
Setelah Nathan menghubungi Delisa lagi dan memberi tahu alamat rumah sakit yang tempat Mamanya di larikan oleh pihak kepolisian, Delisa akhirnya izin dengan Ayahnya ingin ke rumah sakit tersebut karena di rumah sakit hanya ada Papanya Nathan sedangkan Nathan masih dalam perjalanan.
Delisa segera bergegas masuk mobil ferrarinya dan membunyikan klakson agar safpam membukakan pintu pagar, mobil ferrari milik Delisa melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumahnya dan menuju ke rumah sakit yang kebetulan tak jauh dari perumahan elit tempat dirinya tinggal.
Sepanjang jalan Delisa bisa berdoa semoga Mamanya Nathan selamat dan tak ada luka parah meski Delisa agak ragu karena tadi sudah melihat korban kecelakaan itu, tak terasa mobil ferrari milik Delisa sudah memasuki area parkiran rumah sakit.
Setelah memarkirkan mobil ferrarinya dengan sempurna di antara mobil-mobil lain, Delisa keluar dari mobil dan berlari kecil masuk ke dalam rumah sakit menemui resepsionis bertanya dimana ruangan korban kecelakaan barusan yang bernama Nathalie.
Petugas resepsionis memberi tahu Delisa bahwa korban kecelakaan masih di tangani dokter di ruang UGD, Delisa langsung bergegas berjalan di koridor rumah sakit menuju ruang UGD yang terletak paling ujung bersebelahan dengan ruang ICU.
"Bagaimana Om keadaan Tante?" tanya Delisa saat sudah di depan ruang UGD dan mendapatkan Papanya Nathan begitu sedih
"Belum tau, Dokter belum keluar dari tadi" jawab Wijaya menoleh melihat siapa yang ada dihadapanya ternyata Delisa
Delisa ikut duduk di samping Papanya Nathan menanti Dokter di dalam ruang UGD keluar, begitu hening di antara Delisa dan Papanya Nathan karena mereka sama-sama diam tak ada yang memulai obrolan di antara keduanya.
Bertepatan Dokter keluar Nathan datang dengan keadaan ngos-ngosan, Dokter menjelaskan keadaan Nathalie saat ingin sangat kritis karena kecelakaan itu terlalu parah menyebabkan benturan di kepala sangat keras dan membuat Nathalie kehilangan banyak darah.
Jadi sekarang Nathalie membutuhkan 5 kantong darah dan di rumah sakit hanya tersedia 4 kantong sudah di pakai barusan jadi tinggal satu lagi dan dari pihak keluarga siapa yang bisa mendonorkan darah, Nathan dan Papanya terdiam seingat mereka golongan darah yang sama dengan Nathalie adalah Nathasya namun Nathasya lagi di perjalan setelah di kabari Nathan tadi.
__ADS_1
"Kita membutuhkannya sekarang juga sebelum 4 kantong itu habis" ucap Dokter itu mengingatkan pihak keluarga Nathalie
"Bagaimana Pa, sedangkan Kak Nathasya kemungkinan besok pagi baru tiba disini" kata Nathan meminta solusi dari Papanya
"Kalo boleh tau golongan darah pasien apa Dok?" tanya Delisa yang dari tadi diam seperti di abaikan oleh Nathan dan Papanya karena mereka terlalu sedih
"Golongan darah pasien O" jawab Dokter tersebut
"Sama dengan golongan darah saya Dok, jadi saya saja yang jadi pendonornya" kata Delisa mengingat dirinya juga memiliki golingan darah O
Nathan dan Papanya langsung menoleh ke belakang memandangi Delisa, Nathan mendekati Delisa dan bertanya apa yakin ingin mendonorkan darahnya kepada Mamanya yang selama ini telah jahat kepada Delisa dan di jawab Delisa dengan anggukkan kalo dirinya yakin.
Delisa kembali teringat tentang kecelakaan yang menimpa almarhum Ibunya, begitu sakit jika kehilangan orang yang kita sayangi dan kehilangan dalam keadaan tragis seperti ini makanya Delisa tak mau Nathan merasakan seperti apa yang dirasakannya dulu.
