
Siang ini Delisa dan Oma Widia menghabiskan waktu duduk santai di gazebo taman belakang, Delisa dan Oma Widia menikmati udara sejuk siang ini yang tak terlalu panas sembari menikmati cemilan keripik singkong buatan Bik Mirna.
Delisa kembali merasa senang setelah seharian ini tak bertemu dengan majikannya yang satunya yaitu Nathalie menantu Oma Widia, Oma Widia bilang seminggu ini Anaknya dan Menantunya sedang pergi ke luar kota karena Anaknya Oma Widia ada kerja sama di luar kota.
"Oma...." panggil Nathan sedikit berteriak saat berada di ambang pintu yang menuju ke arah taman belakang
"Ada apa sih kamu ini teriak-teriak" kata Oma Widia menegur Nathan yang datang main teriak-teriak
"Hehehe... Oma, Nathan mau pinjam Delisa buat belajar lagi" kata Nathan sembari terkekeh dan mengaruk tengkunya yang tak gatal
"Tanya Delisa nya mau gak" ujar Oma Widia sembari menatap Delisa yang jadi bingung karena mendapat dua pilihan
Menemani Oma Widia atau mengajari Nathan belajar, tak lama berpikir ada kedua teman Nathan yang menyusul bersamaan dengan Wulan yang mereka memang sudah janjian akan belajar bersama-sama.
"Wulan" kata Delisa ketika melihat Sahabatnya berjalan ke arah dirinya
"Haii Delisa, Haii Oma" sapa Wulan dan tak lupa mencium punggung tangan Oma Widia
"Ahh kamu ini Nathan ganggu Oma saja, ya sudah lah lanjutkan kalau mau belajar bersama Delisa. Oma mau tidur siang dulu" kata Oma Widia beranjak dari tempat duduknya membiarkan Delisa bersama Nathan dan teman-temannya.
Oma Widia langsung masuk dan berjalan menuju lantai atas dimana kamar tidurnya berada, Delisa langsung memeluk Wulan yang memang sudah lumayan lama tak bertemu membuat mereka saling merindukan.
Alex dan Bima yang melihat Delisa berpelukan dengan Wulan ikut berpelukan juga, mereka begitu terbawa suasana Nathan yang melihat tingkah kedua teman segera menjitak kepala kedua temannya itu.
Membuat Alex dan Bima meringis kesakitan hingga mereka tersadar kalo mereka berdua habis berpelukan, Alex dan Bima langsung melepas pelukan dan merasa ilfil satu sama lain setelah sadar akan apa yang terjadi barusan.
"Hahaha" tawa Delisa dan Wulan berbarengan
__ADS_1
"Kalian berdua merusak citra Gue aja sebagai teman Gue" kata Nathan sedikit kesal dengan tingkah kedua temannya itu
"Del, Lho gak peluk kita gitu. Bukan kita juga sudah lama gak ketemu" kata Alex kepada Delisa
"Enak aja mau minta peluk dengan Delisa" kata Nathan makin kesal dengan temannya yang satu itu hingga Nathan kembali menjitak kepala Alex.
Delisa dan Wulan hanya tersenyum melihat kelakuan Nathan terhadap temannya, sebelum belajar mereka berlima menikmati makan siang terlebih dahulu yang barusan di siapkan oleh Bik Mirna dan ART lain di gazebo tempat mereka berkumpul.
Delisa sebenarnya sudah makan siang tadi namun karena Nathan memaksanya untuk makan lagi, mau tak mau Delisa menuruti Nathan meski hanya sedikit soalnya masih kenyang apalagi tadi juga lagi nyemil bersama Oma Widia tentu perut Delisa masih terasa penuh.
"Ohh ya, Gue minta Delisa mengajari Gue bayar Lho. Kalian juga harus bayar" ujar Nathan sebelum Delisa memulai mengajari mereka
"Apa? Bayar? Lho kayak gak tau kita aja Nath" kata Alex dan Bima yang sedikit keberatan kalo berhubungan soal uang
Apalagi selama ini mereka selalu tergantung dengan Nathan dari soal bayar makan sampai hal lain, meski mereka anak orang yang cukup berada tapi jika bersama Nathan mereka berdua selalu merendah seperti orang kesusahan yang sebenarnya itu akal-akalan mereka saja.
