Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Bahagia Semua


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Delisa baru selesai makan malam bersama Ayahnya segera membersihkan sisa makanan mereka beserta piring kotor bekas makan mereka, seperti biasa selesai makan Delisa langsung mengerjakan tugasnya malam ini agar besok pagi hanya mengerjakan sisanya.


"Kamu betah bekeja disana Del" tanya Dika kepada Delisa saat melihat Delisa sudah selesai mengerjakan tugasnya


"Alhamdulilah yah, betah. Majikan Delisa baik" kata Delisa sembari duduk di kursi yang ada di dekat Ayahnya


"Syukurlah, Ayahnya senang mendengarnya" kata Dika sembari mengelus pucuk kepala Anaknya yang kini semakin remaja


Dika pun pamit ke kamar tidurnya dengan Delisa karena sudah mulai mengantuk, Delisa menganggukkan kepala dan ikut beranjak dari situ ingin masuk ke kamar tidurnya juga.


Delisa sudah berbaring di atas kasur yang sekarang sudah tipis karena telah di makan waktu, Delisa bahagia mendengar kabar dari Wulan dua minggu yang lalu bahwa Wulan mendapatkan juara umum ketiga.


Yang artinya mulai masuk sekolah besok Wulan sudah tidak memikirkan lagi pembayaran SPP perbulan karena mendapatkan beasiswa, juara umum pertama kini di dapati oleh Joko dan kedua oleh Zahra.


Bella lagi-lagi tak bisa mendapatkan juara umum hanya mendapat peringkat pertama kata Nathan waktu itu, ternyata Bella kini tak bisa mengalahkan orang lain juga meski Delisa sudah tak sekolah lagi.


Kecerdasan dan kerajinan itu yang menilai bagaimana orang itu bisa tetap mempertahankan nilai mereka, sedangkan Bella dulu saingannya di SMP hanya Delisa sekarang banyak dari SMP lain yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.


Delisa mulai terserang kantuk akhirnya memutuskan ingin segera tidur, Delisa menarik selimut untuk membungkus setengah tubuhnya kemudian memejamkan kedua kelopak matanya yang memang sudah sangat berat.


.

__ADS_1


.


Di tempat lain


Nathan dan Kedua orang tuanya beserta Oma Widia baru pulang dari luar negeri malam ini dan mereka semua habis berkunjung ke rumah Kakak perempuan Nathan yang telah menikah, keluarga mereka pulang dengan raut wajah bahagia karena akhirnya Cucu pertama di keluarga Wijaya lahir juga.


Di tambah Nathan kini sudah berubah bahkan Nathan mendapatkan peringkat kedua dikelasnya yang membuat semua keluarganya tak percaya akan mencapaian Nathan sekarang, semua juga berkat Delisa yang gigih mengajari Nathan belajar.


Begitu besar jasa Delisa bisa merubah Nathan yang awalnya pemalas kini menjadi rajin, Nathan juga sudah berhenti dari dunia modeling-nya dirinya justru fokus belajar tentang bisnis yang di ajari Papanya meski belum waktunya namun Papanya tetap mengajarinya bagian dasar dulu.


Namun meski begitu Nathalie tetap tak menyukai Delisa, apalagi Nathalie sudah tau bahwa tentang kehidupan Delisa selain anak orang miskin Delisa juga memiliki Ayah yang cacat tentu membuat Nathalie berpikir berulang-ulang jika ingin menjadikan Delisa menantu dalam keluarga mereka.


Selain tak sepadan mendapatkan menantu seperti itu juga membuatnya malu jika dapat besan yang cacat, apa kata teman sosialitanya bisa-bisa harga diri keluarganya di injak-injak oleh orang di luaran sana apalagi mereka adalah keluarga terhormat dan terpandang karena bisnis dimana-mana.


Nathalie juga sudah menjodohkan Nathan dengan salah satu anak dari teman sosialitanya yang tentunya sepadan dengan mereka siapa lagi kalo bukan Bella, Nathalie sudah pernah bertemu dengan Bella dan tentunya Nathalie suka dengan Bella yang memiliki sopan santun dan tata krama.


