Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Dinner


__ADS_3

Waktu terus berjalan hubungan Delisa dan Nathan sudah berjalan hampir seminggu, malam ini Nathan mengajak Delisa makan di luar berdua seperti layaknya sepasang kekasih lainnya melakukan dinner.


Delisa yang sudah mendapat pesan whatsapp dari Nathan soal ajakkan dinner malam ini langsung bersiap-siap sebelum Nathan tiba di rumah untuk menjemputnya, Delisa memakai dress berwarna soft panjang sampai di bawah lutut dipadukannya dengan heels yang tidak terlalu tinggi berwarna putih dan tas berwarna putih.


Delisa mempoles wajahnya senatural mungkin karena dirinya lebih suka natural ketimbang yang begitu mencolok, cukup lama menyapu make-up di seluruh wajahnya kini Delisa lama memandangi pantulan dirinya di cermin.


Tok...tok...tok


"Non, di ruang tamu sudah ada Tuan Nathan" kata Buk Ina memberi tahu kepada Delisa


"Iya Buk, sebentar lagi Delisa turun" jawab Delisa dari dalam


Buk Ina segera berlalu dari depan kamar Majikannya itu, dan turun ke lantai bawah ingin membuatkan minuman untuk tamu Majikannya


Sedangkan Delisa yang ada di dalam kamar merasa begitu gugup apalagi ini untuk pertama kali dirinya dinner dengan seorang laki-laki, meskipun Delisa sudah lama kenal dengan Nathan namun tetap saja sulit menghilangkan rasa gugupnya.


Delisa menarik napas panjang kemudian menghembuskan dengan perlahan, Delisa mengambil tasnya kemudian melangkahkan kaki keluar dari kamar karena tak ingin Nathan terlalu lama menunggu dirinya.


Satu persatu Delisa melangkahkan kaki menuruni anak tangga hingga tiba di lantai bawah, Delisa berjalan anggun mendekati Nathan yang berada di ruang tamu dan ternyata ada Ayahnya yang menemani Nathan yang sedang menikmati teh hangat.


"Maaf ya menunggu lama" kata Delisa berdiri tak jauh dari sofa ruang tamu


"Gak apa-apa, udah selesai dandannya kita berangkat sekarang" jawab Nathan sembari menghabiskan sisa teh hangat dan beranjak dari duduknya.


"Ayah, Delisa pamit ya" kata Delisa sembari mencium punggung tangan Ayahnya


"Om, kita berangkat dulu ya" kata Nathan yang mengikuti Delisa mencium punggung tangan Ayahnya Delisa


"Hati-hati di jalan, jangan pulang kemalaman" ujar Dika memperingati Anaknya dan Nathan

__ADS_1


Delisa dan Nathan dengan kompak menjawab dengan anggukkan kepala, kemudian Delisa dan Nathan segera melangkahkan kaki keluar dari rumah dan menuju ke arah mobil yang terparkir di depan rumah.


Nathan membantu membukakan pintu di sebelah kiri tempat Delisa akan duduk, setelah itu Nathan berputar di depan mobil dan masuk ke dalam di kursi pengemudi lalu mereka berdua memasang sabuk pengaman dari kursi masing-masing.


Nathan mulai melajukan mobil BMW miliknya meninggalkan kediaman Delisa dan meluncur ke arah restoran yang sudah di booking Nathan, selama perjalanan tak ada obrolan apapun yang keluar dari mulut mereka berdua.


Nathan diam sembari sesekali melirik ke arah Delisa menikmati memandang wajah Delisa yang begitu cantik malam ini, sedangkan Delisa diam karena masih berusaha menghilangkan rasa gugupnya di tambah Nathan sering kali mencuri pandang ke arah dirinya membuatnya semakin gugup.


Setengah jam mobil BMW milik Nathan memasuki area parkiran restoran yang terlihat megah dan mewah, restoran yang menjadi kenangan Delisa bersama almarhumah Ibunya dan almarhumah Oma Widia.


Nathan segera turun setelah mobil BMW miliknya terparkir sempurna di antara mobil-mobil lain, Nathan kembali membantu membukakan pintu mobil untuk Delisa dan menyambut tangan Delisa.


