Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Bangun dari Koma


__ADS_3

Sudah dua bulan tapi Nathalie belum juga mau membuka matanya padahal Dokter bilang Nathalie sudah melewati masa kritisnya tinggal menunggu bangun, namun entah mengapa hingga detik ini Nathalie begitu betah memejamkan kedua matanya.


Wijaya dan kedua anaknya selalu bolak balik bergantian menunggui Nathalie di rumah sakit ingin memastikan agar Nathalie bisa membuka mata secepatnya, Delisa juga sesekali ikut menunggui Nathalie ketika giliran Nathan.


Bella yang ingin mencari simpati juga ikut menunggui Nathalie namun bersama Nathasya, itupun dilakukannya agar Nathasya menyukainya sama seperti Nathalie jika dirinya bersanding dengan Nathan.


Namun Nathasya bukanlah Nathalie, dirinya bisa melihat dari tatapan mata seseorang mana yang benaran tulusan mana yang hanya ingin memanfaatkan keadaaan dan justru Nathasya begitu suka dengan Delisa selain sudah menolong mendonorkan darah untuk Mamanya terlihat jelas bahwa Delisa gadis yang baik dan tulus.


Hari ini Wijaya meminta semuanya berkumpul untuk membesuk Nathalie yang tadi di kabari oleh Dokter bahwa Nathalie sudah mulai mengerakan jari-jari tangannya, Nathan yang kini tinggal di rumah izin dengan Papanya ingin menjemput Delisa terlebih dahulu dan setelah itu akan langsung ke rumah sakit.


Wijaya menganggukkan kepala yang artinya mengizinkan anak bungsunya itu, Wijaya juga ingin berangkat sekarang bersama Nathasya dan Cinta yang kini masih menetap di Indonesia sudah berapa bulan ini sedangkan Suaminya Nathasya sudah kembali ke luar negeri karena perusahaan yang dikelolanya tak bisa di tinggal.


Nathan segera masuk ke dalam mobil BMW miliknya dan mulai melajukan keluar halaman rumahnya setelah satpam membukakan pintu, mobil BMW milik Nathan kini ikut bergabung dengan kendaraan lain yang ada di jalan raya dan melaju dengan kecepatan sedang menuju kediaman Delisa.


Berapa menit kemudian mobil Nathan sudah memasuki halaman rumah Delisa, setelah memarkirkan mobil BMW miliknya di depan rumah Delisa Nathan segera keluar dan melangkahkan kaki ke deoan pintu utama.


Ting...tong__Ting...tong


Buk Ina yang sedang menata sarapan di atas meja makan segera menghentikan aktivitasnya saat mendengar bunyi bel, kemudian Buk Ina melangkahkan kaki menuju pintu utama ingin melihat siapa bertamu pagi-pagi seperti ini kayak tak memiliki kerjaan.


Setelah pintu terbuka Buk Ina terkejut saat melihat siapa yang bertamu pagi-pagi seperti ini, untuk menyembunyikan rasa keterkejutannya Buk Ina segera mempersilahkan tamu tersebut untuk masuk dan akan membuatkan minuman.

__ADS_1


"Buk, tolong langsung panggilin Delisa saja" ujara Nathan karena tak ingin menunggu lama-lama


"Baik Tuan, tunggu sebentar ya" jawab Buk Ina kemudian melangkahkan kaki ke arah anak tangga yang menuji kamar tidur Delisa


Tiba di depan kamar tidur Delisa Buk Ina segera mengetuk pintu kamar tidur Majikannya itu sembari memberi tahu bahwa di lantai bawah dan di ruang tamu ada Tuan Nathan, Delisa yang kebetulan sudah siap karena telah di kabari Nathan jadi bisa langsung turun menemui Nathan.


Buk Ina yang sudah dapat jawaban dari Majikannya segera berlalu dari depan kamar tidur Majikannya dan kembali ke lantai bawah ingin melanjutkan pekerjaannya sekalian ingin membuatkan minuman untuk tamu Majikannya, Buk Ina membawa nampan yang berisi teh hangat dan satu toples cemilan dibawanya ke ruang tamu dan meletakkan di atas meja yang ada di hadapan Nathan.


"Haii, maaf ya lama" kata Delisa saat sudah berada di dekat Nathan.


