Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Lulus


__ADS_3

Sekian lama libur selama dua minggu kini Delisa dan seluruh murid kelas IX kembali ke sekolahan mereka untuk mengambil surat kelulusan, Delisa masih berdiri di ambang pagar sekolah menunggu sahabatnya siapa lagi kalo bukan Wulan.


"Haii" tegur Wulan saat sudah berada di dekat Delisa


"Haii, masuk yuk" kata Delisa sembari mengandeng tangan Wulan


Delisa dan Wulan berjalan di koridor sekolah yang masih agak sepi kemungkinan mereka berdua berangkat terlalu pagi sehingga sekolahan masih sepi, adik-adik kelas hari ini sengaja di liburkan karena guru ingin memberikan surat kelulusan beserta surat panggilan wali murid untuk acara perpisahan nanti.


Delisa dan Wulan memilih duduk di bawah pohon yang ada di depan kelas mereka, Mereka berdua bercerita kegiatan mereka selama libur dua minggu kemarin.


"Yang namanya liburan itu jalan-jalan bukannya mengerjakan pekerjaan rumah, kayak ART aja" sahut Bella yang tiba-tiba sudah di belakang Delisa dan Wulan


"Hahahaha" tawa Sintya dan Jesica berbarengan


Wulan beranjak dari duduknya ingin menampar Bella the gengs namun Delisa menahan tangan Wulan sembari mengelengkan kepala, Delisa gak terlalu suka menyelesaikan masalah dengan emosi dan baku hantam.


"Kita pergi aja yuk dari sini, kok tiba-tiba Gue merinding. Sepertinya ada Juring di deket sini" kata Delisa pura-pura tak melihat Bella the gengs dan tersenyum mengejek


"Bener apa kata Lho Del" kata Wulan yang mengerti maksud Delisa dan pura-pura bergidik ngeri


Sintya dan Jesica saling pandang saat mendengar perkataan Delisa ada juring, mereka yang kurang nyambung berpikir beneran ada sampai mereka menoleh dan ikut berdigik ngeri.


"Apa-apaan kalian ini, yang di maksudnya Juring itu kita" kata Bella menepuk pundak kedua temannya yang kurang nyambung itu


"Apa?" kata Sintya dan Jesica berbarengan sembari melotot


Delisa menaik turunkan kedua alisnya memberi kode dengan Wulan, Wulan yang mengerti langsung menganggukkan kepalanya.


"Ihh serem banget" kata Wulan sembari merabah tengku lehernya

__ADS_1


"Satu dua tiga" bisik Delisa dengan Wulan


"LARI....." teriak Wulan bersama Delisa meninggalkan Bella the gengs


"Ehh lari, ehh lari" ucap Sintya melompat-lompat begitu latah


"Ehh, kurang ajar ya kalian berdua" kata Bella berteriak saat Delisa dan Wulan berlari meninggalkannya dengan kedua temannya


Delisa dan Wulan terus berlari semakin jauh dari Bella the gengs, Mereka berdua pun tiba di kantin sekolah dalam keadaan ngos-ngosan dan lelah.


Delisa dan Wulan segera duduk di salah satu tempat duduk yang kosong di kantin sembari ketawa mengingat apa yang terjadi barusan, anak-anak yang di dalam kantin pun menatap mereka dengan heran karena datang-datang ngos-ngosan sembari tertawa.


Delisa dan Wulan memesan minuman setelah mengatur napas mereka menjadi lebih baik, setelah minuman mereka datang mereka segera menyeruputnya hingga tandas.


"Itu lah Lan kenapa Gue tu males banget ngeladeni setiap omongan Bella karena pastinya semakin jadi tu anak, makanya Gue lebih sering nyindir atau menghina dia terus pergi. Biar dia semakin kesal" jelas Delisa saat minuman mereka sudah habis


"Benar banget apa kata Lho, Gue tu cuma heran aja kenapa dia tu sering banget gangguin Lho. Perasaan dulu gak pernah" kata Wulan seperti mengingat kembali masa-masa dulu


"Apa alasannya?" tanya Wulan yang begitu penasaran


"Dulu dia gak berani ya karena Gue masih memiliki segalanya, sekarang Gue kan udah gak punya makanya dia berani. Dan kita juga saudara sepupu, dianya iri dengan Gue karena gak bisa mendapatkan juara umum" jelas Delisa pelan-pelan sembari mengawasi sekitarnya karena takut ada Bella the gengs lagi


"Jadi kalian berdua itu saudara sepupu" kata Wulan berteriak membuat semua yang ada di sana kembali memperhatikan mereka berdua


Delisa buru-buru membungkam mulut Wulan karena tak enak dengan anak-anak yang ada di dalam kantin, Wulan pun berusaha melepaskan tangan Delisa yang membungkam mulutnya barusan.


