Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Angkuh


__ADS_3

Ting Tong


Ting Tong


Bik Mirna tergopoh-gopoh ingin segera membuka pintu setelah mendengar bunyi berapa kalo di pecet, saat di buka ternyata Rani teman sosialita Majikannya yang ada di depan pintu.


"Silahkan masuk Bu" ujar Bik Mirna mempersilahkan Rani masuk


"Buatin Saya jus buah naga" kata Rani sebelum masuk ke dalam rumah


Dengan jalan yang begitu anggun layaknya model Rani melewati Bik Mirna sembari wajah sedikit di naikkan, Bik Mirna yang melihat hanya mencebik dalam hati tak begitu menyukai Rani dan Bella jika bertamu ke rumah ini karena begitu angkuh.


Bik Mirna bersyukur Nathan tak mau menerima perjodohan dari Mamanya yang harus menikah dengan Bella si gadis angkuh itu, jika jadi Nyonya di rumah ini bisa-bisa semua ART ini habis kenah marah olehnya cukup waktu itu Bik Mirna yang tak sengaja menumpahkan jus di tas branded milik Bella.


Bik Mirna segera menutup pintu dan langsung menuju dapur ingin menyiapkan minuman untuk Majikannya dan teman sosialita Majikannya itu, tak perlu bertanya lagi karena sebelum di persilahkan masuk tadi Rani sudah merequest minuman sendiri layaknya seperti bos di rumah ini.


Sedangkan Majikannya hanya selalu minta teh hangat jika ada tamu di rumahnya benar-benar terbalik, selesai membuatkan minuman dan di letakkan di atas nampan tak lupa satu toples cemilan untuk menemani Majikannya ngobrol dan segera di antar Bik Mirna ke ruang tamu.


"Ini Nyonya minuman dan cemilannya" ujar Bik Mirna setelah meletakkan minuman dan satu toples cemilan


"Loh Bik, saya kan mintanya teh hangat kok jus buah naga" kata Nathalie protes dengan minuman yang ada di atas meja


"Buat teman Nyonya, saya permisi" kata Bik Mirna yang sebenarnya masih kesal dengan teman sosialita Majikannya itu

__ADS_1


"Ohh punya kamu Ran" kata Nathalie kepada Rani yang saat ini menyengir


Nathalie dan Rani pun mulai menikmati minuman mereka masing-masing sembari sesekali memasukan cemilan, Rani mulai bercerita tentang Anaknya di abaikan Nathan di pesta pernikahan Wulan dan Bima kemarin karena ada Delisa.


Rani juga mengarang cerita bahwa Delisa mengoda Nathan makanya kini Nathan begitu antusias juga mendekati Delisa, Nathalie yang mendengar semua menjadi emosi karena ternyata Delisa kini menjadi wanita pengoda pantas tiba-tiba Nathan minta restu mau menikahi Delisa padahal baru ketemu.


"Gimana kalo kita lakukan secepatnya saja pernikahan Nathan dan Bella" kata Rani berusaha mengompori Nathalie


"Oke, entar malam Aku akan ngomong empat mata dengan Nathan untuk segera melamar Bella" kata Nathalie yang ternyata termakan omongan Rani


Rani menyunggingkan senyum penuh kemenangan mendengar jawaban dari Nathalie, dirinya takkan memberi kesempatan sedikit pun kepada Delisa yang akan masuk ke dalam keluarga ini dan yang pantas hanya Anaknya yaitu Bella.


Rani juga ingin mencari cara bagaimana agar Nathan mau menerima Bella sebagai calon istrinya, menyingkirkan Delisa sepertinya tidak bisa lagi setelah 7 tahun di singkirkan tetapi masih berani muncul lagi sekarang dan bahkan dirinya tidak tau Delisa kini tinggal dan bekerja dimana.


Cukup lama Rani dan Nathalie berbincang, Rani pamit pulang karena hari sudah semakin siang dan dirinya siang ini akan ke perusahaannya menemani Suaminya untuk makan siang di restoran yang ada di seberang perusahaan mereka.


