
Weekend kali ini Nathan memilih menghabiskan waktu di luar bersama teman-temannya yang lain, jadi Delisa libur untuk mengajari Nathan belajar dan Delisa cukup fokus mengurus keperluan Oma Widia.
Namun ternyata di rumah Oma Widia akan di adakan acara arisan yang biasa di lakukan oleh Nathalie bersama dengan teman sosialitanya, pagi ini semua ART sibuk memasakkan kue beserta lauk pauk untuk makan siang teman sosialita Nathalie nanti.
Delisa tak bisa banyak membantu apalagi saat ini dirinya sedang ada di dalam kamar Oma Widia menunggui Oma Widia yang sedang memakan potongan buah serta segelas jus buah, Oma Widia sudah tau bahwa dirumahnya hari ini akan kedatangan teman sosialita Menantunya itu karena ini memang sudah sering terjadi.
Selesai makan potongan buah dan menghabiskan segelas jus buah Oma Widia mengajak Delisa untuk jalan-jalan ke MALL, Oma Widia merasa bosan hari ini apalagi sebentar lagi teman sosialita Menantunya akan datang ke rumah.
Delisa hanya bisa menjawab dengan anggukkan kepala tak mungkin juga menolak permintaan Oma Widia, Delisa dan Oma Widia segera keluar dari kamar tidur dan menuruni anak tangga ingin segera pergi secepat mungkin.
Setelah Delisa meletakkan piring kotor beserta gelas kotor bekas makanan Oma Widia tadi, Delisa kembali ke depan dimana Oma Widia sudah menunggu dirinya dari tadi dan ternyata Oma Widia sudah berada di dalam mobil.
Delisa keluar rumah sembari membawa tas selendangnya yang diletakkannya di bahu, dan bertepatan Rani dan beberapa teman sosialita Nathalie yang lain hendak masuk ke dalam rumah.
"Mau kemana dia? Bisa gagal rencanaku kalo dia keluar rumah" gumam Rani dalam hati saat melihat Delisa masuk ke dalam mobil
Kaca mobil yang tadi setengah terbuka akhirnya di tutup oleh Oma Widia, Rani pun akhirnya tau bahwa ternyata Delisa sedang pergi bersama Oma Widia hingga mobil yang di tumpangi Delisa dan Oma Widia melesat menjauh dari halaman rumah.
Delisa tak sadar bahwa Tantenya ada di salah satu teman sosialita Nathalie, Rani pun masuk ke dalam setelah yang lain sudah masuk dan berkumpul di ruang tamu.
Perjalanan menuju MALL ternyata macet parah membuat Oma Widia kesal, Delisa tersenyum melihat raut wajah Oma Widia yang sedang kesal tak bisa di pungkiri kota A memang sangat terkenal macet setiap harinya tak ada waktu sengang sedikit dari kemacetan tersebut.
Sudah hampir dua jam Delisa dan Oma Widia berada di jalanan akibat macet, mau tak mau Oma Widia meminta supir pribadi keluarga Wijaya untuk putar balik dan kembali ke rumah.
"Mending istirahat di rumah kalo begini ceritanya" gerutuk Oma Widia dengan raut wajah masih kesal
__ADS_1
Lagi-lagi Delisa tersenyum melihat Oma Widia, kasian sebenarnya dengan Oma Widia namun mau bagaimana lagi yang namanya macet tak bisa di prekdisi karena memang selalu sering terjadi.
"Sabar ya Oma" ucap Delisa sembari mengelus lengan Oma Widia yang sudah kulitnya terasa sedikit mengendur karena sudah di makan usia
"Iya Del, kapan-kapan sajalah kita ke MALL berdua" jawab Oma Widia yang sudah mulai reda dari rasa kesalnya
"Iya Oma" jawab Delisa sembari menyunggingkan senyuman termanis
Mobil yang memebawa Delisa dan Oma Widia kembali memasuki halam rumah Oma Widia, di depan rumah ada beberapa mobil berjejeran yang bisa di tebak kalo itu teman sosialita Nathalie.
