Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Ujian Semester 1


__ADS_3

Tak terasa hari ini semua murid SMA Tunas Bangsa mulai ujian semester 1, jauh-jauh hari Delisa sudah belajar semaksimal mungkin agar bisa mempertahankan beasiswanya yang tentunya nanti dirinya tetap bisa sekolah tanpa biaya SPP perbulan.


SPP di SMA Tunas Bangsa yaitu 500 ribu perbulan, jika Delisa tidak mendapatkan beasiswa itu bisa-bisa uang tabungan di ATM selama ini terkuras dengan biaya sekolahnya apalagi uang simpanan itu sudah sempat Delisa ambil waktu itu untuk beli peralatan sekolah beserta seragam sekolahnya.


Belum lagi kebutuhannya dan Ayahnya selama di rumah sakit waktu itu dan belum lagi kebutuhan sehari-hari mereka, tapi Delisa tetap berusaha untuk berhemat dan beruntung juga sekarang dirinya sudah mempunyai pemasukan walau hanya 50 ribu perhari cukup untuk ongkosnya berangkat sekolah dan pulang sekolah.


Bunyi bel sekali dan bernada panjang yang artinya seluruh murid sudah harus masuk ke ruang ujian masing-masing, Delisa seperti biasa akan mendapatkan ruang ujian nomor 1 dan dirinya segera duduk di bangku yang ada nomor ujiannya.


Delisa terus berdoa agar bisa mengerjakan soal-soal ujian serta bisa konsentrasi, apalagi dalam kelasnya banyak saingan yang diam-diam memiliki kecerdasan juga karena semua yang mendapatkan beasiswa dari SMP lain waktu itu semuanya masuk ke dalam kelas X.IPA.1.


Selang berapa detik Guru pengawas ujian masuk ke dalam ruangan ujian, Guru pengawas ujian mulai membagikan kertas soal beserta kertas jawaban.


Setelah mendapatkan kertas soal dan kertas jawaban Delisa berdoa terlebih dahulu sebelum mengerjakan soal-soal ujian itu, selesai berdoa Delisa mulai konsentrasi membaca soal satu persatu.


Hening....


Yang terjadi di setiap ruang ujian karena seluruh murid fokus dengan kertas soal yang ada di hadapan mereka, Guru pengawas ujian juga berjalan kesana kemari memeriksa pekerjaan para murid agar tak ada satu pun yang berniat menyontek.


Di ruang lain Bella sedikit pusing dengan kertas soal karena selama ini saat Guru menjelaskan setiap mata pelajaran, dirinya selalu fokus memperhatikan pujaan hatinya siapa lagi kalo bukan Nathan Wijaya.


Dan Bella juga selama ini meremehkan semua mata pelajaran mentang-mentang dirinya memiliki IQ tinggi juga, namun jika tak di asa otaknya atau tak belajar juga percuma takkan tau arah dan jawabannya.


Sifat Bella memang berbeda sekali semenjak dirinya memiliki segalanya, selain Bella suka semena-menanya dengan teman-teman sekolahnya dirinya juga sekarang malas-malasan belajar di sekolah maupun di rumah.


Di tambah Papanya yang semakin jarang pulang ke rumah, Mamanya yang semakin sibuk dengan urusan perusahaan membuat Bella semakin kurang perhatian dan kasih sayang dari Kedua orang tuanya.


Padahal setiap anak sangat perlu perhatian dan kasih sayang meski pun mereka beranjak remaja, bahkan justru semakin anak beranjak remaja lah akan semakin butuh perhatian dan kasih sayang maka dari situ mengapa banyak zaman sekarang anak yang kekurangan semua itu akhirnya terlibat pada pergaulan bebas seperti narkoba, s*ex bebas dan banyak lagi contohnya.

__ADS_1


"15 menit lagi" kata Guru pengawas ujian memperingati seluruh murid agar mereka bisa secepatnya menyelesaikan ujian mereka


Delisa kembali mengulang membaca soal dari nomor 1 hingga nomor 50 agar bisa lebih teliti dengan jawabannya, dirinya tak mau karena terlalu buru-buru membuat dirinya salah jawaban.


Di dalam ruang ujian Delisa sudah ada berapa murid yang mengumpulkan kertas soal dan kertas jawaban, Delisa sudah selesai dan yakin dengan jawaban juga beranjak dari duduknya lalu segera memberikan kerta soal beserta kertas jawabannya kepada Guru pengawas ujian.