"Gak apa-apa, udah siap. Ayo kita berangkat sekarang" kata Nathan sembari beranjak dari tempat duduknya


"Gimana kalo kita sarapan dulu, biar gak perlu mampir-mampir lagi" kata Delisa memberi saran kepada Nathan


Selesai sarapan Delisa dan Nathan segera pamit dengan Ayahnya Delisa ingin berangkat ke rumah sakit sekarang juga, Delisa dan Nathan melangkahkan kaki keluar rumah dan masuk ke dalam mobil BMW milik Nathan.


Mobil BMW milik Nathan meluncur meninggalkan kediaman Delisa dan menuju ke rumah sakit pusat kota dimana Mamanya Nathan di rawat, selama perjalanan Delisa dan Nathan mengobrol ringan sembari berdoa semoga Mamanya Nathan secepatnya agar rencana pertunangan mereka bisa segera terlaksana meski Delisa belum yakin Mamanya Nathan merestui hubungan mereka.


Tak terasa mobil BMW milik Nathan sudah berhenti di area parkiran rumah sakit, Delisa dan Nathan segera keluar dan masuk ke dalam rumah sakit menuju ke ruang rawat Mamanya Nathan.


Di depan ruang rawat VVIP sudah banyak yang datang yang tentunya Papanya Nathan dan Kakak perempuannya serta keponakannya, ada juga teman-teman sosialita Mamanya Nathan dan yang takkan pernah ketinggalan adalah Bella.

__ADS_1


"Bagaimana Pa?" tanya Nathan saat sudah tiba di hadapan Papanya dan yang lain


"Mamamu udah bangun dari komanya, sekarang di dalam Dokter lagi memeriksa" jawab Wijaya menampakkan raut wajah bahagia


"Alhamdulilah" jawab Nathan dan Delisa hampir bersamaan


Bella dan Mamanya terus memperhatikan Delisa dan Nathan yang kini sepertinya semakin lengket layaknya perangko, membuat Bella semakin iri dan berharap setelah Nathalie sehat hubungan Delisa dan Nathan tetap takkan dapat restu dari Nathalie.


Terdengar bunyi pintu ruangan di buka Dokter dan perawat keluar dari ruangan VVIP yang di tempati Nathalie saat ini, Wijaya dan sekeluarga langsung antusias mendekati Dokter ingin bertanya perkembangan tentang Istrinya.


"Ibu Nathalie sudah lebih baik, jika hari ini semakin baik besok sudah boleh pulang. Kalau ada yang mau menjenguk harap jangan ribut dan jangan terlalu banyak yang masuk ke dalam" jelas Dokter panjang lebar sembari memberi peringatan


"Terima kasih Dokter" ucap Wijaya sembari tersenyum


Kini yang masuk Wijaya dan kedua anaknya serta cucunya sekalian Delisa yang di minta Nathan, mereka berempat masuk ke dalam ruangan itu dan melihat keadaan Nathalie yang sekarang terlihat lebih segar di banding kemarin yang terlihat seperti mayat.


Wijaya yang sangat bahagia langsung mencium kening Istrinya yang sudah sangat dirindukannya, kemudian giliran Nathasya dan Anaknya mendekati Nathalie sembari melepas rindu yang sudah satu tahun tak bertemu dan bertemu justru Nathalie terbaring di rumah sakit.


Nathalie menatap Delisa begitu dalam meski selama ini dirinya tertidur namun dirinya bisa mendengar semua orang-orang disekitarnya berbicara, Dokter juga tadi menjelaskan bahwa calon menantunya yang selalu bersama Nathan telah mendonorkan darahnya.


"Del...Delisa" panggil Nathalie terbata dan sangat pelan

__ADS_1


Delisa yang di panggil segera mendekati Nathalie dan mencium punggung Nathalie dengan begitu lembut, tangan sebelah Nathalie mengelus pucuk kepala Delisa membuat semua yang ada disana melihatnya begitu bahagia apalagi Nathan.


Pemandangan ini yang di harapankan Nathan selama ini, Mamanya merestui Delisa dan menyukai Delisa apalagi selama Mamanya di rawat Delisa selalu meluangkan waktu untuk ikut menunggui Mamanya padahal Delisa juga memiliki kesibukan sendiri.


__ADS_2