
Ujian semester 1 seminggu telah berlalu dan class meeting juga selama seminggu telah usai, kini hari ini akan diadakan pembagian rapot dan pengumuman libur sekolah.
Semua orang tua murid sudah pada berdatangan untuk mengambilkan rapot anak mereka masing-masing, Delisa duduk di bawah pohon yang ada di depan kelasnya termenung memikirkan siapa yang akan mengambilkan rapotnya nanti.
"Lho kenapa lagi?" tanya Wulan yang dari tadi duduk di samping Delisa namun seperti tak di anggap
"Gak apa-apa, siapa yang bakal ngambil rapot Lho?" kata Delisa mengalihkan pembicaraan
"Nyokap Gue" jawab Wulan singkat dan jelas
"Ohh" jawab Delisa sembari menganggukkan kepala
Semua orang tua murid sudah di minta para wali kelas untuk masuk ke dalam kelas anak mereka masing-masing, sedangkan para murid berada di luar kelas menunggu pembagian rapot selesai baru mereka akan berbaris di lapangan.
"Orang tua dari Delisa Amalia" ucap Pak Ares wali kelas X.IPA.1 yang sudah membagikan rapot menurut absen dan kini giliran Delisa
"Orang tua dari Delisa Amalia" kata Pak Ares mengulangi panggilannya, tak ada salah satu di antara orang tua murid di dalam ruang kelas X.IPA.1 beranjak yang ada mereka hanya saling toleh.
"Ya sudah, mungkin belum datang. Lanjut yang lain saja" kata Pak Ares kemudian melanjutkan pembagian rapot
Sudah banyak orang tua murid keluar dari ruang kelas dan melihat hasil rapot anak mereka masing-masing, ada yang menampakkan raut wajah yang bahagia ada juga yang menampakkan raut wajah biasa atau datar dan ada yang kelihatan sedih karena mungkin tak puas dengan hasil rapot anak mereka.
"Orang tua dari Wulandari" panggil Pak Ares
Winda segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati wali kelas anaknya, kini Winda sudah duduk di hadapan Pak Ares yang terhalang oleh meja sembari mendengarkan Pak Ares menjelaskan prilaku Wulan selama di sekolah dan nilai-nilai yang di dapat Wulan.
__ADS_1
"Wulan termasuk anak berprestasi jadi tolong Ibu bantu dia untuk mempertahankan atau meningkatkan lagi nilai-nilainya" ucap Pak Ares kemudian menutup rapot Wulan dan menyerahkan pada Winda
Pak Ares ingin melanjutkan panggilan untuk rapot murid yang tinggal sedikit, namun terhenti saat Winda membuka suara.
"Pak maaf sebelumnya, bisa tidak Saya sekalian mengambilkan rapot Delisa Amalia" kata Winda begitu sopan berbicara dengan Pak Ares
"Mengapa begitu, bukannya Ayahnya Delisa itu masih ada. Dia hanya tidak ada Ibu kan" kata Pak Ares yang ingin tau apa alasan sebenarnya Orang tua Delisa tidak hadir
"Ayahnya Delisa sedang sakit, jadi tidak bisa untuk datang ke sekolah. Delisa juga tidak punya saudara jadi tak ada yang bisa jadi walinya" jelas Winda tentang keadaan Delisa
"Ohh baiklah, ini rapot Delisa dia mendapatkan peringkat 1 di kelas ini. Dia juga mendapat nilai tertinggi di kelas X dan mendapat juara umum pertama, yang tentunya dia tetap dapat beasiswa di sekolah ini" jelas Pak Ares kemudian menyerahkan rapot Delisa kepada Winda
"Terima kasih Pak" ucap Winda kemudian beranjak dari duduknya
Winda keluar dari ruang kelas X.IPA.1 sembari membawa rapot Wulan dan Delisa, Winda menghampiri Wulan dan Delisa yang sedang memperhatikan para orang tua murid di kelas lain yang telah selesai dari dalam kelas.
"Mama, maaf Ma. Wulan gak tau kalo Mama udah keluar dari kelas, aduh jadi anak durhaka memberiankan Mama yang menghampiri Wulan bukan Wulan yang menunggu Mama di depan kelas" kata Wulan nyerocos panjang lebar
"Udah gak apa-apa, kalian ngelamuni apa juga. Sampai gak sadar Mama sudah di depan kalian" kata Winda sembari tersenyum
"Sini Te, duduk disini. Biar Delisa berdiri, sebelumnya terima kasih Te udah mau mengambilkan rapot Delisa" kata Delisa yang sudah berdiri dan mempersilahkan Winda untuk duduk
Winda pun tak bisa menolak karena Delisa menuntunnya untuk duduk, Delisa dan Wulan segera membuka rapot mereka masing-masing ingin melihat semua nilai hasil ujian mereka selama seminggu kemarin.
