
Bella kembali ke rumah sakit dengan wajah di tengkuk setelah dapat perlakuan barusan dari Nathan, entah terbuat dari apa hati Nathan begitu keras ketika berhadapan dengan dirinya namun ketika berhadapan dengan Delisa begitu lembut.
Bella menarik napas panjang kemudian dihembuskannya perlahan, dirinya harus fokus kembali dengan pekerjaannya apalagi selama ini dirinya sudah di kenal seluruh yang bekerja di rumah sakit ini sebagai dokter yang profisional.
Kini Bella sudah masuk ke dalam ruangannya sedang duduk dan menautkan kedua tangannya sembari berpikir cara untuk memisahkan Nathan dan Delisa, sampai kapanpun Bella takkan tinggal diam untuk membiarkan Delisa memiliki Nathan seutuhnya dalam hidup Bella tidak ada yang boleh bahagia di atas penderitaannya.
Tak berapa lama ada ketukan pintu diruangannya dari depan, Bella mempersilahkan orang yang ada di depan ambang pintu untuk masuk dan ternyata seorang perawat mengingatkannya bahwa ini waktunya untuk mengecek semua pasien.
Bella yang di ingkatkan mengucap terima masih kemudian segera beranjak dari tempat duduknya sembari mengajak perawat tersebut ke ruangan perawatan semua pasien yang sedang sakit, Bella mulai memperiksa satu persatu pasien di setiap ruang yang berisi pasien.
Selesai semua yang boleh pulang di persilahkan pulang dan tak lupa Bella mencatat resep obat untuk di tebus di apotek rumah sakit, Bella keluar dari ruangan pasien ingin kembali ke dalam ruangannya tempat yang paling nyaman ketika sedang lelah.
Bella yang berjalan di koridor rumah sakit menuju ruangannya selalu dapat sapaan dari para suster, para karyawan dan para dokter, padahal sebenarnya di rumah sakit ini ada seorang dokter spesialis saraf yang menyukai Bella hanya karena jarang berkomunikasi dan bertemu jadi Bella tak tau menau.
Tak terasa waktu terus berjalan kini jam kerja Bella sudah selesai dirinya ingin segera pulang ke rumah, Bella melepas baju seragam dokternya dan digantungkannya di salah satu tempat baju yang ada di dalam ruangannya rak lupa juga merapikan mejanya sebelum keluar ruangan lalu setelah itu dirinya mengambil tas.
Kini Bella sudah berada di area parkiran berjalan menuju mobilnya yang terparkir di parkiran khusus karyawan rumah sakit, Bella melihat jam tangan yang terlingkar di pergelangan tangannya waktu menunjukan pukul 4 sore yabg pasti jalan untuk pulang ke rumahnya pasti sangat macet jadi harus melalui jalan altrenatif agar terhindar dari kemacetan jalan.
"Haii Dokter Bella, mau pulang?" kata Dokter Rian (Dokter spesialis saraf) yang ingin pulang juga
"Haii Dokter Rian, iya mau pulang. Waktu kerja saya udah habis" jawab Bella berbasa basi membalas sapaan orang lain
"Malam ini sibuk gak, saya mau ngajak Dokter Bella makan malam di luar" kata Dokter Rian to the poin
__ADS_1
"Maaf ya, saya sudah ada janji dengan orang lain" kata Bella yang sebenarnya berbohong karena menolak ajakkan Dokter Rian
"Kapan-kapan bisa gak?" tanya Dokter Rian lagi yang begitu berharap
"Gak tau ya, soalnya gak bisa janji. Saya permisi" jawab Bella kemudian masuk ke dalam mobilnya
Bella segera melajukan mobil avanzanya meninggalkan area rumah sakit dan menuju ke jalan alternatif agar bisa secepatnya tiba di rumahnya, Bella masih berusaha berpikir cara memisahkan Nathan dan Delisa agar mereka tak bisa bersatu.
