Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Bertamu


__ADS_3

Selesai semua pekerjaan di rumah mereka dan selesai juga sarapan pagi Delisa segera pamit dengan Ayahnya untuk berangkat kerja, Ayahnya sudah tau kalo dirinya bekerja sebagai tukang bersih-bersih di rumah seorang janda yang tak jauh dari rumah mereka.


Tiba di rumah majikannya, setelah pintu di bukakan oleh majikannya Delisa langsung berjalan ke arah dapur untuk mengambil alat kebersihan dan mulai mengerjakan pekerjaannya.


Seperti biasa Delisa mulai bersih-bersih dari belakang ke depan, semuanya Delisa kerjakan satu persatu sampai benar-benar bersih dan untungnya majikannya puas dengan kinerja Delisa jadi setiap hari Delisa akan di beri gaji 80 ribu serta makan siang di kasih.


Tak terasa juga besok Delisa sudah mulai masuk sekolah, terasa sebentar padahal sudah dua minggu dirinya bekerja di rumah majikannya dan dua minggu juga dirinya sudah libur sekolah namun rasanya seperti baru kemarin.


.


.


Ditempat lain


Wulan yang baru pulang kemarin dari acara jalan-jalannya bersama Kedua orang tuanya, hari ini berniat bertamu ke rumah Delisa sekalian ingin memberikan ole-ole yang sudah dirinya siapkan untuk Delisa dan Ayahnya.


Sebelum pergi Wulan memeriksa lagi ole-ole untuk Delisa dan Ayahnya, setelah itu Wulan keluar dari kamarnya sembari membawa dua paperbag yang berisi pakaian dan satu plastik yang berisi makanan ciri khas kota B.


"Ma, Wulan pamit berangkat ke rumah Delisa ya" kata Wulan saat melihat Mamanya sedang duduk santai di ruang keluarga sendiri sembari nonton TV


"Iya hati-hati, di antar Pak Ujang kan?" kata Winda kepada Anaknya


"Iya ma, Papa udah berangkat ke restoran Ma?" kata Wulan kemudian mencium punggung tangan Mamanya


"Iya baru berangkat" jawab Winda kemudian mencium pucuk kepala Anaknya


Setelah pamit dengan Mamanya, Wulan segera keluar dari rumah dan langsung masuk ke dalam mobil karena Pak Ujang supir pribadi mereka sudah menunggunya dari tadi.

__ADS_1


Mobil yang di kendarai Wulan mulai melaju meninggalkan halaman rumahnya dan menuju ke rumah Delisa, Wulan mengirim pesan di aplikasi hijau ke Delisa memberitahu bahwa dirinya akan datang untuk bertamu.


Namun belum ada balasan dari Delisa bahkan pesannya juga belum di baca sama sekali, tapi Wulan tak mempermasalahkan hal itu mungkin Delisa lagi sibuk saat ini menurut pikiran Wulan.


Memakan waktu satu jam akhirnya Wulan tiba di sebuah rumah minimalis yang berwarna biru rumah yang di tempati Delisa sekarang, Wulan berpesan dengan Pak Ujang untuk tidak usah menunggunya karena pulang nanti dirinya bisa memesan taksi online.


Tok...tok...tok


Wulan mengetuk pintu untuk yang kedua kalinya, Dika yang mendengar bunyi ketukan pintu dari luar segera menjalankan kursi rodanya dengan pelan ke arah pintu depan.


Sebelum membuka pintu Dika mengintip di balik jendela siapa yang datang ke rumahnya, setelah dilihatnya ternyata Wulan sahabat Anaknya yang bertamu segera dibukanya pintu.


