Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
11. Bahagia.


__ADS_3

Siska semakin ketakutan karena ulah Rayen.


"kak, tolong jangan ganggu aku,aku mohon lepaskan aku." ucap Siska ketakutan. tubuh siska jadi gemeteran,keringat dingin jatuh bercucuran.ingin Rasanya ia berteriak kencang memanggil nama orang tuanya.


"hahaha....dasar bocah,kamu kira aku mau ngapain kamu? aku hanya ingin mengganti perban mu!" ucap Rayen sambil tertawa renyah, ia berhasil ngerjain siska.


"dasar g**a beraninya kakak ngerjain aku." jawab siska merasa lega.siska sedikit tersenyum menatap Rayen sembari melempar bantal ke muka Rayen.


Rayen menangkap bantal yg tadi di lempar siska sambil tertawa puas.


"wajah mu terlihat lucu saat ketakutan, kau membuatku terus tertawa." ucap Rayen dan kembali tertawa.


siska hanya diam karena kesel dengan ulah Rayen dan Hansen.matanya hanya melotot menatap wajah Rayen yg lagi girang.


"sekarang kakak puas kan sudah ngerjain aku." ucap siska kesel.


"tentu saja aku puas." jawab Rayen, lalu mulai mengobati luka siska.Dengan telaten Rayen membersihkan dan kembali memerban luka siska.


Siska tersenyum tipis melihat perhatian Rayen. ia tak menyangka jika Rayen akan seperhatian ini.Ia teringat Edwin, seandainya pria yg saat ini mengobati dia adalah Edwin,maka hatinya akan merasa lebih bahagia lagi.


"kak, terima kasih sudah perhatian sama aku." ucap siska sembari menyunggingkan senyumannya.


"iya sama-sama, lain kali lebih hati-hati lagi,jangan ceroboh." tutur Rayen lirih.


setelah mengganti perban siska,Rayen membopong siska ke kamar hansen.


"kak,kenapa kakak mengantarku ke sini?" tanya siska heran,seharusnya Rayen mengantarnya ke kamarnya sendiri bukan ke kamar hansen.


"kamu tidur di sini aja,biar gendut tidur bersama ku!" jawab Rayen enteng.


"tapi kenapa ,kak?"

__ADS_1


"kamu berat dan aku ngak mau mengendongmu ke bawah.sudahlah tidur aja kamu di sini,atau aku akan menaruhmu di teras!" ancam Rayen.


siska hanya patuh begitu saja dengan ucapan Rayen. siska membaringkan tubuhnya dan berusaha memejamkan matanya.


sedangkan Rayen dan Hansen pergin meninggalkan siska.


Hansen kini tidur bersama kakaknya.


"kak,kenapa kakak baik pada dia?" tanya Hansen penasaran.karena tak biasanya Rayen akan bersikap lembut pada seorang gadis.


"Diamlah gendut, sudah malam tidurlah!" jawab Rayen mengelak.


Dia sendiri juga tidak tau kenapa ia bersikap seperti itu pada siska.


"Dasar kurus,jangan bilang kamu suka padanya ya,mama tidak akan setuju jika benar kau menyukainya." balas Hansen mengingatkan Rayen.Ia tau bagaimana selera mamanya,dan ia juga tak ingin siska dapat masalah karena Rayen menyukainya.


"Tenang saja,itu tidak akan terjadi." ucap Rayen lirih.Ia takut dengan omongan Hansen,jika itu memang benar terjadi,maka ia dan siska akan benar-benar kena masalah.


berbagai posisi ia lakukan,namun ia susah untuk memejamkan matanya.Hampir pagi Rayen baru bisa memejamkan matanya.


Siska bangun di pagi buta,ia berusaha jalan menuju kamarnya sendiri.lututnya memang masih terasa sakit dan ngilu, tapi ia tak boleh jadi cewek cengeng,ia harus berusaha sehat.


cukup waktu lama ia berjalan untuk sampai kamarnya.Ia duduk diam di atas ranjang sambil melihat lututnya yg masih terperban rapat.


Tiba tiba air matanya jatuh bercucuran,ia sangat merindukan orang tuanya.


ia mengambil hp jadulnya dan berusaha menghubungi ibunya.


namun no ibunya tidak aktif.


akhirnya ia menelpon kakaknya.

__ADS_1


"hallo,ada apa sis?" tanya lia dari seberang sana.


"kak,gimana kabar ayah dan ibu,apa mereka baik baik saja." ucap siska yg masih menangis.


"iya mereka baik baik saja.ibu dan ayah sudah kembali ke rumah,kaki ayah sudah sehat." jawab Lia.


"benarkah?alkhamdulillah kalau begitu." jawab siska lega.ia sangat bahagia akhirnya ayahnya bisa sehat kembali.Setelah mengobrol lama siska mematikan panggilannya.


Rayen masuk ke kamar siska setelah mengetuk pintu.ia tersenyum melihat siska.


"ada apa,kelihatannya kamu lagi seneng?" tanya Rayen penasaran.


"iya kak,aku seneng banget,akhirnya ayahku bisa sembuh,dan sekarang mereka sudah kembali ke rumah." jawab siska girang sambil bertepuk tangan pelan.


"syukurlah kalau begitu." balas Rayen turut bahagia.


"kak,minggu depan bolehkan aku menjenguk ayahku." ucap siska memelas agar mendapatkan izin dari Rayen.


"tentu saja, aku akan mengantarmu nanti." jawab Rayen.


"Terima kasih kak,tapi tidak usah repot-repot,aku akan pulang sendiri."jawab Siska.ia tak ingin Rayen ikut karena minggu depan ia juga akan menemui Edwin.katanya minggu depan Edwin sudah kembali dari kota perantaunnya.


Bersambung......


♥️♥️♥️♥️♥️


jangan lupa like komen dan kritiknya.


Mampir juga di karya aku yg lainnya.


Terima Kasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2