"Alhamdulilah" ucap Delisa setelah berada di luar ruang ujian


Delisa berdiri di depan ruang ujian nomor 2 menunggu Wulan yang sepertinya masih belun keluar, saat waktu habis Guru pengawas ujian meminta semua murid secepatnya mengumpulkan kertas soal dan kertas jawaban mereka.


"Aduh pusing kepala Gue, kok susah juga ya soal-soal ujiannya" keluh Wulan saat sudah berada di hadapan Delisa


"Belajar gak sebelum ujian?" tanya Delisa sembari tersenyum


Wulan yang di tanya seperti itu hanya bisa menyengir sembari mengaruk tengkunya yang tak gatal, Delisa yang sudah tau dari ekspresi wajah Wulan hanya bisa geleng-geleng kepala.


Delisa dan Wulan segera menoleh ke belakang secara bersamaan, ternyata yang ada di belakang mereka adalah Nathan the gengs yang selalu jadi penguntit Delisa dan Wulan di sekolah.


"Haii" balas Wulan yang sangat senang di sapa cowok terpopuler di SMA Tunas Bangsa


Berbeda dengan Delisa yang selalu cuek, selain dirinya mendengar peringatan dari Bella untuk menjauhi Nathan dirinya juga sadar diri tak pantas berteman dengan Nathan yang semua orang tau Nathan itu siapa.


Nathan Wijaya selain tampan, gagah, anak pengusaha ternyata di usianya belum mengijak 17 tahun ini, dirinya sudah menjadi seorang model karena memiliki tubuh atlestis dan tinggi badan yang sempurna tentu semua produk ingin mengunakan seorang model seperti Nathan.


Semua murid SMA Tunas Bangsa tau itu semenjak ada berapa kali iklan di TV menampakkan wajah Nathan, mungkin hanya Delisa yang sempat tidak tau namun saat Wulan memberi tahu soal iklan itu melalui akun sosial media akhirnya Delisa tau juga.


"Mau ke kantin gak? Gue mau menaktir kalian berdua" kata Nathan saat sudah berhadapan dengan Delisa dan Wulan

__ADS_1


"Gak mau" jawab Delisa


"Mau" jawab Wulan


Delisa dan Wulan yang menjawab secara bersamaan namun berbeda pendapat saling pandang, Delisa melototi Wulan agar menolak traktiran dari Nathan namun Wulan malah acuh.


"Ayo Nath, kita ke kantin" kata Wulan sembari menarik paksa tangan Delisa


Delisa yang sempat berontak tak bisa lagi jika sudah di tarik paksa oleh Wulan.


"Ayo" kata Nathan yang ikut berjalan beriringan dengan Delisa dan Wulan


"Nath, yang ditraktir Delisa dan Wulan doank. Kita berdua sahabat Lho gak Lho traktir" kata Bima yang menghentikan langkah Nathan


"Biasa juga kalian ikut tanpa di tawari, kayak selama ini kalian bayar sendiri kalo makan di kantin atau makan di mana pun" kata Nathan kemudian bergegas mengejar Delisa dan Wulan yang sudah jauh berada di depan.


"Kamu sih nanya-nanya soal gituan, Ayo kita ikut makan gratis" kata Alex menegur Bima kemudian segera berjalan menyusul Nathan, Delisa dan Wulan


Tiba di kantin sekolah Delisa, Wulan dan Nathan sudah duduk di salah satu kursi yang ada di kantin, sedangkan Alex dan Bima diminta Nathan untuk memesan makanan mereka.


Alex dan Bima yang tidak suka mengantri selalu mengusir para murid yang mengantri di depan mereka, para murid yang kenal Alex dan Bima sahabatnya Nathan selalu mengalah karena mereka takut bermasalah dengan Nathan.


Padahal Nathan tak tau menau soal Alex dan Bima yang selalu mengancam para murid dengan memakai nama dirinya, karena selama ini Nathan selalu duduk manis menunggu pesanannya datang.


Berapa menit kemudian Alex datang membawa nampan yang berisi 5 mangkuk soto, sedangkan Bima membawa nampan yang berisi 5 gelas jus melon.


Bertepatan Bella the gengs masuk ke dalam kantin sekolah, Bella sangat kesal jika melihat pemandangan yang hampir setiap hari dilihatnya dirinya kembali emosi dengan Delisa sudah sering di peringati tapi masih juga melanggar.

__ADS_1


Sebenarnya Delisa tidak takut soal peringatan dari Bella hanya saja dirinya tak ingin membuat masalah di sekolah ini, apalagi Bella juga saudara sepupunya yang tentunya kalo soal laki-laki Delisa bisa mengalah berbeda kalo soal nilai ujian Delisa takkan mau mengalah dengan siapa pun itu.


__ADS_2