"Baiklah silahkan ke lab, suster akan mengecek kesehatan anda terlebih dahulu. Setelah hasilnya baik kita akan segera melakukan pengambilan darah" jelas Dokter itu lagi kemudian berlalu dari sana
Nathan menemani Delisa untuk ke lab mengecek kesehatannya kepada suster, setelah tiba di sana Delisa di minta berbaring di brangkar dan mulai di periksa oleh suster itu dari keadaan luar sampai keadaan dalam tubuh Delisa.
Setelah selesai Delisa dan Nathan keluar dari ruang lab tersebut dan kembali ke ruang UGD tempat Mamanya Nathan, suster itu juga keluar dari ruang lab sembari membawa berkas tentang kesehatan Delisa akan di berikan kepada Dokter yang menangani pasien atas nama Nathalie.
__ADS_1
Berapa menit kemudian Dokter memberi tahu pada pihak keluarga Nathalie bahwa Delisa di nyatakan sehat jadi bisa melakukan donor darah pada Nathalie, dan sekarang Delisa di minta ke ruang donor darah agar darah Delisa bisa di ambil sekarang dan akan di gunakan setelah semua kantong darah yang saat ini di gunakan untuk Nathalie habis.
Nathan kembali menemani Delisa untuk ke ruang donor darah, disana juga Nathan antusias menemani calon istrinya yang di ambil darah sampai akhirnya selesai dan Delisa di minta oleh suster untuk istirahat sejenak karena setelah di ambil darah akan terasa lemah.
Nathalie yang kritis dan sudah selesai melakukan tranfusi darah jadi di pindahkan ke ruang VVIP yang di minta oleh pihak keluarga Nathalie, Dokter juga menyarankan jika ada pihak keluarga ingin melihat setidaknya dalam ruangan minimal dua orang karena pasien masih membutuhkan alat-alat yang terpasang ditubuhnya dan takut tersenggol.
Malam hari Delisa sudah di antar Nathan pulang tadi waktu sore tadi, Nathan membantu mengemudikan mobil ferrari milik Delisa karena Delisa masih terlihat lemah akibat darahnya di ambil dan pulang dari rumah Delisa tadi Nathan memesan taksi online.
"Papa pulang ya, biar Nathan yang jaga Mama. Papa harus istirahat juga jaga kesehatan, cukup Mama yang sakit Papa jangan sampai" kata Nathan membujuk Papanya agar mau pulang
"Baiklah Papa akan pulang, kamu juga jaga kesehatan" kata Wijaya sembari menepuk pundak Anak bungsunya
Wijaya segera meninggalkan ruang tempat Istrinya di rawat, Wijaya pulang bersama supir pribadi mereka yang memang dari tadi menunggu majikannya di depan rumah sakit.
Nathan menghubungi Bima menanyakan keadaan bisnis mereka yang ditinggalkannya tadi dan dipercayakannya dengan Bima, sekalian Nathan memberi tahu keadaan Mamanya yang saat ini sedang kritis.
Nathan keluar dari ruangan Mamanya ingin mengganti pakaiannya terlebih dahulu sekalian ingin mandi dan makan malam karena perutnya hanya diisinya waktu siang tadi sedangkan sekarang sudah pukul 8 malam pantas saja perutnya terasa perih, Nathan meminta dua bodyguard-nya berjaga-jaga di depan ruang Mamanya karena dirinya ingin keluar sebentar dan tak ada yang boleh masuk ke ruangan Mamanya kecuali 5 gambar yang diperlihatkannya barusan.
Dua bodyguard itu menganggukkan kepala paham maksud bos mereka, Nathan berjalan di koridor rumah sakit menuju area parkiran dimana mobil BMW miliknya terparkir dan beruntung koper miliknya belum sempat diturunkannya waktu tiba di luar kota pagi tadi.
__ADS_1
Nathan masuk ke dalam mobil BMW miliknya mencari restoran terdekat sekalian ingin mandi atau mengganti pakaiannya saja, tiba di restoran dan duduk di salah satu kursi kosong Nathan langsung memesan beberapa makanan agar perutnya segera terisi.