"Ayo masuk" kata Nathan meletakkan tangan Delisa dilengannya


Delisa dan Nathan masuk ke dalam restoran, para pelayan restoran yang sudah kenal dengan Nathan dan sudah tau tempat di booking Nathan segera mengantar Nathan dan Delisa ke arah rooftop restoran mengunakan lift.


Nathan dan Delisa segera duduk di kursi yang ternyata sudah di siapkan oleh para pelayan restoran, pelayan memberikan buku menu kepada sepasang kekasih tersebut sembari menunggu apa saja yang ingin mereka pesan.


"Mau makan apa?" tanya Nathan kepada Delisa yang kelihatan bingung


"Aku gak tau makanan apa paling lezat disini, apalagi aku jarang makan di luar karena lebih sering makan makanan rumahan" kata Delisa mengatakan yang sejujurnya


"Aku yang pesanin ya" kata Nathan yang masih fokus melihat buku menu


Delisa menganggukkan kepala, kemudian Nathan membaca dua makanan favorit dan dua minuman favorit di restoran ini kepada pelayan yang juga mencatat apa saja yang di pesan Nathan barusan.


Setelah itu para pelayan meninggalkan Delisa dan Nathan ingin menyiapkan makanan dan minuman yang telah di pesan Nathan barusan, para pelayan masuk lift dan turun ke lantai bawah serta berjalan ke arah dapur.


"Ehh aku kok kayak gak asing gitu ya melihat kekasihnya Tuan Nathan" kata Salah satu pelayan tadi

__ADS_1


"Apa iya, perasaan ini pertama kali loh dia kesini" jawab Teman pelayan itu


"Mungkin saja hanya mirip" jawab Pelayan itu lagi


Makanan yang di pesan Nathan pun sudah jadi, Para pelayan kembali membawa makanan terdebut dengan mengunakan meja dorong agar semua makanan itu datang bersamaan dan tiba di rooftop mereka mulai menata semua makanan tersebut di atas meja yang ada di hadapan Nathan dan Delisa.


"Selamat menikmati Tuan dan Nona" ucap Para pelayan selesai menata makanan dan berlalu dari hadapan tamu spesial di restoran ini


Nathan dan Delisa mulai menyantap makanan yang ada di hadapan mereka, makanan itu benar-benar lezat membuat Delisa makan dengan begitu lahap dan sedikit belepotan dengan reflek Nathan menghapus saos yang menempel di sudut bibir Delisa.


Delisa langsung terdiam dengan reaksi Nathan barusan apalagi Nathan menjilati sisa saos yang di bersihkan Nathan barusan, di lihati Delisa seperti itu Nathan justru tersenyum sembari memperlihatkan deretan gigi putih dan rapinya.


Delisa kembali fokus dengan makanannya meski sekarang jantungnya tak berhenti berdegup dengan cepat seperti habis berlari dari kejaran srigala, Nathan justru biasa saja bahkan makanan yang ada di atas piringnya sudah sisa berapa suap lagi.


"Del, kamu udah siap belum bertemu Kedua orang tuaku?" tanya Nathan selesai makan dan sesekali menyeruput minumannya


"Siap gak siap, harus tetap bertemu dengan calon mertua" jawab Delisa sembari menyunggungkan senyuman


"Entar aku buat pertemuan di antara kita, apapun yang terjadi jangan menyerah ya. Aku akan terus memperjuangkan kamu" kata Nathan sembari mengengam tangan Delisa


Delisa tersenyum sembari menganggukkan kepala, mereka berdua kembali fokus dengan minuman yang ada di gelas mereka masing-masing sembari menikmati langit malam yang indah penuh dengan bintang berkelap kelip secara bergantian.


Delisa berharap momen seperti ini akan terulang lagi meski nanti mereka berdua sudah menikah dalam puluhan tahun, karena momen ini sangat berarti dalam hidup Delisa apalagi ini yang pertama kalinya.


Nathan yang melihat Delisa seperti menikmati momen ini ikut bahagia, dirinya juga berjanji akan selalu membuat Delisa bahagia sampai ajal yang memisahkan mereka berdua.


"Ini tanda bahwa kamu sudah menjadi milikku" kata Nathan tiba-tiba mengambil tangan Delisa dan memasangkan sebuah cincin berlian bermata satu di jari manis Delisa sebelah kiri


"Wah cantik banget, makasih ya" kata Delisa memandangi cincin yang ada di jari manisnya

__ADS_1


__ADS_2