Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
Kehidupan Delisa dan Kehidupan Bella


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu tak terasa Delisa sudah beberapa bulan sekolah di SMA Tunas Bangsa, meski dirinya harus selalu ke repotan setiap pagi mengurus pekerjaan rumah dan mengurus Ayahnya belum lagi pulang sekolah dirinya harus mengajar LES seorang anak TK karena dirinya membutuhkan uang buat kebutuhan sehari-hari.


Delisa tetap bersyukur bisa mengatur waktunya, mungkin ada rasa lelah yang dirasakan oleh Delisa tapi dirinya selalu bersemangat demi kehidupannya dan Ayahnya yang kini mereka hanya tinggal berdua.


Tak ada lagi yang namanya menghabiskan waktu dengan hal yang tidak penting dalam hidup Delisa, masa mudanya telah disibukkannya dengan semua itu meski dirinya ingin juga menikmati masa mudanya seperti teman-temannya.


"Nah udah selesai belajarnya, semangat terus ya. Sekarang udah makin pinter" kata Delisa mengelus pucuk kepala Anak TK yang belajar LES dengan dirinya


"Iya Kak, makasih ya Aisyah senang bisa belajar bareng kak" kata Anak TK yang belajar LES dengan Delisa yang bernama Aisyah


"Udah selesai ya?" tanya Bundanya Aisyah


"Udah bun, Kakak Delisa sangat pintar mengajari Aisyah" jawab Aisyah berbicara ciri khas anak umur 5 tahun


Delisa dan Bundanya Aisyah tersenyum, setiap hari Aisyah memuji Delisa dan dengan kata yang sama.


"Saya pamit pulang dulu ya Te" ujar Delisa merapikan peralatan tulisnya


"Iya Del, makasih ya" jawab Bundanya Aisyah sembari menyodorkan uang berwarna biru satu lembar


"Saya yang harusnya berterima kasih dengan Tante" kata Delisa menerima uang tersebut


Setelah pamit Delisa keluar dari rumah Aisyah sembari memesan ojek online untuk pulang ke rumahnya, Delisa berdiri di depan pagar rumah Aisyah menunggu ojek online yang dipesannya tadi.


Delisa bersyukur Bundanya Aisyah mau membayarnya setiap hari karena dirinya memang membutuhkan uang setiap hari, beruntung dirinya bisa bertemu dengan orang seperti Bundanya Aisyah yang sangat baik dan pengertian jika dirinya mengajar LES di tempat lain belum tentu orang lain mau membayarnya setiap hari.


Setengah jam kemudian Delisa sudah pulang ke rumahnya, setiap hari Delisa pulang pukul 4 sore Ayahnya sudah tau kalo Delisa akan pulang jam segitu karena Delisa sudah memberitahu sebelumnya kalo habis pulang sekolah dirinya langsung berangkat mengajar LES.


Di SMA Tunas Bangsa pulang sekolah pukul 2 siang karena mata pelajaran di sekolah itu sangat banyak dan waktu istirahat dua kali, istirahat pertama pukul 10 pagi dan istirahat kedua pukul 12 siang jadi Delisa mengajar LES di rumah Aisyah selama dua jam.


Seperti biasa setelah tiba di rumah Delisa langsung ke kamar untuk mengganti seragam sekolahnya dengam baju santai, kemudian membersihkan diri rutinitas Delisa setiap sore.

__ADS_1


Selesai mandi Delisa mengistirahatkan tubuhnya sejenak di dalam kamar tidurnya berbaring di atas kasur tipis tapi bagi Delisa sudah sangat empuk, Delisa berbaring sembari berselancar di dunia maya yang sangat jarang dilihatnya.


Tak ada yang menarik di dunia maya makanya Delisa sangat jarang membuka akun sosial medianya kecuali dirinya sedang tak ada kerjaan atau sedang boring, Delisa yang malas dengan dunia maya memilih untuk menonton you tube mencari sesuatu yang bermanfaat.


.


.


Di tempat lain


Matahari sudah terbenam di ufuk barat dan berganti dengan rembulan yang terang bahkan menunjukan keindahan namun tak seterang hati seseorang.


Rani sudah berapa bulan ini sering melamun setelah tau kabar bahwa Adik laki-lakinya tak bisa berjalan lagi karena kakinya di amputasi, begitu juga kabar tentang Adik iparnya yang sudah meninggal dunia.


Ada rasa iba di dalam hatinya namun lagi-lagi dirinya harus egois saat mendengar Anaknya mengeluh tentang Delisa yang merebut pujaan hati Anaknya, antara Adik kandung dengan Anak kandung Rani tetap memilih Anak kandung karena dirinya yang telah melahirkan Anaknya di dunia ini.