"Maaf ya Ma, Wulan gak dapat peringkat" kata Wulan sedih karena tak mendapatkan peringkat sama sekali
__ADS_1
"Gak apa-apa, kamu harus belajar aja lebih giat biar bisa di bawa Delisa" jawab Winda menenangkan Anaknya
Delisa mengucap syukur karena masih bisa mendapatkan peringkat 1 dikelasnya, namun raut wajahnya tetap sedih meski mendapat peringkat 1 dikelasnya belum tentu mendapatkan juara umum.
"Kenapa?" tanya Winda dan Wulan berbarengan
"Delisa dapat peringkat 1 Te, tapi Delisa masih belum senang karena belum tentu Delisa mendapatkan juara umum" kata Delisa begitu murung takut beasiswanya di cabut yang pasti dirinya tak bisa lanjut sekolah.
"Tenang, tunggu saja pengumuman siapa yang dapat juara umum 1 sampai 3. Kalo Delisa merasa sudah belajar semaksimal, insyaallah pasti hasilnya memuaskan" kata Winda menenangkan Delisa yang sebenarnya dirinya sudah tau soal Delisa masih mendapatkan juara umum pertama.
Winda pamit dengan Delisa dan Wulan ingin menunggu mereka berdua di dalam mobil saja, setelah itu Delisa dan Wulan segera bergegas ingin segera berbaris saat mendengar arahkan kepala sekolah meminta semua murid SMA Tunas Bangsa untuk berbaris di lapangan.
Pak Ilham selaku kepala sekolah mengumumankan waktu libur untuk semua anak muridnya yang mendapat libur selama dua minggu, kemudian Pak Ilham melanjutkan menjelaskan siapa yang mendapatkan juara umum akan tetap mendapatkan beasiswa selama setengah tahun ke depan yaitu sampai ujian semester 2.
Setelah selesai Pak Ilham menjelaskan, kini giliran Guru pembawa acara tadi ingin membacakan nama-nama siapa saja mendapatkan juara umum pertama sampai ketiga dari mulai kelas X hingga kelas XII.
"Untuk kelas X IPA, juara umum ketiga di berikan kepada Joko Santoso dari kelas X.IPA.2, juara umum kedua di berikan kepada Zahra Putri dari kelas X.IPA.1 dan juara umum pertama di berikan kepada Delisa Amalia dari kelas X.IPA.1. Silahkan yang namanya di sebut tadi maju" kata Guru pembawa acara itu
Joko, Zahra dan Delisa segera maju ke depan berbaris di hadapan semua murid, Delisa yang tak bisa membendung air matanya lagi akhirnya tumpah juga di hadapan semua murid.
Bella yang melihat Delisa masih mendapatkan juara umum sembari melipat kedua tangannya di dada menatap Delisa dengan tatapan penuh kebencian, Bella yang hanya mendapatkan peringkat 1 dikelasnya tapi tak mendapatkan juara umum tentu sangat kesal karena ternyata nilainya sangat jauh dari 3 murid yang berbaris di depan yang mendapat juara umum itu.
"Pantas Nath, Lho suka ma tu anaknya. Udah cantik, otaknya encer lagi" kata Bima memuji Delisa yang mendapatkan juara umum pertama
"Memangnya kalian gak tau, kalo Delisa itu mendapat nilai ujian nasional waktu SMP tertinggi se-Indonesia" kata Nathan kepada kedua sahabatnya
__ADS_1
"Hahaha, maklumlah dipikiran kita hanya makan, tidur dan main game. Tak begitu mengurusi hal-hal seperti itu" kata Alex sembari mengaruk kepalanya yang tak gatal karena mendapat tatapan tajam dari Nathan
Bella kembali kesal saat mendengar Nathan the gengs memuji Delisa, yang membuatnya semakin kesal ternyata Nathan benaran suka dengan Delisa yang selama ini dipikirnya Nathan the gengs hanya sekedar mau berteman dengan Delisa namun ternyata pikirnya salah.