
"Assalamualaikum yah" ucap Delisa saat pintu depan sudah dibuka oleh Ayahnya dan tak lupa mencium punggung Ayahnya
"Walaikumsalam, kok tumben pulang cepat" kata Dika heran melihat Anaknya pulang ke rumah lebih cepat yang biasanya pulang sore hari
"Gak ngajar LES yah, Aisyah dan keluarganya baru pulang tadi pagi. Jadi belum di minta buat ngajar dulu" jelas Delisa sembari membantu mendorong kursi roda Ayahnya
Ayahnya hanya menganggukkan kepala mendengar penjelasan Anaknya, Delisa ke dapur sejenak meletakkan makanan yang di beri oleh Bundanya Aisyah tadi.
Kemudian Delisa pamit dengan Ayahnya ingin mengganti seragam sekolahnya, setelah di dalam kamar tidurnya Delisa sudah mengganti seragam sekolahnya dan berbaring sejenak menghilangkan rasa lelahnya.
Hingga tak terasa dirinya terlelap, Dika yang melihat Anaknya tertidur dibiarkannya karena dirinya tahu kalo Anaknya itu pasti begitu kelelahan melakukan aktivitas seharian.
Saat waktu sudah menunjukkan pukul 04.30 sore Delisa akhirnya bangun dari tidur siangnya tadi, dirinya terkejut ternyata saat dirinya berbaring sebentar tadi malahan ketiduran sampai sore.
Delisa keluar dari kamar tidurnya ingin membantu Ayahnya untuk mandi sore, Delisa segera mendorong kursi roda Ayahnya sampai ke kamar mandi dan mengendong Ayahnya untuk pindah ke kursi yang ada di dalam kamar mandi.
Setelah itu Delisa yang sudah keluar dari kamar mandi memilih memasak nasi buat makan malam nanti sekalian memanaskan lauk yang di beri oleh Bundanya Aisyah tadi siang, selesai semua tugasnya Delisa ke kamar tidur Ayahnya untuk menyiapkan pakaian Ayahnya.
"Del..Delisa..." teriak Dika dari dalam kamar mandi
Delisa yang mendengar panggilan dari Ayahnya segera bergegas menuju kamar mandi, sebelum masuk ke dalam kamar mandi Delisa mengetuk pintu terlebih dahulu setelah dapat perintah Ayahnya untuk masuk ke dalam kamar mandi baru Delisa masuk.
Setengah jam telah berlalu kini giliran Delisa yang akan membersihkan tubuhnya sore ini, selesai mandi dan memakai piyama tidurnya yang panjang Delisa bersantai sejenak di ruang depan sembari bermain hp dan makan cemilan yang di beri oleh Wulan kemarin.
Matahari sudah terbenam di ufuk barat kini berganti rembulan yang sedikit bersembunyi di balik awan membuat langit sedikit gelap seperti ingin hujan lagi, Delisa sedang mempersiapkan makan malam untuk dirinya dengan Ayahnya di atas meja.
__ADS_1
"Yah makan malam udah siap" ujar Delisa sembari mengetuk pintu kamar tidur Ayahnya
Dika segera membuka pintu kamar tidurnya dan menjalankan kursi rodanya dengan pelan, kini Delisa dan Ayahnya sudah duduk di hadapan meja makan yang sudah banyak makanan terhidang di atas meja makan.
Dika yang sudah tau kalo semua makanan lezat itu di beri oleh Bundanya Aisyah sangat bersyukur bisa memakan makanan lezat yang sudah sangat lama tak pernah mereka berdua nikmati, Delisa dan Ayahnya segera menyantap makanan tersebut dengan begitu lahap sampai berapa kali mereka nambah.
Selesai makan Delisa segera merapikan sisa makanan yang ada di atas meja dan sekalian mencuci piring kotor bekas mereka makan tadi, agar besok pagi dirinya tak kerepotan lagi karena terlalu banyak yang di kerjakan.
