Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Terkejut


__ADS_3

"Del...Delisa" teriak Nathan memanggil Delisa ketika baru masuk ke dalam rumah


"Ada apa Nathan, kebiasaan banget sih teriak-teriak" kata Oma Widia menegur Nathan lagi


"Ehh Oma, Delisa mana Oma?" tanya Nathan sembari mencium punggung tangan Oma Widia


"Ke kamar mandi tadi" jawab Oma Widia kemudian kembali melanjutkan acara menonton TV


Delisa keluar dari kamar mandi yang ada di dekat dapur, Delisa kembali melangkahkan kaki menuju ruang keluarga dimana Oma Widia berada yang sedang bersantai.


Belum sempat Delisa mendekati Oma Widia, Nathan langsung menarik tangan Delisa membuat Delisa dan Oma Widia terkejut hingga Oma Widia mengikuti kemana Nathan membawa Delisa.


"Ada apa?" tanya Delisa ketika mereka berhenti di luar rumah


"Lihat itu, itu hadiah untuk kamu dari Papa karena kamu sudah membuat Anak bungsunya mendapat peringkat dan mau belajar bisnis" jelas Nathan memberi tahu kepada Delisa hadiah dari Papanya


"Tapi itu berlebihan" kata Delisa yang tak enak hati harus menerima motor matic keluaran terbaru itu


"Udah terima aja, Wijaya paling gak suka kalo ada yang menolak pemberiannya" kata Oma Widia yang sudah berdiri di belakang Delisa dan Nathan


"Ya Allah motor yang ingin Delisa pengen beli akhirnya terkabul meski bukan beli sendiri" kata Delisa sembari mendekati motor matic tersebut dan dikelilinginya


Delisa mengucap syukur terus menerus, dirinya masih tak percaya Majikannya mau memberi hadiah motor matic yang mahal ini apalagi ini pengeluaran tahun ini tentu harganya masih main puluhan juta.


Nathan dan Oma Widia tersenyum bahagia melihat Delisa begitu senang dapat hadiah motor matic, mereka berdua memang sudah tau bahwa Wijaya akan memberi hadiah untuk Delisa pagi tadi.

__ADS_1


"Di coba dulu" ujar Natgmhan mendekati Delisa yang memegang motor matic tersebut


"Nanti saja" jawab Delisa kemudian mengajak Nathan masuk ke dalam rumah.


Nathan meninggalkan Delisa dan Oma Widia yang sedang bersantai di ruang keluarga menonton TV, Nathan ingin mengganti seragam sekolah dahulu setelah itu baru makan siang meski tadi di sekolah sudah makan tetap saja masih terasa lapar di perut Nathan jika belum makan nasi.


Selesai makan Nathan masih melanjutkan kegiataannya yang belajar bersama Delisa, namun kali ini Nathan sendirian karena kedua temannya dan Wulan tidak bisa ikut belajar lagi apalagi harus membayar Delisa setiap hari mereka kurang sanggup.


Wulan juga sudah mengabari Delisa jika dirinya belajar ketika ujian semester saja agar bisa mempertahankan nilainya atau bisa lebih tinggi, kini juga Nathan dan Wulan jadi sekelas masuk kelas XI.IPA.1 termasuk Bella juga sedangkan Alex dan Bima di kelas XI.IPA.2 sekelas dengan Jesica dan Sintya.


Nathan kembali fokus dengan pelajaran yang di jelaskan oleh Delisa sekarang, Nathan masih kagum dengan Delisa yang masih bisa menjelaskan materi demi materi padahal Delisa tak belajar di sekolah hanya Delisa memang mengerti tentang semua mata pelajaran dengan cukup melihat sekilas di buku paket.


"Haii Nath" sapa Seorang perempuan yang berdiri di belakang Delisa


Nathan yang awalnya fokus mengerjakan soal dari Delisa terpaksa mendongakkan kepala saat mendengar Seorang perempuan menyapanya yang suaranya sudah tak asing lagi, Nathan memilih cuek dan melanjutkan mengerjakan soal dari Delisa.