Delisa pun menganggukkan kepalanya menandakan bahwa yang di jelasnya tadi ada benarnya, Wulan masih tak percaya jika sahabatnya itu saudara sepupu dengan Bella si nenek lampir itu.


Ada kemungkinan yang di benarkan Wulan karena sekilas wajah Delisa dan Bella memang sedikit mirip, membedakan mereka hanya postur tubuh dan warna rambut.

__ADS_1


"Di beritahukan kepada seluruh murid kelas IX, seluruh murid kelas IX di harapkan segera berkumpul di lapangan sekarang juga" kata Guru melalui pengeras suara yang ada di kantor


"Ayo kita ke lapangan sekarang" ujar Delisa beranjak dari duduknya sembari mengandeng tangan Wulan


Seluruh murid kelas IX langsung bergegas ke lapangan setelah mendengar pemberitahuan dari Guru, kini seluruhnya sudah berkumpul dan berbaris menurut kelas mereka masing-masing.


Setiap wali kelas IX membagikan surat kelulusan beserta surat panggilan wali murid untuk acara perpisahan nanti menurut urutan absen, seluruh murid belum diizinkan untuk membuka surat kelulusan jadi mereka semua kembali berbaris lagi di tempat semula.


Kemudian setiap wali kelas IX pun memerintah seluruh anak murid mereka membuka surat kelulusan, dengan membaca basmalah Delisa membuka surat kelulusannya dan dirinya dinyatakan lulus.


Bahkan bukan Delisa saja seluruh murid kelas IX semuanya lulus dengan nilai sangat bagus, Kepala sekolah memulai kembali acara untuk memberi tahu kepada murid siapa-siapa yang mendapatkan juara umum dan hanya nilai paling tinggi yang mendapatkan beasiswa.


"Juara umum ketiga adalah Wulandari" kata Kepala sekolah di pengeras suara


"Wulan itu kan nama Lho, wah selamat ya" kata Delisa tak menyangka ternyata Wulan bisa mendapatkan juara umum ketiga


"Iya Gue juga gak nyangka" kata Wulan sembari mengucap syukur dalam hati


Wulan pun maju saat di perintah oleh Kepala sekolah mereka, kini Kepala sekolah membacakan lagi juara umum selanjutnya.


"Juara umum kedua adalah Bella Safira dan Juara umum pertama masih tetap Delisa Amalia" kata Kepala sekolah kemudian diiringi seluruh murid bertepuk tangan


Delisa dan Bella segera maju ke depan, Delisa mengucap syukur terus menerus karena akhirnya dirinya bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke SMA unggulan.


Sedangkan Bella sangat benci karena lagi-lagi dirinya gak bisa mengalahkan Delisa tentu pulang ini dirinya pasti kenah marah lagi oleh Papanya, dan tak akan ada acara jalan-jalan ke Paris.


Kepala sekolah memberikan mendali kepada Delisa Bella dan Wulan serta sebuah piagam, Delisa juga mendapatkan surat beasiswa dari SMA unggulan yang tentu Delisa sekolah nanti tanpa biaya apapun kecuali seragam sekolah dengan buku-buki tulis.


Selesai pembagian surat kelulusan dan memberikan hadiah kepada juara umum, kini murid di beri tugas oleh wali kelas mereka masing-masing untuk mengisi acara perpisahan nanti perwakilan dari setiap kelas.

__ADS_1


"Bu saya mau mewakili kelas kita, baca puisi tentang GURU" kata Delisa mengangkat tangannya mendaftarkan diri kepada Bu Nadia wali kelas mereka


"Baiklah Ibu catat ya Delisa nama kamu sebagai perwakilan dari kelas kita" kata Bu Nadia sembari mencatat nama Delisa di kertas untuk di berikan dengan Guru yang akan mengurus acara perpisahan nanti


__ADS_2