.


.


Saat ini Delisa sedang mengantri di salah satu ruangan dokter umum menemani Buk Ina ke rumah sakit karena setelah makan cemilan tadi Buk Ina tiba-tiba mencret, ingin meminta Pak Dadang yang mengajak Buk Ina ke rumah sakit namun ternyata Pak Dadang sedang pergi bersama Ayahnya ke pemakaman Ibunya yang memang sudah lama tak di kunjungi setelah mereka lama menetap di luar negeri.


Dan sudah kembaki berapa minggu ini belum sempat, selain Ayahnya belum boleh terlalu jauh berpergian dirinya juga kemarin sibuk membantu mengurus pesta pernikahan Wulan dan Bima.

__ADS_1


Selesai berobat Delisa membantu mendorong kursi roda yang di duduki Buk Ina saat ini, Buk Ina terpaksa mengunakan kursi roda karena begitu lemas setelah tenaganya terkuras akibat bolak balik ke kamar mandi.


Delisa menebus obat dahulu ke apotek yang ada di rumah sakit, setelah itu Delisa ingin mengajak Buk Ina segera pulang ke rumah agar bisa secepatnya beristirahat dan saat ingin berbalik mendorong kursi roda Delisa tak sengaja menabrak seseorang yang berdiri dibelakangnya.


"Ohh lagi-lagi kamu yang nabrak aku" kata Bella saat tahu siapa yang menabraknya barusan


"Kamu itu kayak hantu muncul dimana-mana makanya ke tabrak terus, untung saja aku gak nabrak pake mobil sudah lama kamu mati" kata Delisa yang malas jika bertemu Bella


"Kamu udah ngatain aku hantu, terus doain aku mati dasar sepupu tak punya akhlak" kata Bella kesal dengan perkataan Delisa


"Wah tumben sekarang ngakui kalo aku sepupu, dulu kemana aja sampe kedua orang tuaku kecelakaan gak ada tu yang nengok" kata Delisa tak habis pikir dengan apa yang di katakan Bella barusan


Bella pun bungkam ketika Delisa membahas kejadian 10 tahun yang lalu, apalagi sekarang di rumah sakit tempat dirinya baru saja melamar kerja dan jangan sampai sebagai dokter jadi jelek di depan perawat dan pasien.


"Kamu habis berobat, kalo saja aku tau kamu habis berobat aku kasih gratis karena aku bekerja disini sebagai dokter umum" kata Bella dengan angkuh menjelaskan bahwa dirinya adalah seorang dokter


"Maaf aku gak butuh yang gratisan, aku punya uang kok buat bayar. Ya sudah, aku mau pulang dulu. Permisi" kata Delisa kemudian segera mendorong kursi roda Buk Ina sampai ke luar pintu rumah sakit.


Bella yang mendengar Delisa ingin pulang jadi penasaran dimana tempat tinggal Delisa sekarang, Bella buru-buru ke arah parkiran ingin segera ke mobilnya dan mengikuti Delisa dari belakang.


Saat mobil ferrari Delisa sudah keluar dari parkiran rumah sakit, Bella juga ikut melajukan mobil avanzanya mengikuti jejak mobil ferrari Delisa dan tak butuh waktu lama mobil ferrari Delisa kini memasuki perumahan elit serta masuk ke salah satu rumah yang berpagar tinggi.


Bella berhenti di depan pagar rumah itu sembari menurunkan kaca mobil ingin melihat rumah yang di masuki Delisa barusan, rumah megah dan mewah itu begitu indah di pandang dari luar bahkan lebih bagus dari rumah peninggalan almarhum kakek mereka.

__ADS_1


"Sial, mengapa hidupnya sekarang begitu beruntung" kata Bella mengumpat tak terima dengan kenyataan yang ada di depan matanya sekarang.


Bella segera memutar mobil avanzanya ingin keluar dari perumahan elit itu, ingin secepatnya tiba di rumah serta memberi tahu lagi kabar tentang apa yang dilihatnya barusan.


__ADS_2