Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Memberitahu


__ADS_3

Kini Delisa sudah di perjalanan pulang menuju rumahnya, dirinya tak sabar tiba di rumah ingin memberitahu Kedua orang tuanya kabar tentang dirinya mendapat beasiswa.


Beasiswa itu mengapa hanya Delisa yang mendapatkannya karena SMA unggulan hanya memberikan 5 beasiswa untuk 5 SMP di kota A ini, jadi siapa yang mendapatkan nilai tertinggi dan juara umum pertama itulah yang berhak mendapatkan beasiswa.


SMA unggulan itu adalah SMA Tunas Bangsa yang termasuk sekolah swasta jadi setiap murid ingin sekolah disana akan di kenakan biaya pendaftaran dan SPP perbulan, sedangkan buku pelajaran semuanya di beri pinjaman namun tetap harus di jaga dengan baik tidak boleh rusak sedikitpun jika rusak harus ganti.


Delisa pun tiba di depan rumahnya yang sepertinya begitu sepi, Delisa turun dari motor dan memberikan ongkos ojek beserta helm yang dipakainya barusan.


"Assalamualaikum, bu" ucap Delisa sembari mengetuk daun pintu


"Walaikumsalam" jawab Desi dari dalam sembari membuka pintu


Desi menutup kembali pintu rumah mereka setelah Delisa masuk, ternyata Delisa masih berdiri di dekat Ibunya menunggu Ibunya menutup pintu.


"Ada apa?" tanya Desi pura-pura tidak tau padahal sebenarnya dirinya sudah di kabari Bu Nadia wali kelas Anaknya bahwa Anaknya mendapatkan beasiswa


"Lihat bu" ujar Delisa sembari memberikan sebuah kertas beasiswanya yang dapat dari sekolahannya


"Masyaallah, syukurlah Anak Ibu dapat beasiswa" kata Desi senang kemudian memeluk dan mencium pipi Anaknya


"Iya bu, Delisa juga bersyukur. Delisa masih bisa lanjut sekolah di sekolah impian Delisa" jawab Delisa begitu senang karena usahanya tak mengkhianati hasil


"Iya sudah ganti baju sana, terus makan" ujar Desi sembari mengelus pundak Anaknya itu


Delisa menganggukkan kepala dan pamit masuk kamar tidurnya, di dalam kamar Delisa mengeluarkan mendali emas dan piagam yang didapatnya hari ini dari tas ranselnya dan disusunnya di dekat mendali yang lain serta piagam dimasukkannya ke dalam sebuah map yang berisi piagam-piagamnya yang lain juga.

__ADS_1


Delisa segera mengganti seragam sekolahnya dengan kaos oblong dan dipadukannya dengan celana jeans panjang hanya sebatas bawah lutut, Delisa memandangi seragam sekolahnya putih biru itu dan ternyata hari ini tadi dirinya terakhir kali memakai seragam sekolahnya.


Terharu rasanya tiga tahun duduk di bangku SMP hingga tak terasa dirinya sebentar lagi akan sekolah SMA yang tentunya berganti seragam, padahal dirinya merasa baru kemarin merasa masuk SMP tapi tau-taunya sudah mau SMA saja karena waktu memang begitu cepat berlalu.


Delisa keluar dari kamar tidurnya dan melangkahkan kaki ke arah dapur, dirinya mengambil piring dan diisinya dengan nasi serta kawan-kawannya.


Delisa duduk di lantai tak lupa membaca doa sebelum makan lalu segera menyantap dan menikmati masakan Ibunya, meski hanya sayur bening bayam dengan tempe goreng makanan tersebut tetap sangat lezat dari makanan yang di jual orang-orang di rumah makan.


Selesai makan Delisa langsung mencuci piring bekas dirinya makan tadi, kemudian diletakkannya kembali piring yang sudah dicucinya di rak piring.


Kini Delisa memilih duduk santai di teras depan rumahnya sembari bermain hp melihat dunia maya yang penuh dengan kepalsuan itu, Delisa sebenarnya sangat jarang membuka sosial media bahkan di akun sosial medianya tak ada satu pun fotonya yang diuploadnya dirinya mengunakan hpnya hanya untuk melihat berita atau mencari tau tentang pelajaran yang dirinya kurang paham.


