Roda Kehidupan

Roda Kehidupan
2. sedih


__ADS_3

kebahagian terpancar di wajah cantik siska.


siska pulang dengan senyuman yang merekah.


tak sabar rasanya ingin cepet sampai rumah.


"ini sungguh kejutan untukmu nek ,aku lulus,kau harus bangga padaku."ucap siska dalam hati.


tak perduli terik matahari menyengat kulitnya.ia terus menggenjot sepedanya dengan tenaga extra.


sampai di rumah siska berlari masuk rumah,mencari cari keberadaan neneknya.


hampir setengah jam ia mencari namun tak ada tanda neneknya ada di rumah.


"kemana nenek,tak biasanya ia pergi seperti ini,biasanya nunggu aku pulang sekolah atau ninggalin surat."


siska merasa aneh dengan kepergian neneknya.ia bingung mencarinya.


siska duduk diam di ruang tamu,berfikir dan melamun.ya memang nenek nya selalu di rumah menunggu ia datang dari sekolah.


"kemana kamu nek,aku binggung mencarimu?"


terdengar langkah dari luar,seseorang telah datang dan membuka pintu.siska berlari menuju arah suara,berharap nenek zum yang datang.namun ia kecewa setelah ia lihat siapa yang datang.


"ayah,kenapa ayah di sini?"tanya siska kecewa.


"ya sayang,kamu sudah pulang."tanya ayah dari balik pintu.


"ayah kenapa disini?"lnjutnya.


siska heran ,tak biasanya ayah datang berkunjung tiba tiba.


ayahnya hanya berkunjung di hari lebaran ,tahun baru dan hari korban,itu pun kalau ayahnya ngk sibuk.


ayah menatap wajah putrinya dengan tatapan bersedih.tak sanggup rasanya mengatakan ,apa yang sebenarnya terjadi


menghela nafas panjang mengeluarkan pelan.


"sayang,nenek mu ada di rumah sakit."ucap ayah sedih.


siska kaget seperti tersambar petir disiang bolong.tak di sangka neneknya akan tergeletak lemah di rumah sakit.


"apa yah,nenek sakit apa?jawab siska kaget.tak terasa butiran kristal jatuh membasahi pipinya.


"nenekmu."ayah berhenti tak bisa melanjutkan kata katanya,ia tak tega melihat putrinya menangis bersedih,ayah memeluk tubuh siska,sungguh tak tau apa yg akan ia katakan.


air mata ayah menetes,mencoba menyembunyikan kesedihan,tapi tak mampu


"yah,ada pa dengan nenek?tanya siska serak,air matanya terus membanjiri wajahnya,


kenapa ayah menangis,jawab aku yah?"tanya siska sembari mengoyak goyak tubuh ayahnya.


"nenekmu masih kritis di rumah sakit."jawab ayah lirih.


badan siska merasa lemas tak bertulang.wajahnya berubah menjadi suram.


siska terjatuh di lantai,tangisan pecah mendengar kata kata kritis.harapannya pupus tak berujung.hanya kesedihan mendalam yang ia rasakan.


"kenapa harus sekarang,di saat aku bahagia kenapa harus nenek ku yang mengalami ini?"


ayah dan siska pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


turun dari mobil dan berlari menuju ruang,di mana neneknya di rawat.


membuka pintu kasar,ia mentap nenek yg berbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


siska melihat beberapa alat medis tertancap di tangan dan hidung neneknya.wajah cantik neneknya berubah menjadi pucat tak berdaya.nafas neneknya terlihat terputus putus.seperti ajal ingin menjemputnya.


tangis siska pecah tak bisa tertahan.


ia memeluk dan menciumi neneknya.


ibu dan kakaknya ikut menangis dan bersedih.


"nek,bangunlah,ini aku cucumu,nenek ku mohon buka matamu?ucap siska serak.


sadarlah nenek,lihatlah aku,aku sudah lulus nek."siska terus menangis di atas tubuh neneknya.


"sayang bersabarlah,nenekmu pasti sembuh."ucap ibu fiya menenangkan hati putrinya.sesungguhnya ibu tau, jika hanya ada harapan kecil untuknya bertahan hidup.


merangkul siska dan mencium keningnya.air matanya tak mampu ia bendung.


ia takut akan kehilangan sosok ibunya.