Setelah mobil berhenti Delisa dan Oma Widia segera turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam rumah yang ternyata ruang tamu begitu ramai orang-orang sedang mengobrol dan menikmati cemilan, Delisa hanya menunduk melewati para tamu teman Majikannya tak berani untuk melihat ataupun mendongakkan kepala.
"Haii Oma" sapa Para tamu teman sosialita Nathalie
"Iya, silahkan lanjutkan" ucap Oma Widia kemudian berlalu dari sana
Ketika seperti ini Delisa merasa seperti bukan perawat pribadi Oma Widia melainkan layaknya Cucu Oma Widia, Delisa bersyukur Oma Widia betah dengan dirinya setelah hampir dua bulan dirinya bekerja disini.
Tak terasa kini waktunya makan siang, Oma Widia mengajak Delisa masuk ke dalam rumah lagi dan meminta Delisa untuk membawa makanan dirinya dan Delisa ke kamar tidurnya saja karena pasti di ruang makan sedang ramai teman sosialita Menantunya menikmati hidang makan siang di rumah.
"Iya Oma" jawab Delisa kemudian berjalan beriringan dengan Oma Widia masuk ke dalam rumah
Oma Widia segera naik ke lantai atas ingin ke kamar tidurnya, sedangkan Delisa memilih untuk ke dapur ingin menyiapkan makan siang Oma Widia beserta dirinya.
Delisa meletakkan tas selendangnya yang tadi di pakainya di meja yang dekat dapur tempat biasanya dirinya meletakkan tasnya, Delisa segera meminta Bik Mirna menyiapkan makanan Oma Widia dan kemudian menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Setelah itu Delisa dan Bik Mirna masing-masing membawa nampan yang berisi makanan ke kamar tidur Oma Widia, tiba di kamar tidur Bik Mirna langsung keluar setelah meletakkan nampan yang berisi makanan itu di atas meja.
Delisa dan Oma Widia segera menyantap makanan tersebut dengan begitu lahap, masakan Bik Mirna memang nomor satu di rumah ini sangat lezat dan paling pas di lidah.
Selesai makan Oma Widia memilih untuk tidur siang sejenak karena akibat kekeyangan, Delisa pun keluar dari kamat tidur Oma Widia membiarkan Oma Widia beristirahat dengan tenang.
Delisa membawa nampan yang berisi piring bekas dan gelas bekas makan milik dirinya serta Oma Widia ke dapur, dan langsung di cuci Delisa sedikit meringankan beban ART yang saat ini sedang sibuk membereskan sisa makan di meja makan.
"Aduh kemana ya, kok gak ada satu set berlian itu" kata Andin yang mencari satu set berlian arisan mereka yang tak ada di dalam tasnya
"Kamu lupa bawa mungkin" kata Mely
"Iya mungkin ketinggalan di rumah" jawab Nathalie
"Kalian kan ingat aku bukan orang tipe pelupa, bukannya lihat kan Rani aku memeriksa tas tadi ada kotak yang berisi satu set berlian itu" kata Andin berusaha meyakinkan yang lain
"Iya aku lihat, kotaknya yang warna biru tadi kan" kata Rani pura-pura mengingat
"Iya, aduh dimana ya" kata Andin yang pusing memikirkan hilangnya satu set berlian itu
Rani tersenyum berharap teman sosialitanya curiga hilang disini dan menunduh salah satu ART di rumah ini yang mengambilnya, Rani sudah merencanakan ini semua dari jauh-jauh hari jadi tak ingin sampai gagal.
"Kita makan tadi jangan-jangan ada salah satu ART mu lagi yang mencuri" ceplos Mely yang muali curiga
"Ahh masak sih, biasanya kan gak pernah saat kita disini. Tapi ada salah satu ART baru disini jangan-jangan dia lagi" kata Nathalie yang langsung memikirkan siapa orang tersebut
__ADS_1
Nathalie dan ketiga teman sosialitanya itu segera beranjak dari tempat duduk, mereka bertiga mengikuti kemana Nathalie pergi dan ternyata ke dapur serta mendekati salah satu ART nya disini.
"Delisa..." teriak Nathalie mengema di seluruh ruang dapur membuat semua yang sedang meikmati makan siang terlonjak kaget