
Hari pertama libur Delisa sudah bangun pagi-pagi sekali, dirinya sengaja bangun lebih pagi dari biasanya dirinya bangun untuk sekolah karena saat ini dirinya ingin membantu Ibunya untuk mencuci baju orang-orang yang menglaundry dengan Ibunya.
Namun sebelum mencuci baju Ibunya mengerjakan pekerjaan rumah terlebih dahulu seperti masak dan mencuci piring serta berberes rumah, Delisa pun memilih untuk membantu membersihkan rumah saja sebelum membantu yang lain.
Kini waktu menunjukan pukul 06.00 pagi Desi membangunkan Suaminya untuk mengajak sarapan pagi, Suaminya juga harus mangkal mumpung masih pagi biar rezeki tak di patuk ayam.
Delisa kembali membantu Ibunya menyiapkan sarapan pagi untuk mereka, selesai menata semua makanan di atas karpet Delisa juga mengambil piring beserta sendok dan gelas buat minum.
Delisa dan Kedua orang tuanya mulai menyantap nasi goreng yang menjadi menu sarapan pagi ini bersama dengan telur mata sapi, Ahh semenjak hidup sederhana begini nasi goreng menjadi sarapan favorit Delisa di tambah dengan telur mata sapi itu.
Delisa bahkan menambah berapa kali saking menikmati nasi goreng itu, tentu membuat Kedua orang tuanya bahagia karena Delisa tak pernah mengeluh dan justru selalu menikmati setiap makanan apapun yang terhidang di hadapan mereka.
"Ayah, pamit kerja dulu ya" ujar Dika setelah menghabiskan kopi buatan Istrinya tadi
"Iya yah, hati-hati di jalan" jawab Desi memperingati Suaminya sembari mencium punggung tangan milik Suaminya
Delisa juga ikut mencium punggung tangan Ayahnya, sedangkan Ayahnya mengacak-acak rambut Delisa hingga berantakkan.
"Assalamualaikum" ucap Dika saat sudah berada di ambang pintu ingin keluar
"Walaikumsalam" jawab Delisa dan Ibunya berbarengan
Dika segera melajukan motornya meninggalkan halaman rumah mereka dan menuju ke pasar terlebih dahulu tempat yang paling banyak di kunjungi para ibu-ibu yang tentunya membutuhkan tukang ojek.
Sedangkan Delisa dan Ibunya kini mulai mencuci baju setelah membereskan sisa makan mereka tadi, Delisa begitu senang bisa membantu Ibunya mengerjakan semua pekerjaan yang ada di rumah mereka dan pastinya sedikit meringankan pekerjaan Ibunya.
Jika di kerjakan berdua tentu membuat pekerjaan mereka semakin cepat, selesai mencuci baju seperti biasa langsung di bilas dan di jemur oleh Ibunya yang di bantu Delisa juga.
"Huh... Selesai juga" kata Delisa sembari menghapus keringat yang ada dikeningnya
"Yuk masuk, ada yang mau Ibu sampaikan dengan kamu" kata Desi sembari membawa baskom besar yang bekas baju-baju tadi
__ADS_1
Delisa dan Ibunya duduk di ruang depan sembari minum air putih untuk menghilangkan dahaga mereka yang begitu kering, Delisa juga sesekali menyeka keringatnya yang masih terus bercucuran.
"Del, ini kartu ATM milik Ibu. Disini ada sejumlah uang yang lumayan banyak, Ibu sengaja menyiapkannya untuk kamu kalo saja suatu saat kamu membutuhkannya. Sebentar lagi kan kamu SMA tentu sangat membutuhkan uang yang banyak untuk membeli seragam beserta buku-buku tulis, di simpan ya" kata Desi sembari meletakkan kartu ATM itu di telapak tangan Anaknya itu
"Tapi ini kan uang Ibu" jawab Delisa yang belum mau menerima kartu ATM itu
"Iya Ibu sengaja menyiapkan semuanya untuk kamu, Ayahmu juga sudah tau kok" kata Desi lagi sembari mengengam tangan Anaknya itu
"Terima kasih bu, Delisa akan mengunakan uangnya dengan baik-baik" jawab Delisa terharu dengan Ibunya yang memikirkan masa depannya
"Pinnya tangggal lahir kamu" jawab Desi sembari menyunggingkan senyuman
Delisa menganggukkan kepala.
.
.
