Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Keluarga Besar Wijaya


__ADS_3

Setelah lama berada di rumah sakit kini Nathalie sudah di izinkan Dokter untuk pulang, Delisa membantu memasukkan semua barang-barang milik Nathalie ke dalam tas di bantu oleh Nathasya sesekali karena kadang sibuk mengurus putrinya.


"Udah siap Ma?" tanya Nathan kepada Mamanya yang masih duduk di tepi brangkar


"Udah, ayo Mama udah kangen banget dengan rumah" jawab Nathalie sembari menyunggingkan senyuman


Nathan membantu Mamanya untuk duduk di kursi roda dan mendorongnya, setelah itu mereka semua keluar dari ruangan VVIP yang di tempati Mamanya selama berada di rumah sakit ini.


Nathan dan yang lain sangat senang saat tau Nathalie telah melewati masa kritis, Nathan selalu berdoa selama Mamanya belum bangun karena dirinya tak ingin kehilangan Mamanya orang yang telah melahirkannya di dunia ini.


Kini mereka semua sudah masuk ke dalam mobil alphard milik keluarga Wijaya, yang mengemudi saat ini supir pribadi mereka yang duduk di samping supir Nathasya dan putrinya sedangkan Wijaya memilih duduk di samping istri di bagian tengah sama seperti Nathan duduk di samping Delisa di bagian belakang sekali.


Mobil alphard itu pun melaju meninggalkan rumah sakit dan menuju kediaman keluarga Wijaya, sepanjang jalan putrinya Nathasya mengoceh riang dan bercerita yang tentunya di komentar Nathan dengan kelucuannya membuat suasanan dalam mobil jadi ramai.


Hingga tak terasa mobil alphard sudah memasuki kediaman keluarga Wijaya setelah pintu pagar di bukakan oleh satpam, mobil alphard pun langsung masuk ke garasi mobil dan berhenti lalu semua yang ada di dalam segera keluar.


Nathan dengan sigap membantu Mamanya untuk turun dari mobil, sebenarnya Nathalie sudah sehat hanya saja Nathan masih begitu cekatan menjaga Mamanya karena tak ingin Mamanya sakit kembali.


"Welcome Nyonya...." ucap Para ART di kediaman keluarga Wijaya saat pintu utama terbuka lebar


Nathalie bahagia melihat dekorasi di ruang tamu yang di buat oleh para ART di rumahnya, ternyata bukan hanya keluarganya saja yang menanti dirinya kembali ke rumah ini ada yang lain juga.

__ADS_1


Mereka semua masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ruang makan karena para ART sengaja masak banyak demi untuk menyambut majikan mereka kembali ke rumah, kini keluarga besar Wijaya mulai menyantap makanan yang tersaji di atas meja makan dan disitu juga ada Delisa sebagai calon menantu di rumah ini.


Suasana di meja makan begitu hening hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang mengenai permukaan piring, dari dulu keluarga besar Wijaya memang sangat memrntingkan adab ketika sedang makan.


Selesai makan Delisa membantu merapikan meja makan sudah di larang oleh keluarga besar Wijaya dan para ART tetapi Delisa tetap mau melakukan hal seperti itu, meski pun dirinya tamu atau calon menantu Delisa tak ingin berpangku tangan.


Semenjak dirinya nekat menerima lamaran Nathan dan dapat nasehat dari Ayahnya tentang istri idaman itu yang bisa mengurus rumah, dari situ Delisa mulai suka membantu Buk Ina ketika sedang masak dan merapikan meja makan meski dirinya tidak mencuci piring bekas mereka makan setidaknya membantu membereskan sudah meringankan beban ART.


Selesai semua keluarga besar Wijaya dan termasuk Delisa kini duduk santai di ruang keluarga bercerita sembari membahas tentang hubungan Delisa dan Nathan, ingin bertunangan terlebih dahulu atau langsung tahap pernikahan.


