Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Tertuduh


__ADS_3

"A...ada apa Nyonya?" tanya Delisa gugup karena ini pertama kali melihat Majikannya marah


"Mana tas kamu?" tanya Nathalie bukan menjawab pertanyaan Delisa


"Tas Saya, buat apa Nyonya?" tanya Delisa lagi karena kebingungan


"Saya bilang mana tas kamu, cepatan" kata Nathalie yang kembali menaikan nada bicaranya


Delisa yang ketakutan segera mencuci tangannya yang masih ada sabun cuci, kemudian Delisa berjalan ke arah meja yang ada di dekat dapur dan mengambil tas selendangnya.


Belum sempat menyodorkan, Nathalie langsung merebut tas Delisa dengan paksa membuat ART lain dan Delisa terkejut serta semakin takut.


Nathalie menuangkan semua isi tas Delisa dan betapa terkejutnya semua yang ada disitu ketika melihat isi kotak berwarna biru itu berserakan, Delisa yang melihat hanya bisa geleng-geleng kepala yang artinya dirinya tidak tau apa-apa dan tidak mengambil barang tersebut.


"Lihat ini, kamu sudah mencuri satu set berlian hadiah arisan kami" kata Nathalie semakin naik tikam saat melihat benda tersebut


"Tapi saya tidak mencuri" kata Delisa berusaha membela diri sendiri


"Itu sudah ada buktinya jadi mana mungkin kamu tidak mencuri, tak ada maling yang ngaku bisa-bisa penjara penuh" kata Nathalie yang emosi dan marah


Delisa tak bisa menjelaskan apapun lagi karena barang bukti berada di dalam tasnya, Delisa menangis di hadapan semua orang dan Delisa baru sadar salah satu teman sosialita Nathalie ada Tantenya.


Delisa yang memandangi wajah Tantenya terlihat sekilas bahwa Tantenya sedang tersenyum seperti penuh kemenangan, kini Delisa baru sadar pasti semua ini ulah Tantenya dan berhubungan dengan Bella yang datang waktu itu.


"Saya akan laporkan kamu ke kantor polisi karena telah mencuri" kata Nathalie yang sudah mengambil satu set berlian yang ada di lantai


"Gak usah di laporkan ke kantor polisi Nathalie, kasihan dia. Pecat saja dari sini" kata Andin yang merasa kasihan dengan Delisa


"Oke karena teman saya bilang jangan di laporkan ke kantor polisi Saya tidak akan melaporkan kamu, tapi mulai detik ini jangan pernah lagi muncul di hadapan keluarga Saya. Kamu saya pecat" kata Nathalie sembari menunjuk wajah Delisa

__ADS_1


Delisa masih menangis sembari mengungut satu persatu barangnya yang ada di lantai dan dimasukannya ke dalam tas selendangnya, Delisa tak menyangka waktunya bekerja disini ternyata hanya dua bulan kurang padahal dirinya masih sangat betah bekerja disini.


Namun ini lebih baik ketimbang dirinya harus membekam di jeruji besi entah kapan bisa keluar, dan bagaimana dengan nasib Ayahnya jika itu terjadi kepada dirinya.


"Saya minta maaf sebelumnya Nyonya, terima kasih tidak melaporkan Saya ke kantor polisi. Saya permisi" kata Delisa sembari menyeka air matanya dan berlalu dari hadapan semua orang


ART yang menyaksikan kejadian barusan tidak percaya bahwa Delisa mencuri karena mereka tau bahwa Delisa jarang berada di lantai bawah lebih sering di lantai atas bersama Oma Widia, dan tadi saja Delisa turun ke lantai bawah hanya mengambil makanan untuk Oma Widia dan mencuci piring bekas makan Oma Widia.


Rani tak tau bahwa kejadian dirinya meletakkan kotak biru yang berisi satu set berlian itu ternyata di pergoki salah satu ART di rumah itu, namun ART yang tau itu tak berani memberi tahu kebenaran apalagi tak ada sebuah bukti menunjukan aksi Rani tadi.


Namun ART itu yakin pasti suatu saat kebenaran akan terungkap tanpa harus dirinya membuka mulut, ART itu juga berdoa untuk Delisa semoga setelah di pecat dari sini Delisa segera dapat pekerjaan baru.


