Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Antusias


__ADS_3

Bel berbunyi tanda masuk


Semua murid segera bergegas masuk ke dalam ruangan yang telah di sediakan oleh para guru dan para pengawas ujian dari sekolah lain, setiap ruang ujian berisi dua puluh murid.


Nama Delisa dan Bella yang tak berjauhan jadi mereka berdua satu ruangan dan di ruangan yang pertama karena mereka kelas IX.A, Delisa sudah duduk di bangku yang ada nama foto dan nomor ujiannya.


Semua murid yang ada di dalam ruangan begitu tegang menanti guru dan pengawas ujian dari sekolah lain, selang berapa detik guru dan pengawas ujian masuk ke dalam ruangan mereka sesuai dengan jadwal yang sudah di buat oleh guru mereka.


Kertas ujian mulai di bagikan oleh guru satu persatu kepada murid yang ada di ruang ujian tersebut, Delisa sebelum membaca soal ujian menyempatkan berdoa dahulu agar dirinya di beri kelancaran untuk menjawab soal-soal tersebut.


Delisa mulai mengisi namanya nomor dan yang lain di kolom kertas jawaban, begitu juga dengan yang lain dan mereka semua mulai sibuk membaca serta menjawab soal ujian tersebut.


Hening yang di rasakan semua murid di setiap ruang ujian, mereka semua begitu fokus dengan kertas soal tersebut hingga tak menyadari menit terus berjalan hingga mereka telah melewati dua jam selama di dalam ruangan tersebut.


"30 menit lagi" kata Guru memperingati semua murid


Sontak membuat murid yang masih banyak belum menjawab jadi gelisah dan tegang, mereka pun buru-buru mengisi kertas jawaban entah jawaban itu benar atau ngasal yang terpenting bagi mereka ketika waktu habis mereka selesai.


Delisa yang telah menyelesaikan soalnya, kembali mengulang membaca soal satu persatu karena takut ada yang salah atau yang kelewatan serta ada yang belum dijawabnya.


Begitu juga dengan Bella, kedua murid jenius itu sangat antusias dengan kertas soal dan berkali-kali mengulangi jawaban mereka karena ingin lebih teliti.


"15 menit lagi" kata Guru kembali memperingati semua murid


Mulai terdengar grasak grusuk di dalam ruangan karena murid begitu bergemetar serta panik karena masih banyak soal yang belum di jawab, guru dan pengawas langsung menegur murid agar bisa diam dan kembali konsentrasi dengan kertas soal yang ada di hadapan mereka.

__ADS_1


Delisa dan beberapa murid lain beranjak dari tempat duduk mereka masing-masing sembari membawa kertas soal dan lembar jawaban, kemudian menyerahkan kepada guru dan pengawas ujian itu.


Delisa dan beberapa murid yang sudah selesai ujian keluar dari ruangan mereka itu dan ternyata di luar juga sudah ada beberapa murid lain yang dari ruangan lain yang sudah selesai ujian juga, Delisa segera mengeluarkan hpnya yang ada di dalam tas ranselnya dan memesan ojek online untuk pulang ke rumah.


Delisa berjalan di koridor sekolah menuju bagian pagar sekolah, saat sudah berada di luar pagar sekolah Delisa duduk di sebuah gazebo yang ada di depan sekolah tempat biasa para murid menunggu jemputan.


"Atas nama Delisa ya?" tanya Abang tukang ojek itu


"Iya bang" jawab Delisa sembari beranjak dan menghampiri Abang tukang ojek itu


Abang tukang ojek itu segera memberikan helm kepada Delisa, Delisa pun langsung memakai helm itu dan duduk di jok belakang.


Delisa sengaja tidak minta Ayahnya yang menjemput, karena dirinya tak ingin merepotkan Ayahnya yang kemungkinan saat ini sedang mengantar pelanggan juga dan bisa jadi jarak tempat Ayahnya dengan sekolahnya saat ini juga jauh.


"Ini bang ongkosnya" ujar Delisa sembari menyodorkan uang berwarna hijau dan helm yang dipakainya barusan


"Makasih ya" jawab Abang tukang ojek kemudian berlalu dari rumah Delisa


Delisa segera melangkahkan kakinya ke arah pintu depan, saat hendak membuka sepertinya pintu terkunci dari dalam dan jika memanggil Ibunya pasti tak akan mendengarnya karena Ibunya ada di belakang.


Delisa pun memilih berjalan ke arah halaman belakang rumah mereka, tiba di belakang dan benar saja Ibunya sedang sibuk menjemur hasil cuciannya yang kemungkinan baru selesai karena seperti di lihat Delisa sangat banyak orang menglaundry dengan Ibunya.


"Ibu.." panggil Delisa saat sudah berada di dekat Ibunya


"Delisa, udah pulang nak? Cepat sekali" kata Desi saat melihat Anaknya sudah berdiri didekatnya

__ADS_1


"Iya bu, kan ujian jadi siapa selesai boleh langsung pulang ke rumah" jawab Delisa sembari mengambil beberapa lembar pakaian yang ada di dalam baskom besar itu ingin membantu Ibunya


"Biar Ibu saja, kamu kan baru pulang sekolah. Pasti masih capek dan tentu belum makankan" kata Desi merebut kembali pakaian yang ada di tangan Anaknya itu


"Ya sudah, Delisa masuk dulu bu. Kalo perlu bantuan jangan sungkan panggil Delisa" kata Delisa memilih mengalah dan berlalu dari hadapan Ibunya.


Delisa tak habis pikir dengan Ibunya yang begitu antusias jika soal mencari uang, padahal Delisa tau uang yang selalu di beri oleh Ayahnya cukup untuk kebutuhan mereka sehari-hari tapi entah mengapa Ibunya masih saja mau banting tulang mencari uang tambahan.


Delisa mengelengkan kepalanya, kemudian melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah dan menuju kamar tidur miliknya.


Delisa segera mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian sehari-hari yang biasa dipakainya, setelah itu Delisa keluar kamar dan ke arah dapur untuk mengambil makan mengisi perutnya yang memang mulai meronta minta isi.


Padahal saat ini baru jam 10 lewat tapi Delisa sudah merasa lapar atau mungkin kebiasaannya waktu sekolah kalo jam istirahat dirinya pasti makan makanan yang mengandung banyak karbohidrat, Delisa mulai menyantap dan menikmati makanan yang di masak oleh Ibunya.


Dari dulu rasa masakan Ibunya tak pernah berubah paling lezat bahkan rasanya selalu pas, coba seandainya warung makan Ibunya dulu saat ini masih ada tentu mungkin Ibunya sudah bisa menambah bermacam-macam menu makanan namun sayang angan itu sudah musnah hanya tinggal kenangan.


"Udah makan?" tanya Desi kepada Anaknya saat melihat Anaknya hendak beranjak


"Udah bu, baru selesai. Ibu udah selesai jemur pakaiannya?" kata Delisa sembari masuk kamar mandi mencuci piring bekas dirinya makan barusan


"Udah, Ibu mau istirahat dulu" kata Desi kemudian masuk ke dalam kamar tidurnya


Setelah itu Delisa juga masuk kemar tidurnya, dirinya ingin kembali belajar untuk ujian besok apalagi besok ujian mata pelajaran Matematika harus banyak dirinya memahami rumus-rumus yang terkadang soal itu bisa menjebak.


Delisa sudah mengeluarkan semua catatan buku Matematika nya yang dari kelas VII hingga kelas IX ini, dirinya memang masih menyimpan semua buku catatannya karena itu sangat berguna baginya seperti ketika ingin ujian sekarang.

__ADS_1


__ADS_2