Bella saat ini main di perusahaan Mamanya yang sangat jarang dikunjunginya karena dirinya sibuk sekolah, Bella duduk di sofa yang ada di dalam ruangan Mamanya sembari bermain hp.
Ada rasa sedikit bosan menunggu Mamanya dan Papanya meeting yang sudah hampir 2 jam lebih, libur pertama dirinya belum memiliki agenda karena Kedua orang tuanya masih sibuk mengurus perusahaan mereka yang mengeluarkan barang-barang eletronik baru.
Bella mendekati kursi dan meja milik Mamanya, kemudian duduk di atas kursi kebesaran Mamanya dan memutar-mutar kursi itu sembari tersenyum membayangkan dirinya yang menggantikan Mamanya yang posisi CEO nanti setelah dirinya dewasa.
Bella yang semakin bosan di dalam ruangan Mamanya memilih untuk keluar sejenak ingin mengelilingi perusahaan peninggalan Kakeknya ini, Bella masuk lift turun ke lantai dasar dan disana banyak para staf kantor yang sibuk dengan layar komputer serta berkas-berkas di atas meja mereka.
Para staf kantor yang berpapasan dengan Bella menunduk memberi hormat kepada Anak CEO mereka, Bella tentu semakin berjalan dengan angkuh melihat para staf kantor menghormatinya.
"Mbak, beliin saya es krim donk sekalian cemilan" kata Bella saat berada di depan resepsionis perusahaan mereka
"Baik Nyonya muda, saya akan belikan tunggu sebentar ya" jawab Salah satu staf resepsionis itu
__ADS_1
"Nanti antar ke ruangan Mama saja ya, saya tunggu di sana" ujar Bella kemudian berlalu dari hadapan resepsionis itu dan kembali masuk lift
Kini Bella sudah kembali ke dalam ruangan Mamanya dan duduk di sofa yang tempat pertama kali dirinya berada di ruangan Mamanya tadi sembari menunggu pesanannya kepada staf resepsionis, sampai detik ini Mamanya ternyata belum muncul sama sekali membuatnya semakin kesal.
"Sayang dari mana saja tadi?" tanya Rani yang baru keluar dari kamar mandi yang ada diruangannya itu
"Ohh ternyata Mama udah selesai meetingnya, Bella kira masih meeting" kata Bella yang menampakkan wajah kesalnya
"Kamu kenapa sayang? Maaf Mama lama ya meeting tadi" kata Rani duduk di samping Anaknya sembari mengelus rambut panjang milik Anaknya.
Tok...tok...tok
"Masuk" ujar Rani kepada karyawannya yang ada di depan pintu ruangannya
"Ini pesanan Nyonya muda" kata Staf resepsionis yang membelikan pesanan Bella tadi
"Taruh disini" ujar Bella sembari menunjuk meja yang ada dihadapannya
Staf resepsionis itu segera meletakkan beberapa es krim dan beberapa cemilan yang di minta Bella tadi, tanpa mengucapkan terima kasih Bella langsung membuka es krim dan cemilan itu lalu segera menyantapnya.
Staf resepsionis itu hanya meneguk salivanya melihat tingkah Anak CEO mereka yang sedikir kurang sopan, dirinya pun pamit dengan CEO mereka ingin kembali ke bawah dan ke temoat kerjanya.
Rani hanya menjawab dengan anggukkan pada staf resepsionisnya yang artinya mempersilahkan, Rani yang meilhat Anaknya makan dalam keadaan belepotan hanya bisa geleng-geleng.
Rani pun kembali ke kursi kebesarannya dan mulai memeriksa satu persatu berkas yang ada di atas mejanya, lalu dibumbuhinya tanda tangannya.
"Huh.. Jauh sekali berbedaan Anak CEO sekarang dengan Anak CEO dulu" kata Staf resepsionis itu mengerutu saat sudah di tempat kerjanya
"Kenapa?" tanya Temannya yang sama-sama bagian resepsionis itu
"Itu Anak CEO kita sekarang, gak ada sama sekali bilang terima kasih padahal aku udah capek-capek beliin ke mini market seberang dan mengantarkan juga ke ruang CEO. Coba kalo Anak CEO dulu gak pernah nyuruh-nyuruh malahan dia yang beliin kita makanan" kata Staf resepsionis itu panjang lebar bercerita dengan temannya itu
__ADS_1
"Sabar ya" jawab Temannya itu sembari mengelus pundak Staf resepsionis itu