Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Serius


__ADS_3

Setelah Delisa memasukan mobil ferrarinya ke garasi, Delisa segera turun dan sekalian membantu Buk Ina namun hanya sampai di depan utama karena ternyata Pak Dadang sudah menunggu di ambang pintu.


"Langsung antar Buk Ina ke kamar ya Pak Dadang, biar bisa istirahat. Oh ya ini obat Buk Ina" ujar Delisa kemudian memberikan plastik yang berisi obat


"Iya Non, makasih sebelumnya" kata Pak Dadang kemudian segera masuk sembari menuntun Istrinya


Selepas Pak Dadang dan Buk Ina masuk ke dalam rumah, Delisa baru melangkahkan kaki hendak masuk juga namun samar-samar dirinya mendengar Ayahnya sedang ngobrol dengan seseorang entah siapa orang itu.


Saat hampir sampai di ruang tamu Delisa terkejut ternyata Nathan yang saat ini sedang ngobrol dengan Ayahnya, dalam hati Delisa langsung bertanya-tanya dari mana Nathan tau tempat tinggalnya sekarang.


"Haii Del" sapa Nathan saat melihat Delisa hanya mematung saja


"Ahh, iya haii" jawab Delisa yang tersadar dari lamunannya


"Sini nak, Nathan dari tadi menunggu kamu" ujar Dika sembari melambaikan tangan kepada Anaknya


"Delisa ganti baju dan bersih-bersih sebentar yah, kan habis dari rumah sakit" kata Delisa menolak secara halus


"Iya silahkan, Aku bakal tetap menunggu kok sampai malam pun gak apa-apa" kata Nathan sembari menyunggingkan senyuman


Delisa yang mendengar bukannya senang tapi jadi kesal, Delisa pun segera berlalu dari hadapan Ayahnya dan Nathan sembari menggerutu jengkel atas tindakkan Nathan.


Seperti Nathan sengaja datang ke rumah Delisa tanpa membawa mobil BMW nya karena jika ada mobil asing terparkir di depan rumah pasti Delisa bertanya dahulu dengan satpam atau Pak Dadang siapa yang bertamu, namun sekarang karena tak tau menau Delisa langsung masuk rumah saja jika tau pasti dirinya malas bertemu Nathan.

__ADS_1


Tiba di kamar Delisa sudah selesai membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya, mau tak mau Delisa harus ke lantai bawah lagi menemui Nathan jika belum di temui juga pasti Nathan takkan mau pergi dari rumah ini.


Dika segera beranjak dari tempat duduknya saat melihat Anaknya berjalan ke arah ruang tamu, Dika memberi waktu Nathan yang ingin mengobrol dengan Delisa saat ini.


"Ayah mau kemana?" tanya Delisa saat hampir berpapasan dengan Ayahnya


"Ayah mau ke kamar, mau istirahat. Pulang dari pemakaman Ayah belul istirahat sama sekali, kaki Ayah juga sedikit ngilu" kata Dika memberi alasan dengan Anaknya


Delisa menganggukkan kepalanya yang artinya paham jika Ayahnya memang ingin beristirahat, setelah Ayahnya masuk ke dalam kamar utama Delisa kembali melanjutkan langkah kakinya yang sempat terhenti.


Delisa duduk di salah satu sofa yang berhadapan dengan Nathan, ternyata di atas meja sudah ada dua cangkir teh yang sudah bersisa dan satu toples cemilan buatan Buk Ina pagi tadi kemungkinan Pak Dadang yang membantu Ayahnya menyiapkan semua itu.


Nathan bersandar di sofa sembari menatap wajah Delisa dengan begitu dalam, wajah yang begitu Nathan rindukan selama 7 tahun tak bertemu namun sekarang sudah bisa Nathan lihat lagi meski belum bisa dielusnya.