"Assalamualaikum Om" ucap Wulan saat melihat yang membuka pintu adalah Ayahnya Delisa kemudian mencium punggung tangan Ayahnya Delisa


"Walaikumsalam masuk nak" kata Dika mempersilahkan Wulan untuk masuk


"Delisanya kemana Om?" tanya Wulan pada intinya karena dirinya yakin Delisa tidak ada di rumah soalnya yang membuka pintu adalah Ayahnya Delisa


"Delisa sedang bekerja, dia biasanya pulang sore. Memang nak Wulan sebelum kesini gak ngabarin Delisa dulu" kata Dika


"Tadi sudah mengirim pesan dengan Delisa, tapi gak dibalasnya kemungkinan dia sedang bekerja jadi belum buka pesan dari Wulan" jelas Wulan kepada Ayahnya Delisa


"Bagaimana ya, Om juga gak tau Delisa bekerja di rumah siapa" kata Dika yang tak enak hati dengan ke datangan Wulan


"Gak apa-apa Om, Wulan hanya ingin memberi ini untuk Om dengan Delisa" kata Wulan sembari memberikan dua paperbag dan satu plastik


"Ohh terima kasih nak Wulan" ucap Dika menerima pemberian dari Wulan

__ADS_1


"Wulan langsung pamit pulang ya Om, titip salam untuk Delisa" kata Wulan kemudian beranjak dari duduknya dan mencium punggung tangan Ayahnya Delisa


Dika menganggukkan kepala dan mengantar Wulan sampai ke pintu keluar, Wulan pun berdiri di luar sembari memesan taksi online dan di temani oleh Dika karena dirinya ingin memastikan Wulan pulang benar-benar naik taksi online bukan naik sembarang mobil.


Tak lama mobil taksi online yang di pesan oleh Wulan tiba, Wulan segera masuk ke dalam mobil taksi sembari melambaikan tangan kepada Ayahnya Delisa.


Setelah mobil taksi yang di tumpangi Wulan mulai melaju, Dika segera menjalankan kursi rodanya dengan pelan untuk masuk ke dalam rumah dan tak lupa menutup kembali pintu rumahnya.


Selama di perjalanan Wulan melamun memikirkan tentang kehidupan yang di jalani Delisa, Wulan sangat prihatin dan kasih dengan Delisa yang seharusnya libur sekolah menikmati liburnya namun ini malah sibuk bating tulang bekerja mencari uang pemasukan untuk kehidupan sehari-hari.


Wulan juga tak bisa banyak membantu, hanya bisa meneraktir Delisa makan di kantin sekolah setiap hari di sekolah itu pun harus perang suara dulu dengan Delisa baru Delisa mau menerima ajakkannya.


Wulan pernah merasakan kehidupan yang susah waktu restoran yang di kelola Papanya mulai sedikit pemasukan, namun di waktu itu Delisa lah yang juga sering meneraktirnya bahkan tak segan membelikannya buku LKS dan dirinya juga baru tau kalo restoran Papanya kembali berkembang berkat bantuannya Ayahnya Delisa yang meminjamkan uang kepada Papanya.


Dan alhamdulilah kini sekarang restoran Papanya sudah kembali berkembang lagi bahkan Papanya sudah membuka cabang di kota B, jika Delisa sudah lulus SMA bisa saja Wulan menawari Delisa untuk bekerja di restoran Papanya agar Delisa punya pemasukan tetap.


Wulan juga bangga dengan Delisa meski kehidupan Delisa seperti itu, tak pernah Wulan mendengar keluhan Delisa yang terbebani dengan kehidupannya dari mengurus Ayahnya dan pulang sekolah harus mengajar LES.


Delisa begitu pintar mengatur waktu, jika itu terjadi dikehidupannya kemungkinan dua hari Wulan sudah mengeluh bukan mengeluh itu saja bisa-bisa Wulan ingin mengakhiri hidupnya jika terlalu banyak beban yang dipikirkannya.


"Neng udah sampai" kata Supir taksi itu


"Ahh udah nyampe ya, gara-gara melamun jadi gak sadar kalo udah di depan rumah" kata Wulan sembari mengaruk tengkunya


Supir taksi itu hanya tersenyum melihat tingkah Wulan, Wulan segera keluar dari mobil taksi dan tak lupa membayar ongkos dan mengucap terima kasih kepada Supir taksi.


Wulan berjalan masuk ke dalam rumahnya yang kebetulan pintunya sedikit terbuka, Wulan langsung berjalan menuju ruang keluarga dimana keberadaan Mamanya yang pasti masih bersantai disana.

__ADS_1


__ADS_2