Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Pekerjaan Baru


__ADS_3

Delisa pagi ini sudah siap-siap akan pergi bekerja di rumah Oma Widia yang kemarin sudah memberikan alamat tempat tinggal, Delisa juga sudah menjelaskan dengan Ayahnya mulai hari ini akan bekerja.


Kemarin sore juga saat para tetangga dan para anak kuliah mengambil pakaian laundry mereka, Delisa menjelaskan bahwa mulai hari ini takkan mengunakan jasa laundry-nya lagi karena sudah dapat pekerjaan yang gajinya lumayan untuk kebutuhan sehari-hari Delisa dan Ayahanya.


Tak lupa Delisa juga mengabari Wulan semalam bahwa tak bisa lagi menemani Wulan untuk belajar, tentunya alasannya juga sudah Delisa jelaskan dan syukurnya Wulan mengerti meski ada sedikit kecewa terdengar dari suara Wulan semalam melalui telepon.


Setelah pamit dengan Ayahnya, Delisa kini masih berdiri di depan rumah menunggu ojek online yang sudah dipesannya dari tadi namun belum juga nampak padahal sudah 15 menit yang lalu dirinya memesan.


"Atas nama Delisa" kata Tukang ojek saat menghentikan motornya di hadapan Delisa


"Iya" jawab Delisa singkat karena kesal waktunya terbuang cukup lama


Delisa segera naik di jok belakang setelah memakai helm, Tukang ojek pun mulai melajukan motornya dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah Delisa dan menuju sesuai lokasi yang di aplikasi.


Beruntung Delisa berangkat pukul 06.50 jadi jalanan belum terlalu padat sehingga tak menyebabkan kemacetan, Delisa tak sabar untuk memulai bekerja apalagi dengan gaji yang lumayan untuk kebutuhannya sehar-hari dengan Ayahnya.


Jika ada sisa bisa disimpannya untuk tambah-tambahan uang simpanan yang pernah di kasih Ibunya serta Papanya Wulan yang separoh memang sudah di pakai selama kebutuhan hidupnya kemarin, karena kelamaan melamun Delisa tak sadar bahwa motor yang ditumpanginya sudah berhenti dari tadi bahkan Tukang ojek sudah berapa kali memanggil.


"Mbak... Mbak... Udah nyampe loh dari tadi" kata Tukang ojek berusaha membuyarkan lamunan Delisa


"Ehh.. Maaf" kata Delisa yang tersadar dan segera turun


Lalu Delisa membayar ongkos ojek, setelah kepergian Tukang ojek Delisa masih mematung di depan gerbang berwarna putih yang tinggi dirinya melihat kembali dihpnya ingin menyesuaikan alamat yang di beri Oma Widia kemarin.


Benar alamat itu yang ada didepannya saat ini, Delisa mengintip ke dalam melalui celah gerbang tersebut saat dilihatnya ke dalam mulut Delisa langsung terbuka memandangan di dalam seperti di negeri khayalan begitu indah dan ai mancur berada di tengah halaman yang penuh tanaman hijau.


"Maaf Mbak cari siapa ya?" tanya Satpam penjaga gerbang rumah Oma Widia

__ADS_1


"Ahh iya, apa ini benar rumah Oma Widia?" tanya Delisa pada Satpam tersebut


"Ohh iya benar, nama Mbak siapa?" kata Satpam tersebut


"Saya Delisa" jawab Delisa


"Ahh iya, Nyonya besar sudah menunggu Anda dari tadi" kata Satpam tersebut sembari membuka gerbang tersebut


Delisa segera berjalan ke arah rumah yang sebenarnya lumayan jauh jika berjalan kaki sampai memakan waktu 10 menit saking luasnya halaman tersebut, Delisa akhirnya sampai di depan pintu utama yang tinggi menjulang dan indah.


Delisa segera memencet bel yang ada di dinding samping pintu, cukup lama menunggu pintu pun di buka dari dalam dan orang tersebut langsung mempersilahkan masuk.


Delisa berjalan mengekori seseorang yang ada didepannya, dirinya tidak tau harus kemana karena rumah ini begitu luas bak istana yang membuat Delisa terus mengucap kagum dalam hati sembari matanya menelusuri bangunan sekitar.