"Udah gak usah, Gue ikhlas asal kalian serius mau belajar" kata Delisa menengahi perseteruan Nathan dengan kedua temannya
"Gak bisa gitu donk Del, keenakkan mereka selalu maunya yang gratisan. Jasa ART aja di bayar masak jasa Lho ini gak di bayar" kata Nathan yang sebenarnya ingin kedua temannya sedikit saja kasihan dengan keadaan Delisa
"Oke-oke kita bayar, ini Del" kata Alex menyodorkan uang berwarna biru selembar
Begitu juga dengan Bima dan Wulan ikut menyodorkan uang berwarna biru dengan Delisa, Delisa enggan menerima karena dirinya memang ikhlas mengajari teman-temannya bamun Nathan kembali memaksa Delisa untuk menerima uang tersebut.
Hingga Delisa kembali pasrah dan mengambil uang tersebut, kemudian dimasukkannya ke dalam saku baju kemeja yang dipakaiannya saat ini.
Delisa pun mulai menjelaskan rumus demi rumus mata pelajaran Fisika dari dasar dan sedikit demi sedikit agar semua temannya mengerti, sesekali Delisa tersenyum melihat raut wajah teman-temannya yang sedikit bingung soal rumus Fisika namun Delisa tetap bersabar menjelaskan semuanya sampai teman-temannya benar-benar mengerti.
__ADS_1
"Bagaimana paham tidak?" tanya Delisa setelah selesai menjelaskan secara detail tentang rumus Fisika
"Insyaallah Del" jawab mereka serentak
"Gue kasih soal ya, soalnya cukup satu aja namun setiap orang berbeda agar gak ada yang menyontek" kata Delisa mulai menulis soal di setiap buku milik teman-temannya
Sebenarnya Nathan dan yang lain sedikit keberatan dapat soal dari Delisa yang berbeda-beda, namun mereka tidam berani untuk membantah karena bagi mereka Delisa sudah seperti Guru mereka yang tentunya di segani juga.
"Nah silahkan kerjakan soalnya, kalo ada yang kurang mengerti tanyakan saja dengan Gue" kata Delisa menyodorkan buku masing-masing milik teman-temannya
Nathan dan yang lain mulai fokus dengan soal yang di tulis Delisa di buku mereka, mereka bolak balik melihat catatan beserta buku paket yang melihatkan rumus dan contoh soal agar mereka bisa menjawab soal dari Delisa.
Selama menunggu teman-temannya mengerjakan soal, Delisa memilih berselancar sebentar di sosial media sekalian ingin mencari motor matic bekas yang di jual di OLX jual-beli barang bekas.
Delisa ingin membeli motor matic bekas untuk dirinya pergi bekerja dan pulang bekerja, untuk membeli motor matic bekas Delisa sementara waktu akan memakai uang simpanan di ATM yang lumayan masih banyak dan insyaallah uang itu akan kembali selama dirinya masih bekerja disini serta bekerja mengajari Nathan belajar.
"Ada yang sudah selesai atau mau bertanya?" tanya Delisa kepada teman-temannya yang tak bersuara sama sekali namun begitu fokus dengan soal yang diberinya barusan
"Ini Gue udah selesai" kata Wulan memberikan bukunya
Delisa langsung menerima buku tersebut dan memeriksa hasil jawaban Wulan, jawaban Wulan membuat Delisa tersenyum puas karena benar tak ada sedikitpun yang saja.
Nathan juga selesai bersamaan dengan kedua temannya, Delisa juga memeriksa hasil jawaban Nathan Alex dan Bima satu persatu di buku mereka masing-masing dan ternyata jawaban mereka benar semua.
"Bagus sekali, semuanya bisa menjawab soal dari Gue. Kalian semua termasuk anak yang pintar hanya saja kurang di latih" kata Delisa memberikan buku teman-temannya kepada milik mereka masing-masing
"Wah, bisa dapat peringkat kita Nath. Kalo belajar dengan Delisa terus" kata Alex yang bangga melihat hasil jawabannya ternyata benar
__ADS_1
Nathan hanya menganggukkan kepala menanggapi perkataan Alex barusan, Nathan tak begitu mengharapkan peringkat yang diharapkannya bisa selalu ada di dekat Delisa.