Setidaknya jika dirinya tidak bisa mendapatkan Nathan jadi semua wanita lain juga tidak bisa mendapatkannya, Bella sudah melakukan segala cara tapi Nathan masih tidak mau menolehnya bahkan harga dirinya seperti sudah hilang di hadapan Nathan.
Tak butuh waktu lama Bella sudah tiba di halaman rumahnya segera di masukannya mobil avanzanya ke dalam garasi, kemudian Bella keluar dari mobil avanzanya dan berjalan masuk ke dalam rumah.
Bella langsung menuju anak tangga ingin ke lantai atas untuk membersihkan tubuhnya yang habis pulang dari rumah sakit, selesai mandi dan memakai piyama tidur Bella turun ke lantai bawah ingin mengambil minuman dingin untuk menghilang dahaganya yang terasa begitu kering.
"Iya ma, 15 menit yang lalu" jawab Bella sembari membawa beberapa cemilan ke arah ruang keluarga
.
.
Ditempat lain
Nathalie mondar mandir di ruang keluarga menunggu ke pulangan Nathan ke rumah mereka, sudah satu jam yang lalu dirinya mengirimi Nathan pesan agar malam ini pulang ke rumah namun sampai detik ini batang hidung anak bungsunya belum juga kelihatan.
__ADS_1
"Udah ma, memangnya Mama gak capek apa dari tadi modar mandir" kata Wijaya menegur istrinya yang dari tadi tidak mau diam
"Mama hanya khawatir dengan Nathan, Pa" jawab Nathalie memberi alasan kepada Suaminya
Wijaya kembali diam dan fokus dengan siaran TV yang dari tadi menyala, Wijaya belum mengetahui apapun tentang kejadian tadi siang yang di lakukan Istrinya terhadap kekasih Anak bungsunya jika tau mungkin Nathalie sudah dapat teguran.
Waktu sudah menunjuka pukul 7 malam kini waktunya makan malam, Nathalie dan Wijaya sudah duduk di kursi makan menikmati hidangan makan malam sembari menunggu ke datangan Nathan yang belum juga muncul.
Nathalie menyantap makanan tanpa nafsu makan dirinya belum semangat jika belum melihat wajah Anak bungsunya itu, Nathalie ingin berbicara empat mata dengan Nathan soal kejadian tadi siang sekalian dirinya ingin mengancam Nathan agar segera menjauhi Delisa.
Karena sampai kapanpun Nathalie tak kan mau merestui hubungan Anak bungsunya dengan Delisa, Nathalie tak mau menantu di rumah ini di tepati Delisa dirinya masih ingin Bella yang menjadi menantu di rumah ini dan menjadi istri anak bungsunya.
Sampai Nathalie dan Wijaya selesai makan Nathan belum juga menampakkan diri, namun ternyata Nathan sudah membalas pesan Mamanya bahwa malam ini tidak bisa pulang ke rumah karena besok pagi harus pergi ke luar kota untuk melakukan bisnis.
Nathalie yang membaca pesan tersebut hanya bisa menghela napas panjang, tak bisa juga memaksa jika anak bungsunya besok harus berangkat pagi-pagi dari kantor ke luar kota untuk melakukan perjalanan bisnis mungkin Nathalie bisa menemui anak bungsunya di apartemen atau di perusahaan jika anak bungsunya sudah pulang dari luar kota nanti.
Nathalie dan Wijaya masih bersantai di ruang kelurga sembari menonton TV film kesukaan mereka berdua, sebenarnya Nathalie masih malas untuk melakukan apapun hanya saja karena ingin menemani Suaminya jadi mau tau mau masih duduk di ruang keluarga.
"Mama masuk kamar duluan ya Pa" kata Nathalie setelah sekian lama merasa bosan menonton TV
"Iya" jawab Wijaya singkat sembari tersenyum memperhatikan adegan di layar TV
Nathalie segera beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kaki ke arah kamar utama yang ada di lantai bawah, tiba dalam kamar Nathalie langsung berbaring sembari pikiran terus berkelana memikirkan cara memisahkan Nathan dan Delisa.
__ADS_1