Kini Delisa kembali ke kamar tidurnya untuk segera beristirahat dan tidur agar bangun tidak kesiangan, seperti biasa sebelum tidur Delisa terlebih dahulu memasukan buku-buku tulisnya untuk pelajaran besok ke dalam tas ranselnya.
.
.
Ditempat lain
"Tunggu umur kamu 17 tahun, bukannya berapa bulan lagi jadi sabar" jawab Rani yang masih menikmati makan malamnya
"Ma, Papa kemana sih sebenarnya?" tanya Bella lagi
"Keluar kota karena ada yang mengajak kerja sama dengan perusahaan kita, jadi Papa yang mewakili" jelas Rani yang sebenarnya heran juga Suaminya semakin jarang di rumah
Bella akhirnya diam dan kembali menikmati makanan yang ada dihadapannya, sebenarnya Bella senang Papanya jarang ada di rumah karena tak ada lagi yang menuntunnya harus mendapat juara umum pertama.
Bahkan tak berpengaruh juga bagi Bella mau Papanya ada di rumah atau tidak, apalagi dari dulu Bella tak pernah merasakan kasih sayang dan perhatian dari Papanya jadi seperti sudah terbiasa.
__ADS_1
Selesai makan malam Bella dan Mamanya memilih bersantai di ruang keluarga menonton TV acara kesukaan mereka, sambil menonton TV Bella masih menikmati cemilan yang dibelinya waktu liburan ke kota B kemarin.
Kota B selain terkenal wisatanya yang bagus dan indah, makanan ciri khasnya membuat semua orang tau kalo makanan cemilannya sangat lezat bahkan banyak beragam cemilan ada yang manis, asin, pedas dan lain sebagainya.
"Bella kok tumben kamu gak dapat juara umum di sekolah sekarang?" tanya Rani pada akhirnya padahal Bella sangat berharap Mamanya maupun Papanya tak bertanya hal itu
"Semakin banyak saingan Ma" jawab Bella namun tak membuat Rani puas
"Delisa bagaimana?" tanya Rani kepada Anaknya
Bella yang mendengar Mamanya bertanya soal Delisa diam sejenak, sedikit kesal namun mau bagaimana pun Delisa tetap saudara sepupunya meski sebenarnya dirinya tak mengakui.
"Masih mendapat juara umum pertama" jawab Bella yang malas membahas tentang Delisa
"Dia masih bisa dapat juara umum pertama, terus kenapa Anak Mama ini gak bisa" kata Rani yang ingin tau alasan sebenarnya mengapa bisa Anaknya tak mendapat juara umum
"Udah akh, Bella mau ke kamar" kata Bella segera beranjak dari duduknya dan berlari menaiki anak tangga
Rani yang melihat Anaknya pergi begitu saja hanya bisa menghela napas panjang, entah mengapa Rani merasa Anaknya itu banyak sekali perubahan dari sikap dan tingkah laku Anaknya.
Mungkin karena dirinya terlalu memanjakan Anaknya itu sehingga membuat Anaknya tak mau mendengar apa saja yang disampaikannya, air mata Rani tiba-tiba menetes bayangan masa lalu melintas dan dirinya teringat juga bahwa hubungannya dengan Suaminya sekarang tak seharmonis dulu lagi.
Dirinya merasa tak ada kebahagian lagi saat ini meski dirinya memiliki segalanya hatinya terasa hampa dan sepi, ingin mengulang kembali namun semua telah terjadi tak bisa waktu berputar lagi.
Rani pun memilih beranjak dari tempat duduk setelah mematikan siaran TV, dirinya segera berjalan menuju kamar tidurnya dan ingin segera beristirahat menenangkan pikiran yang begitu kusut.
__ADS_1
Di dalam kamar tidur Bella sedang bermain hp membuka akun sosial medianya, dirinya berusaha mencari akun milik Nathan namun ternyata akun itu tertutup sehingga susah untuk bisa melihat kegiataan apa saja yang di posting Nathan jika tidak follow back.
Bella yang bosan melihat-lihat dunia maya memilih untuk membuat video, agar bisa dipostingnya sehingga akan banyak yang menyukai dan berkomentar serta followersnya bisa semakin bertambah.