Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
3.suasana baru


__ADS_3

hari berganti hari,ibu fiya telah memboyong siska ke kota ,tinggal bersama kedua orang tuanya dan kakaknya.


siska tidak ada pilihan laen,selain mengikuti perintah orang tuanya.


surabayalah tempatnya kini tinggal.


nenek tercinta yg telah merawatnya sejak bayi kini telah pergi meninggalkannya.rindu ingin bertemu sudah pasti ada.banyak kenangan indah bersamanya,yg tak mungkin bisa ia lupakan.


siska masih larut dalam kesedihan,namun ia berusaha tegar dan iklas menerima kepergian neneknya.


masih panjang jalan hidupnya,untuk mengarungi samudera kehidupan.


hari ini,hari pertama siska tinggal di rumah orang tuanya.


tempat baru,suasana baru dan keluarga baru.


merasa asing tinggal di sana.


siska hampir tak pernah datang kerumah orang tuanya.mungkin hanya setahun sekali itupun jika liburan sekolah.


siska duduk di ruang tamu bersama ayah dan ibunya.


ibu memeluk dan membelai rambutnya.


"bu,kapan aku bisa sekolah?"tanya siska.


"besok kamu sudah mulai sekolah.ayah sudah mendaftarkan kamu."jawab ibu yg masih memeluk putrinya.


lia datang membawa cemilan,dan duduk di sebelah siska.


siska melepaskan pelukannya dan kembali membenarkan duduknya.


tersenyum kepada lia.


"makanlah,biar kamu tambah gemuk."ucap lia,sembari menyodorkan toples berisi cemilan.siska mengambil dan memakannya.


mereka menikmati cemilan yg di bawa lia.


hari mulai petang,siska kembali ke kamar.begitupun dengan ayah,ibu dan lia.


siska membaringkan badannya di atas ranjang,ia memandang ke langit langit atap rumah.


membayangkan semua kenangan bersama neneknya.air mata mulai menetes membasahi pipi.


ia mencoba memejamkan mata dan berhasil hingga ia tertidur pulas.


seperti nyata,ada sesosok laki laki besar hitam duduk di sampingnya dan menatapnya lekat.


tak terlihat jelas wajahnya,mungkin karena ruangan gelap.


tubuh siska merasa kaku dan sulit untuk di gerakkan.mulutnya sulit untuk berucap.keringat dingin keluar bercucuran.


ia berusaha memanggil nama ayah dan ibunya.rasanya ia sudah berteriak keras,namun tak ada yg mendengarnya.suaranya seperti mati dan mulutnya terasa terkunci.


dengan sekuat tenaga ia berusaha bergerak dan berteriak,namun tetap tak bisa.ia membaca beberapa ayat quran yg ia hafal.


alkhamdulillah ayat quran telah menolongnya.


makluk besar itu hilang entah kemana,badan siska bisa di gerakkan namun masih terasa lemas,tenggorokannya terasa kering kehausan.nafasnya ngos ngosan seperti di kejar setan.


siska meraih gelas berisi air dan meneguknya.


siska melihat sekeliling kamar tak ada apa apa,ia bernafas lega,ternyata ia hanya mimpi.


tapi mimpi itu sungguh seperti nyata.


ia berusaha memejamkan matanya namun ia masih terbayang makluk besar itu.


hingga pagi ia terjaga dari tidurnya.


paginya merasa sangat ngantuk,tapi ini kali pertamanya ia masuk sekolah.


ia berusaha membuka matanya yg masih ngantuk itu.


___di ruang makan


siska duduk di meja makan bersama ayah,ibu dan kakanya.


siska menikmati sepotong roti berisi selei kacang dan segelas susu.


sesungguhnya ia tak suka susu,tapi ia tk bisa menolak untuk meminumnya,ia takut membuat ibunya kecewa.

__ADS_1


lia sudah selesei sarapan dan pergi ke kampus di ****** kekasihnya.


sedangkan siska pergi ke sekolah di antar ayahnya.


ia harus terkesan baik di sekolah,tak ingin membuat malu orang tuanya.


ayah menurunkan siska di halaman sekolah.


selesei parkir ayah dan siska masuk ke ruang kepala sekolah.


setelah melakukan percakapan,ayah kembali pulang, dan kepala sekolah mengajak siska ke ruang kelas.


hati siska berdebar tak menentu,ia merasa grogi.namun ia berusaha santai dan berpura pura baik baik saja.


ia kini telah berdiri di depan kelas.menatap satu persatu teman sekelasnya.


"selamat pagi,perkenalkan namaku siska."siska memperkenalkan diri dan di sambut baik oleh teman barunya.


siska duduk sebangku dengan ana.


di samping siska ada cwok tampan bernama eko.


siska melirik dan tersenyum manis.


eko membalas senyumannya.


siska mengikuti pelajaran sekolah dengan telaten,karena ia sudah tertinggal pelajaran lumayan jauh.


bel istirahat pertama telah berbunyi. semua siswa berhampuran keluar kelas.


siska sama ana hanya duduk diam di kelas.