Baginya kebahagian Anaknya nomor satu dari segalanya bahkan nyawanya rela diberikannya dengan Anaknya agar Anaknya tetap bahagia, semua Ibu di dunia ini pasti menginginkan seperti itu semua.


"Akhh maaf, Mama lagi mikirin soal pekerjaan. Ayo lanjut makan" kata Rani yang terbuyar dari lamunannya


"Makanan Bella sudah mau habis, makanan Mama yang belum Mama sentuh sama sekali dari tadi" kata Bella sembari menatap kedua mata Mamanya yang tampak banyak pikiran


"Ini Mama makan" kata Rani kemudian menyuapkan nasi beserta lauk yang sudah dingin karena terlalu lama dianggurinnya


Bella juga kembali menyuapkan makanan yang hanya tinggal berapa suap lagi, Bella tak tau apa yang sedang dipikirkan oleh Mamanya tapi sepertinya menurut Bella masalah yang dipikirkan oleh Mamanya sangat berat terlihat dari kebiasaan Mamanya yang selalu melamun.


Kini hanya terdengar dentingan suara sendok yang terdengar sepi dan sunyi terasa dalam hidup Rani kare a terlalu banyak yang dipikirkannya, belum masalah Suaminya yang semakin jarang pulang belum lagi masalah perusahaan yang penjualan menurun dan kabar tentang Adik laki-lakinya.


Selesai makan Rani memilih langsung ke kamar tidurnya untuk beristirahat menenangkan pikirannya yang sudah membuat kepalanya hampir mau pecah, sedangkan Bella memikih untuk bersantai di ruang keluarga menonton TV acara film favoritnya.


Ting

__ADS_1


Terdengar bunyi pesan masuk di aplikasi hijau Bella, segera dirinya mengambil hp Iphone 13 promax miliknya yang tergeletak di meja yang ada dihadapannya.


Ternyata pesan di grup aplikasi hijaunya yang anggotanya berisi Bella the gengs, segera Bella membuka dan membaca isi pesan dari temannya itu.


(Gimana udah rencana belum buat ngasih pelajaran dengan Delisa besok?) Jesica


(Lihat aja besok) Bella


(Akkh jadi gak sabar nunggu besok) Sintya


(Pokoknya akan seru, besok Delisa pasti nangis dan malu) Bella


(Bisik-bisik donk kasih tau, jangan bikin kita mati penasaran) Jesica


(Iya, bikin penasaran aja) Sintya


(Sabar, tunggu aja besok) Bella


Bella menyunggingkan senyum membayangkan kejadian besok yang akan membuat Delisa malu dan nangis, Bella juga tak sabar menunggu hari esok sudah berapa kali dirinya memperingati Delisa untuk menjauhi Nathan tapi tetap saja tak mau menjauh.


Padahal Delisa sebenarnya tak ada sedikit pun mendekati Nathan justru Nathan yang selalu berusaha mendekati Delisa, namun mata Bella tertutup dengan kebencian dan iri jadi menurutnya Delisa lah yang mendekati Nathan.


Setelah mengakhiri chattingan dengan teman-temannya Bella memutuskan untuk segera tidur apalagi dirinya ingin berangkat lebih pagi untuk besok agar rencananya berhasil dengan sesuai yang dirinya inginkan, Bella beranjak dari duduknya setelah mematikan siaran TV dan berjalan menuju anak tangga.


Bella menaiki anak tangga satu persatu sampai akhirnya tiba di depan kamar tidurnya, sebelum masuk kamar tidurnya dirinya ingin melihat Mamanya dahulu di dalam kamar tidur Mamanya.


Bella masuk ke dalam kamar tidur Mamanya yang memang tak pernah di kunci oleh Mamanya, Bella mendekati Mamanya yang sudah terlelap dipandanginya wajah Mamanya yang begitu tenang namun Bella tak sengaja melihat sisa air mata di pipi Mamanya.


"Mama nangis, apa ini semua karena Papa. Ya Tuhan semoga Papa segera berubah" kata Bella bergumam kemudian mencium pipi Mamanya


Sebelum keluar kamar tidur Mamanya Bella menarik selimut menyelimuti tubuh Mamanya hingga ke leher, kemudian Bella keluar dari kamar tidur Mamanya dan ingin segera ke kamar tidurnya agar bisa secepatnya beristirahat serta tidur.

__ADS_1


__ADS_2