Meski Nathan sudah kenal dengan Bella tapi Mama mertua dan Suaminya belum tau, Nathalie juga ingin meyakinkan orang-orang dirumahnya bahwa Bella lah yang lebih pantas menjadi menantu di dalam rumah ini.


Setelah melakukan perjalanan cukup jauh dan sudah tiba di rumah malam hari, Nathan dan yang lain langsung masuk ke kamar tidur masing-masing untuk segera beristirahat apalagi besok harus kembali beraktifitas seperti biasa.


Keesokan paginya Nathan dan Kedua orang tuanya beserta Oma Widia seperti biasa pukul 06.30 sarapan pagi bersama-sama di ruang makan, tubuh mereka sudah kembali fit setelah tidur semalam dengan nyenyak tanpa pergi ke alam mimpi.


"Nathan berangkat dulu Pa, Ma, Oma" kata Nathan pamit kepada semuanya dan mencium punggung tangan mereka bergantian

__ADS_1


"Hati-hati di jalan" ucap Oma Widia hampir bersamaan dengan Nathalie


Wijaya juga pamit dengan Mamanya dan Istrinya setelah menghabiskan segelas kopi buatan Bik Mirna, Nathalie ikut beranjak dari tempat duduknya mengajar Suaminya sampai ke depan dan hingga Suaminya masuk mobil.


Oma Widia yang tinggal sendirian di kursi makan memilih beranjak dari situ dan berjalan ke arah kamar tidurnya yang ada di lantai atas, Nathalie yang melihat Mama mertua sudah tidak ada di ruang makan memilih duduk bersantai di ruang keluarga apalagi hari ini belum ada kegiatan apapun dengan teman sosialitanya.


Satu jam kemudian Delisa baru tiba di rumah majikannya, sudah menjadi rutinitas sehari-hari Delisa sebelum memulai pekerjaannya dirinya mencuci tangan terlebih dahulu.


Setelah itu Delisa ingin ke kamar tidur Oma Widia karena dirinya tau Oma Widia pasti ada di dalan kamar saat ini, namun saat hendak menaiki tangga Nathalie memanggil Delisa hingga Delisa mau tak mau menghentikan langkah kakinya dan berbalik menoleh ke belakang.


"Iya Nyonya ada apa?" tanya Delisa saat sudah berhadapan dengan Nathalie


"Sebelumnya Saya berterima kasih dengan kamu yang sudah membuat Nathan berubah, tapi kamu tetap harus ingat sampai kapan pun kamu takkan bisa jadi bagian dari keluarga ini, jadi Saya harap kamu harus tau diri" kata Nathalie kemudian berlalu begitu saja


Belum sempat Delisa menjelaskan bahwa dirinya tak memiliki hubungan apa-apa dengan Nathan, namun Nathalie sudah berlalu begitu saja dan Delisa sadar dari pertama Nathan mendekatinya waktu di sekolah dulu hingga detik ini makanya dirinya tak pernah terbawa perasaan saat sedang bersama Nathan.


Delisa menghela napas panjang kemudian melanjutkan langkah kakinya yang ingin menaiki anak tangga, Delisa pun tiba di kamar Oma Widia dan mengetuk pintu kamar sebelum masuk.


"Gak usah di ambil hati perkataan Nathalie barusan" kata Oma Widia saat Delisa masuk ke dalam kamar


"Apa maksud Oma?" tanya Delisa bingung kenapa bisa Oma Widia tau


"Saya sudah dengar semuanya, kamu berhak mendapatkan kebahagianmu jika memang Nathan adalah jodohmu apa salahnya" kata Oma Widia lagi sembari mendekati Delisa dan mengajak Delisa duduk didekatnya

__ADS_1


"Gak Oma, Delisa gak mungkin berjodoh dengan Nathan. Delisa juga belum memikirkan hal seperti itu, saat ini Delisa masih mau fokus dengan karir yang akan Delisa capai" kata Delisa menjelaskan apa keinginananya


Oma Widia tersenyum sembari menganggukkan kepala dan membelai ramabut Delisa yang tergerai, Oma Widia tak habis pikir ternyata Nathalie masih tak begitu menyukai Delisa padahal sangat kelihatan bahwa Delisa anak yang baik.


__ADS_2