Suaminya


Bagas pun ikut duduk di dekat Anaknya dan Istrinya, Bagas kini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah jika weekend seperti ini bersama Anaknya dan Istrinya.


Terkadang mereka bertiga menghabiskan weekend untuk jalan-jalan ke MALL atau ke taman hiburan, yang tentunya membuat mereka bertiga bahagia karena selalu bersama-sama.


Bagas berubah dulu karena memiliki wanita simpanan, beruntung sebelum ketahuan Rani Bagas sudah memutuskan hubungannya dengan wanita simpanannya dan Bagas tak ingin mengorbankan keluarga kecilnya.


Dan weekend kali ini Bella dan Kedua orang tuanya memilih untuk bersantai di rumah saja sembari menonton TV film kesukaan mereka, Kedua orang tua Bella baru pulang tiga hari yang lalu dari kota B untuk bisnis mereka yang ada kerjasama dengan perusahaan di kota B.


Makanya Kedua orang tua Bella ingin di rumah saja agar bisa beristirahat, Bella tak keberatan karena setiap hari weekend datang juga Papanya dan Mamanya selalu mengajak Bella pergi dan jalan-jalan.


Sebenarnya yang di inginkan Bella hanya cukup kebersamaan mereka meski di rumah saja, apalagi Bella selama ini begitu kurang kasih sayang dan kurang perhatian dari Kedua orang tuanya makanya begitu bahagia ketika merasakan kebersamaan seperti ini.

__ADS_1


"Bella mau ambil minum dingin dan cemilan dulu Ma, Pa" kata Bella beranjak dari tempat duduk dan melangkahkan kaki ke arah dapur


Bella segera mengambil tiga kaleng minuman dingin beserta cemilan untuk mereka nikmati pas menonton TV, setelah itu Bella membawa semuanya ke ruang keluarga dan meletakkan di meja yang ada di depan mereka.


__ADS_2