Namun siapa sangka Seorang perempuan itu akhirnya mendekati Nathan dan duduk di samping Nathan, membuat Delisa terpaksa menundukkan kepala agar Seorang perempuan dihadapannya ini tak mengenalinya.


"Delisa...." ucap Seorang perempuan itu terkejut melihat keberadaan Delisa yang ada di dekat Nathan


"Haii Bel" sapa Delisa sembari menyengir


"Kenapa Lho ada di rumah Nathan, terus mengajari Nathan belajar. Jangan bilang orang yang Nathan bilang membuatnya mau belajar itu Lho" kata Bella yang benar-benar terkejut dengan semua ini


"Iya memang Delisa, kenapa? Ada yang salah" jawab Nathan ketus yang begitu malas melihat keberadaan Bella dirumahnya

__ADS_1


Nathan sudah tau bahwa Mamanya lah yang pasti mengajak Bella ke rumah, semenjak Mamanya mengenal Bella setiap hari juga Mamanya membahas tentang Bella Bella dan Bella di depan semua orang yang membuat Nathan muak.


Padahal Nathan sudah berapa kali berbicara dengan Mamanya tidak mau di jodoh-jodohkan apalagi dengan Bella, wanita ular yang di depan semua orang selalu sok baik tapi di belakang kapan saja menerkam orang-orang tersebut.


"Nathan, kenapa harus belajar dengan Delisa. Gue bisa kok ngajarin Lho" kata Bella yang berusaha mencari perhatian Nathan


"Gak usah, terima kasih. Udah ada Delisa" jawab Nathan kemudian beranjak dari situ sudah malas melanjutkan mengerjakan soal setelah ke datangan Bella


Nathan meninggalkan Bella dan Delisa begitu saja di gazebo taman belakang, Nathan memilih masuk ke dalam rumah ingin protes dengan Mamanya yang tak mengerti-ngerti mau dirinya apa.


Delisa memilih merapikan buku-buku beserta alat tulis milik Nathan dan dimasukkannya ke dalam tas ransel milik Nathan, sedangkan Bella sudah mengajar Nathan dari tadi makanya Delisa sangat bersyukur Bella tak terlalu mengintrogasi dirinya.


"Ma, kenapa Mama ajak Bella ke rumah segala sih" kata Nathan protes kepada Mamanya saat sudah menemukan keberadaan Mamanya


"Kenapa lagi sayang, gak apa-apa Bella kesini. Biar kalian semakin dekat" kata Nathalie mendekati Anak bungsunya


"Tapi Ma..." kata Nathan namun terhenti ketika Nathalie meletakkan jari telunjuknya di bibir Nathan.


"Ehh Tante, Nathan ngobrol yuk" kata Bella saat sudah tiba di dekat Nathan dan Nathalie


"Gak akh, lagi malas. Gue mau tidur siang" kata Nathan memilih berlalu dari hadapan Mamanya dan Bella


Bella berdecak kesal dalam hati lagi-lagi dirinys di tolak Nathan pasti karena Delisa, dirinya tidak tau kalo selama ini Delisa bekerja di rumah Nathan dan beruntung pulang sekolah Nathalie mangajaknya ke rumah jadi dirinya akhirnya tau bahwa Nathan dan Delisa masih sering berintraksi berdua.


Bella takkan diam saja melihat Delisa dan Nathan bebas berduaan di dalam rumah ini, Bella harus bisa membuat Delisa kembali menjauh dari kehidupan Nathan apalagi dirinya kemarin sudah berusaha menyingkirkan Delisa di sekolah agar tak bertemu dengan Nathan.

__ADS_1


Namun mengapa justru bisa Delisa bekerja di rumah ini, akhirnya Bella memilih mengobrol dengan Nathalie dan mengorek informasi tentang Delisa bisa bekerja di rumah ini.


Setelah Bella tau bahwa Oma Widia yang memperkerjakan Delisa dan bahkan Nathalie tak menyukai Delisa membuat ujung bibir Bella terangkat, tiba-tiba ada ide melintas begitu saja di otak Bella yang tentunya dirinya sangat yakin pasti Delisa bakal di pecat.


__ADS_2