"Haii, Delisa" sapa Oma Widia saat sudah bertemu Delisa


"Bik Mirna ajak Delisa ke dapur dan berikan buah untuk saya kepada Delisa, biar Delisa bawa ke dalam kamar saya. Jangan lupa beri tahu letak kamar saya, saya akan ke kamar sekarang" ujar Oma Widia kepada salah satu ART di rumah tersebut


"Baik Nyonya besar" jawab Bik Mirna patuh sembari memberi hormat


Bik Mirna dan Delisa segera melangkahkan kaki menuju dapur utama yang sangat luas, bahkan hampir sama dengan ukuran rumah Delisa dan selain luas tentunya tertata rapi alat-alat dapur serta sangat bersih bahkan semut pun bisa terpeleset saking bersih.


Delisa memperhatika Bik Mirna yang mengupas dan memotong buah untuk Oma Widia karena tugas itu nanti akan di ambil alih Delisa, setelah itu Delisa membawa nampan yang berisi buah yang sudah di potong-potong beserta segelas jus melon tanpa es dan pemanis tambahan.


Bik Mirna mengantar Delisa ke lantai atas di mana kamar Oma Widia berada, setelah Bik Mirna memberi tahu Delisa segera mengetuk pintu kamar milik Oma Widia dan Oma Widia mempersilahkan Delisa untuk masuk.


"Hallo Nyonya besar" ucap Delisa saat pintu sudah dibukanya

__ADS_1


"Aiis, kenapa kamu panggil saya Nyonya besar. Tetap sama seperti biasa panggil Oma Widia" kata Oma Widia protes atas panggilan yang di ubah Delisa


"Tapi Nyo..." kata Delisa terpotong oleh Oma Widia


"Gak ada tapi-tapian, tetap Oma Widia" kata Oma Widia memotong perkataan Delisa


"Hem, baiklah" jawab Delisa mengalah


Delisa membawa nampan yang berisi buah beserta jus melon itu di dekat Oma Widia berada dan meletakkan di atas meja kecil yang ada di samping Oma Widia, Oma Widia mulai mengambil satu potong buah tersebut dan sesekali memimun jus melon.


"Kamu sudah sarapan?" tanya Oma Widia pada Delisa


"Sudah Oma" jawab Delisa yang masih berdiri di samping Oma Widia


"Kamu duduk disini kenapa berdiri disitu apa gak capek berdiri terus" kata Oma Widia sembari menepuk sofa disampingnya


Delisa pun kembali mengalah dan segera duduj di samping Oma Widia, Oma Widia bercerita mengapa mempekerjakan Delisa khusus untuk dirinya selain untuk menjadi teman ngobrol juga untuk menemani masa tuanya yang terasa sepi karena anaknya hanya ada satu yaitu Wijaya dan dia pun begitu sibuk mengurus perusahaannya.


Sedangkan Nathalie Istrinya Wijaya sibuk dengan dunianya yaitu teman sosialita hingga jarang ada di rumah, pergi pagi pulang sore seperti itu setiap hari hanya menghabiskan waktu di luar yang tentunya berfoya-foya.


Sedangkan Cucu pertamanya Nathasya kini semenjak menikah dengan Laki-laki pengusaha ikut Suaminya tinggal di luar negeri, dan satu lagi Cucu keduanya Nathan namun sibuk sekolah dan pulang sekolah pergi syuting hanya sebentar ada waktu di rumah itu pun jika jadwak syuting-nya tak padat.


Delisa yang mendengar cerita Oma Widia yang kesepian jadi ikut sedih, padahal masa tua harusnya orang-orang disekitarnya harus menemani namun ini justru semua orang sibuk dengan kegiatan masing-masing.


"Delisa janji akan selalu ada buat Oma" kata Delisa sembari mengengam tangan Oma Widia memberi semangat


"Terima kasih ya, makanya awal pertama bertemu kamu. Oma langsung suka" kata Oma Widia kemudian memeluk Delisa layaknya seperti Cucu.

__ADS_1


__ADS_2