"an,kamu ngak ke kantin?"tanya siska pelan.


ana hanya menggeleng kepala dan tersenyum tipis.


siska mengangguk mengerti.sebenarnya siska ingin ke kantin,berhubung ana tidak pergi,siska juga tidak pergi.


eko kembali keruang kelas membawa dua botol pocari.


menyodorkan minuman itu ke siska dan ana.


siska dan ana menerimanya.


eko kembali duduk di bangkunya.


"rumahmu mana?"tanya eko ke siska.


siska menoleh dan tersenyum.


"rumah ku dekat pasar."jawab siska.


eko hanya mengangguk.


mereka mengobrol cukup lama.


ana tersenyum melihat sepupunya (eko) mulai terbuka sama cwek.


hari sudah jam dua siang.ana dan siska pulang jalan kaki,kebetulan rumah mereka searah.


tiba tiba febri datang dan menabrak bahu siska pelan.


sedangkan eko berjalan di belakang mereka.


"hai..aku febri,temannya ana."febri memperkenalkan diri.


siska membalas dengan lembut.


eko hanya memperhatikan obrolan mereka.


febri mulai merayu siska,siska merasa risih.


eko yg melihatnya merasa tidak suka,dan menarik tangan febri kasar.


febri tau jika temennya tidak suka,ia lebih memilih jalan di samping eko dari pada kena pukulan eko.


siska berpamitan lebih dulu,rumah siksa lebih dekat dari mereka.


"ibu,aku pulang?"ucap siska setelah sampai rumah.


di rumah ramai orang,ada tamu yg datang.siska melihat di ruang tamu ada,bude dan kakak sepupunya dan juga pria tampan di samping budenya.

__ADS_1


siska menyapa mereka ramah.memeluk.bude dan kakak sepupunya yg lama ia rindukan.


mereka sangat menyayangi siska.siska sangat manja sama kakak sepupunya.


"kamu sudah SMA masih manja."ucap sepupunya.galih mencubit hidung siska keras.


siska berteriak kesakitan.


"sayang,kenalkan ini teman kakak."tambah galih memperkenalkan teman kecilnya.


siska tersenyum dan mengulurkan tangannya.


"hai..kak,aku siska."ucap siska


"aku edwin,senang berkenalan denganmu."jawab edwin membalas uluran tangan siska.


mereka melanjutkan mengobrol dan siska pergi meninggalkan mereka,untuk berganti pakean.


selsei ganti pakean siska kembali duduk di samping galih.


mereka telah merencanakan sesuatu.


mamah dan bude pergi kedapur mempersipakan makan sore.


galih dan ayah pergi main catur di taman belakang.


diruang tamu hanya ada siska dan edwin.


siska merasa canggung dan bingung.


"kenapa mereka meninggalkan ku di sini."tanya siska dalam hati.


siska melirik edwin pelan.edwin tersenyum memandang siska.


siska merasa malu dan kembali menunduk.


"apa kamu betah tinggal di kota?"tanya edwin,mencairkan suasana.


"iya,aku betah."jawab siska dalam tundukannya.


"bagaimana aku tau betah atau tidak,aku juga baru kemaren pindah."bisik siska dalam hati.


"kakak masih kuliah?"tanya siska balik.


"iya."jawab edwin.


edwin menarik pergelangan tangan siska pelan dan lembut.


tangannya sangat terasa hangat dan halus.


siska hanya patuh begitu saja.mereka duduk di ayunan depan rumah.


edwin mulai bertanya apa saja tentang siska.


siska menjawabnya.mereka tertawa renyah.entah apa yg mereka bicarakan.


ibu dan bude mengintipnya dari balik tirai cendela.mereka berdua tersenyum dan tos.


rencana mereka berhasil,membuat siska kembali ceria.


mereka tak ingin melihat siska larut dalam kesedihan.


di balik canda tawa siska dan edwin,ada seorang gadis cantik datang dan menegurnya.


"hai..apa yg kalian bicarakan?tawamu sangat terdengar keras dari depan."ucap lia dan membubarkan senyuman siska.


siska menutup mulutnya dan berhenti tertawa.


lia masuk kerumah dan melihat dua nyonya itu mengintip adiknya.


"kenapa kalian mengintip."tanya lia lembut.


ibu dan bude kaget ,dan berpura pura menata tirai cendela.


lia hanya tersenyum dan berlalu begitu saja.


"dasar emak emak suka ngintip."ucap lia lirih


sembari masuk kamarnya.


terima kasih buat yg sudah mampir ke karya aku,semoga kakak suka.

__ADS_1


jangan lupa like dan komen.vote dan rate.


"♥️"


__ADS_2