"Kamu kemana sih Del selama ini?" tanya Nathan yang akhirnya membuka suara setelah hampir 10 menit mereka terdiam


"Kamu tau dari mana tempat tinggalku sekarang?" tanya Delisa bukannya menjawab pertanyaan Nathan namun malah balik bertanya


"Kamu tidak lupakan siapa Aku, gampang sekali buat nyari tau alamat rumahmu. Memang dulu aku sempat gak menemukanmu bukan karena aku gak bisa hanya sengaja memberimu waktu namun justru setelah itu kamu benaran menghilang" kata Nathan panjang lebar


Nathan mengetahui alamat rumah Delisa dari Wulan sebelumnya Wulan bersikeras tak ingin memberi tahu, namun berkat Sahabatnya Bima akhirnya Wulan mau juga buka suara dan setelah dapat alamat rumah Delisa Nathan pun langsung kesini naik taksi online.


Delisa terdiam sesaat menyernah setiap perkataan Nathan, namun dirinya juga bingung harus menjelaskan apa dengan Nathan tentang dirinya menghilang selama ini jika tak di jelaskan sekarang pasti Nathan terus menerus menuntun sampai dirinya bisa buka suara.

__ADS_1


Delisa menghela napas panjang hingga akhirnya mulai bercerita bahwa dirinya menerima uang 20 juta dari Mamanya Nathan dan juga di minta jangan sampai menampakan diri di depan semua keluarga Nathan, Delisa juga bercerita bahwa dirinya fokus merintis usaha sampai akhirnya dirinya benar-benar sibuk dengan usaha jadi tak terlalu sering keluar rumah.


Delisa juga bercerita bahwa dirinya 3 tahun belakangan ini berada di Korea karena membantu memberi pengobatan pada Ayahnya, dan baru berapa minggu ini kembali ke Indonesia dan ke kota A ini.


Tapi Delisa tak bercerita usaha apa yang dirintisnya dan tentang dirinya seorang desainer, Delisa cukup menjelaskan mengapa dirinya menghilang selama 7 tahun ini saja.


"Jadi bagaimana apa kamu mau menikah denganku, aku sudah melamar mu dengan Ayahmu hanya saja Ayahmu meminta untuk bertanya langsung padamu" kata Nathan mengutarakan tujuannya kesini


"Maaf Nath, aku tak yakin Mamamu menerima ku sebagai menantu di rumah kalian. Bukankah kamu di jodohkan dengan Bella" kata Delisa yang kini mulai merasakan getaran dihatinya saat Nathan begitu serius melamarnya


"Urusan Mamaku biar jadi tanggung jawabku, aku hanya butuh jawab dari kamu mau atau tidak" kata Nathan lagi sembari berusaha mengengam tangan Delisa


"Kita jalani dulu ya, jika Mamamu sudah merestui baru kita ke jenjang yang serius" kata Delisa akhirnya luluh dengan perkataan Nathan


Nathan mengangguk setuju dengan perkataan Delisa barusan, kini menunggu waktu yang tepat mempertemukan Mamanya dengan Delisa lagi setelah 7 tahun tak bertemu dan Nathan akan terus berusaha meyakinkan Mamanya.


Nathan kembali menyeruput tehnya yang tinggal setengah cangkir dan bahkan teh itu sudah dingin, dan sesekali memasukan cemilan yang ada di toples tersebut ke dalam mulutnya.


Dika yang dari tadi menguping pembicaraan Anaknya dan Nathan ikut senang akhirnya Anaknya mau menerima Nathan, hanya memang perlu restu dari Mamanya Nathan wanita yang telah melahirkan Nathan ke dunia ini.


Namun ada rasa ragu di hati Dika saat mendengar bahwa Mamanya Nathan pernah memberi Delisa uang 20 juta dan mengancam Delisa jangan menampakkan diri lagi, tapi Dika tetap berdoa semoga Mamanya Nathan bisa membuka hatinya agar bisa menerima Delisa sebagai menantu di rumah mereka.


Dika akhirnya masuk ke dalam kamar dan ingin beristirahat setelah mendengar jawaban dari Anaknya tadi saja membuatnya bahagia karena kini Anaknya sudah menemukan pasangan hidupnya, meski mereka belum sepenuhnya resmi menjadi pasangan suami istri yang sah di agama dan negara namun setidaknya Dika sudah bisa tenang ada laki-laki yang akan bertanggung jawab untuk hidup Anaknya setelah dirinya tak ada di dunia ini lagi.

__ADS_1


__ADS_2