"Yang Delisa minta lamaran resmi dulu Om, dari pihak keluarga Om datang menemui Ayah Delisa sebagai keluarga satu-satunya. Setelah itu baru Om dan Ayah Delisa kompromi tanggal pernikahannya kapan" jawab Delisa setelah di ajukan pertanyaan oleh Wijaya


"Apa Maharani Atmadja, jadi kamu dengan Bella saudara sepupu" kata Nathalie yang terkejut tentang fakta ini


Delisa menganggukkan kepala tak berani menjelaskan apapun karena takut salah bicara apalagi selama ini yang tak menganggap Delisa dan Ayahnya adalah dari pihak keluarga Tantenya, sedangkan Delisa dan Ayahnya menuruti saja kemauan keluarga Tantenya.


"Iya Ma, Delisa saudara sepupu dengan Bella" jawab Nathan sembari menarik napas panjang


Nathan mulai bercerita tentang fakta yang dicarinya melalui orang-orang kepercayaannya tentang keluarga besar Atmadja, dari mulai perusahaan PT.Atmadja Sejahtera di ambil alih oleh Mamanya Bella sehingga Ayahnya Delisa mengalang dan menjalankan hidup serba kekurangan.


Dan hal lain tentang perjalanan hidup Delisa dengan keluarganya hingga kini Delisa bisa menjadi seorang desainer, namun Nathan belum mengetahui fakta bahwa Delisa lah pemilik butik Lia Fashion yang ada di pusat kota jadi tak ada ini dalam cerita Nathan.

__ADS_1


Delisa tersenyum mendengar cerita Nathan yang ternyata sudah tau semua tentang fakta masa lalu keluarganya, Wijaya juga membenarkan cerita Anak bungsunya itu karena dulu Wijaya juga sempat terkejut ketika CEO di perusahaan PT.Atmadja Sejahtera bukan Mahardika lagi.


Meski bisnis Wijaya dan Mahardika berbeda tapi mereka pernah bertemu berapa kali dalam acara ulang tahun teman para pembisnis, Wijaya sangat tau bahwa Mahardika termasuk CEO yang berwibawa dan sangat baik kepada semua karyawan kantornya.


"Mama gak tau selama ini kalo Tante Rani memiliki Adik laki-laki yang ternyata Ayahnya Delisa, tapi Mama bangga kini Delisa bisa berdiri sendiri tanpa ikut campur harta dari almarhum Kakeknya" kata Nathalie sembari mengelus pundak Delisa yang saat ini duduk di sampingnya


"Kamu desainer, jadi gaun pengantin bisa donk dari buatan sendiri" kata Nathasya yang begitu senang mendengar Delisa seorang desainer


"Iya insyaallah buat sendiri desain gaun pengantin, entar sekalian gaun pesta buat keluarga ini bakal Delisa bikin desain sendiri" jawab Delisa sembari berniat membuat gaun pesta untuk calon mertua dan calon kakak iparnya.


Saat ini Delisa begitu bahagia karena Mamany Nathan sudah merestui hubungannya dengan Nathan, namun perasaan Delisa masih tidak enak apalagi Bella yang begitu terobsesi dengan Nathan pasti takkan tinggal diam.


Sekarang batang hidung Bella tak muncul karena sedang bekerja apalagi ini hari senin pastinya semua Dokter di rumah sakit harus siap siaga, tapi Delisa takkan membiarkan Bella dan Tantenya mengacaukan rencana pernikahannya dengan Nathan apalagi selama ini Delisa sudah sering mengalah.


Dan bahkan sebelum dirinya kembali bertemu dengan Nathan lagi, Delisa sudah pernah memberi waktu Bella untuk mendapatkan hati Nathan namun sampai detik ini hati Nathan ternyata sudah terpaut namanya yang terukir indah.


"Sebelumnya Tante mau ngucapin terima kasih kamu sudah mau mendonorkan darah kepada Tante" kata Nathalie sembari memeluk Delisa


"Iya Tan, sama-sama. Delisa melakukan itu karena tak mau keluarga ini kehilangan Tante seperti Delisa yang dulu kehilangan Ibu" kata Delisa kemudian sedih mengingat mediang Ibunya


"Kamu boleh kok sekarang panggil Tante sama kayak Anak-anak memanggil dengan sebutan Mama, anggap saja seperti Ibumu" kata Nathalie mengosok punggung belakang Delisa memberi kekuataan.

__ADS_1


__ADS_2