Sedikit lagi Delisa keluar dari rumah, Nathalie menyodorkan amplop berwarna coklat kepada Delisa dan memberi tahu bahwa itu pesangon ubtuk Delisa serta jasa Delisa yang sudah merubah Nathan dan menjaga Oma Widia selama ini.


"Terima kasih Nyonya" ucap Delisa menerima amplop coklat itu kemudian kembali melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Majikannya


Delisa segera melajukan motor maticnya meninggalkan halaman luas rumah milik Oma Widia, dan ingin segera mencari tempat yang sangat pas untuk meluapkan kesedihan yang dirasakannya saat ini.


.


.


Nathalie dan ketiga teman sosialitanya sudah kembali ke ruang tamu untuk melanjutkan acara arisan mereka yang sempat tertunda, Rani izin sebentar dengan teman-teman sosialitanya ke kamar mandi.


Rani mengirim pesan whatsapp kepada Anaknya, ingin mengabari apa yang terjadi tadi dan memberi tahu keberhasilannya menyingkirkan Delisa di rumah ini.


Bella yang sedang makan di restoran bersama teman-temannya mendengar bunyi hpnya di dalam tasnya segera melihat siapa yang mengiriminya pesan, saat di lihat ternyata Mamanya dan di layar hp terlihat pesan tersebut hingga Bella memilih membuka sekalian ingin membalas pesan dari Mamanya.


(Mama berhasil buat Delisa di pecat) My Mom

__ADS_1


(Good Mommy 😘) Bella


Rani sudah kembali duduk di dekat teman-teman sosialitanya, mereka semua kembali bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing dan menceritakan salah satu teman mereka yang keluar dari GENG sosialita mereka yang dulu tidak menyukai Rani.


"Delisa...." panggil Oma Widia di anak tangga


Nathalie dan ketiga teman sosialitanya langsung terdiam saat mendengar Oma Widia memanggil Delisa, mereka saling pandang sedangkan Nathalie menelan ludahnya yang merasa khawatir karena telah memecat Delisa tanpa sepengetahuan Oma Widia.


Nathalie meminta maaf kepada teman-teman sosialitanya untuk saat ini pertemuan mereka sampai disini saja, Nathalie juga meminta teman-teman sosialitanya segera pulang karena takut Oma Widia marah besar.


"Bik Mirna, kemana Delisa?" tanya Oma Widia saat berada di dekat dapur


"Delisa, Delisa...." kata Bik Mirna yang tak berani menjelaskan apapun dengan Oma Widia


"Delisa aku pecat Ma" kata Nathalie yang tiba-tiba muncul di belakang Oma Widia


"Apa di pecat? Kamu siapa berani memecat Delisa. Delisa itu bekerja dengan Mama, bahkan gajinya Mama yang bayar" kata Oma Widia emosi mendengar Menantunya memecat Delisa


"Saya juga Nyonya di rumah ini Ma, Delisa telah membuat kesalahan fatal makanya Saya memecatnya" jelas Nathalie yang tak mau di salahkan oleh Oma Widia


"Kesalahan? Kesalahan apa?" tanya Oma Widia sedikit menurunkan nada bicaranya


Nathalie pun menceritakan kejadian berapa menit yang lalu, tak ada yang di kurangi mau pun dilebihkannya murni seperti yang terjadi tadi dan Bik Mirna juga membenarkan penjelasan Majikannya itu seperti yang dilihatnya tadi.


"Mama tidak percaya kalo Delisa mencuri, kalo memang dia mau mencuri sejenak pertama kali menginjakkan kaki di rumah ini dan masuk ke dalam kamar tidur Mama ketika Mama sedang tertidur. Bukannya kamu tau sendiri Mama meletakkan perhiasaan Mama di dalam laci meja rias" kata Oma Widia panjang lebar


Nathalie terdiam mendengar perkataan Mama mertuanya barusan, memang ada benarnya jika Delisa ingin mencuri pasti sudah sejak pertama kali menginjakkan kaki di rumah ini.


Nathalie juga tau bahwa Mama mertuanya jarang menyimpan perhiasaan di tempat yang sulit di jangkau oleh orang-orang, bahkan pernah perhiasan itu di letakkan oleh Mama mertuanya di atas meja rias.

__ADS_1


__ADS_2