.


.


Matahari kini sudah terbenam di ufuk barat dan berganti dengan cahaya rembulan yang ternyata bulan purnama serta di penuhi bintang-bintang yang berkelap kelip, Bella masih di dalam kamar tidurnya sembari bermain hp dirinya tak berani keluar tentu Papanya sebentar lagi pulang.


"Bella..." panggil Bagas dari bawah dengan berteriak dan seperti orang sedang marah


Bella yang mendengar pun terperanjat kaget sembari memegang dadanya, mendengar teriak Papanya membuat nyali Bella semakin ciut untuk menemuinya.


"Sudah Pa, jangan teriak-teriak yang ada Bella jadi takut" ujar Rani memegang punggung Suaminya agar bisa lebih sabar


"Dia gak nyambut kita pulang pasti gak bisa mengeser posisi Delisa lagi, 3 tahun loh Ma gak ada perubahan masih kalah terus menerus" kata Bagas yang di penuhi dengan emosi

__ADS_1


"Ya mau bagaimana lagi Pa, kalo kemampuan Bella segitu. Kan yang penting tetap dapat juara umum meski hanya nomor dua" kata Rani berusaha memberi pengertian kepada Suaminya


"Akhh terserah lah, gak ada acara jalan-jalan kemana-mana liburan ini" kata Bagas berlalu dari hadapan Istrinya dan dirinya memilih keluar rumah lagi


Rani hanya bisa mengelus dada dengan sikap Suaminya yang selalu tak pernah puas dengan hasil usaha dari Anak mereka, padahal Rani sudah lihat sendiri bagaimana Anak mereka belajar setiap pulang sekolah, setiap malam bahkan setiap pagi sebelum berangkat sekolah namun mau bagaimana lagi yang namanya kemampuan hanya sebatas itu.


Rani pun memilih untuk ke kamar tidurnya ingin membersihkan diri dan makan malam bersama Anaknya, sekarang dirinya malas mengurus Suaminya yang memiliki sifat berbeda-beda apalagi sekarang Suaminya jarang pulang ke rumah mereka tak mau tau lagi dirinya karena memikirkannya membuat pusing kepala saja.


"Sayang, kita makan malam yuk. Hanya berdua Papamu pergi dari tadi" kata Rani sembari mengetuk pintu kamar tidur Anaknya itu


Bella yang berada di dalam mendengar perkataan Mamanya segera beranjak dari tempat tidurnya, kemudian berjalan mendekati pintu kamar tidurnya dan membukanya.


"Mama..." ucap Bella yang langsung menghamburkan pelukan ke tubuh Mamanya


"Kenapa menangis?" tanya Rani sembari memegang kedua pipi Anaknya dan mendongakkan wajah Anaknya


"Maafin Bella ya Ma, Bella hanya mendapatkan juara umum kedua lagi" kata Bella yang masih menangis memberitahu Mamanya berita dirinya mendapat juara umum kedua lagi


"Gak apa-apa, yang penting kamu sudah berusaha. Jangan nangis donk entar cantiknya hilang lagi" jawab Rani sembari menghapus air mata Anaknya yang terus mengalir


Rani segera mengandeng tangan Anaknya untuk turun ke bawah, mereka berdua berjalan ke arah ruang makan dan duduk di kursi makan.


Bik Surtik yang melihat majikannya sudah duduk di kursi makan segera menata makanan yang sudah dipanaskannya tadi ditatanya di atas meja makan, tak lupa menuangkan air minum di masing-masing gelas milik majikannya itu.


Bella dan Mamanya mulai menyantap dan menikmati makanan yang terhidang di atas meja makan itu, semenjak Mamanya menjadi wanita karir Bella tak pernah lagi merasakan masakan Mamanya hingga sekarang.

__ADS_1


Mungkin Bella masih duduk di bangku SD dulu terakhir memakan masakan Mamanya, ada rasa rindu di hati Bella dengan masakan Mamanya yang menurutnya sangat lezat.


Di awal Mamanya menjadi wanita karir Bella hanya memesan makanan terus di gofood karena Mamanya tak pernah masakan lagi itupun Mamanya yang menyuruhnya, dan sekarang ART yang memasakkan makanan untuk mereka.


__ADS_2