"bu,kenapa nenek bisa seperti ini,ada apa dengannya?


nek,buka matamu,sadarlah nek,kumohon sadarlah,jangan tinggalkan aku nek,mana janjimu,akan menjagaku hingga aku tua.nek kumohon sadarlah."siska terus mencoba menyadarkan neneknya


tiba tiba nenek zum kejang,mulutnya terbuka dan nafasnya terasa berat.


siska berteriak dan panik.


siska terus memeluk neneknya yg sedang sakaratul maut.


"nek,sadarlah,buka matamu,bu ada apa dengan nenek?ucap siska berteriak histeris.


ibu dan lia menangis histeris,ia tau jika ini buruk.tangisan mereka pecah tak tertahan.


siska terus menggoyah tubuh nenek zum,mencoba menyadarkan


para tim medis datang dan memeriksa nenek zum.


ayah,ibu,siska dan lia menunggu di luar.


"ibu,bagaimana nenek,apa dia akan baik?tanya siska


ibu fiya hanya diam tak mampu berbicara,hanya menangis bersedih.seakan tau apa yang akan terjadi.


"sayang bersabarlah."jawab ayah merangkul siska


dokter wan keluar dengan wajah sedih.


menghela nafas panjang.bingung mengatakan,ia tau, jika kabar ini akan membuat mreka terpukul.


siska berlari menuju dokter wan,memegang tangan dokter wan.


"bagaimana dok,keadaan nenek,dia baik kan.jawab aku dokter,kenapa dokter diam,jawab aku dok?tannya siska dengan nada tinggi


"maafkan aku nona,kami sudah berusaha tapi tuhan berkehendak lain."jawab dokter pelan.


siska tak percaya dengan ucapan dokter.


ia berlari dan memeluk nenek dengan tangisan yg keras .

__ADS_1


pukulan terasa keras menghatam hati siska,kesedihan mendalam ia rasakan,rasa tak percaya jika kini nenekny akan pergi.


"nek,kenapa kau diam,bangunlah,hukumlah aku nek,kenapa kau bohong padaku,mana janjimu,buka matamu nek,sadarlah?siska ta percaya,jika ini akan terjadi secepat ini.


siska menangis di tubuh nenek zum.


wajahnya pucat,tubuhnya terasa dingin


"sayang,sadarlah nenekmu sudah tiada,ihklaskan dia,dia akan tenang di sana."jawab ibu fiya,mencoba menenengkan siska,siska terus berteriak memanggil nenek zum.


malam telah berganti pagi.


nenek zum di makamkan,siska melihat proses pemakaman.ia menangis tak tahan lihat tubuh neneknya masuk ke liang lahat.


wajah siska pucat,badannya lemas,tak sanggup melihat nenek nya pergi.


"nek,maafkan aku,semoga nenek bahagia disana."ucap siska dalam hati.


badan siska dingin,kakinya merasa lemas,matanya tak sanggup melihat neneknya yang mulai tertutup tanah.


"bruuk "siska jatuh pisan.


ayah menggendongnya pelan.


hampir satu jam siska tak sadarkan diri,semua panik dan binggung.


perlahan siska mulai membuka matanya .


banyak orang di rumah dengan wajah sendu dan bersedih.


siska menangis dan ingat dengan apa yang terjadi,memeluk ibunya dan menangis terisak isak.


"bu,ne..nenek bu."ucap siska lirih dan terputus putus


"sayang,tuhan telah memanggilnya,nenekmu sudah bahagia di sana,jangan bersedih,jika kamu sedih,nenekmu juga bersedih di sana."


jawab ibu fiya.sesungguhnya dia juga tak sanggup melihat kepergian ibunya.


ingin rasanya memutar kembali waktu.


tak ingin ibunya pergi secepat ini,namun apalah daya,tuhan telah berkehendak laen


dan tak ada yg mampu menolak kehendaknya.


lia menangis di pangkuan ayahnya ia juga merasa menyesal,dia belum bisa membuat neneknya bahagia,tp tuhan telah memanggilnya.kesedihan teramat dalam mereka rasakan


perpisahan adalah hal yg pling menyakitkan.


tapi percayalah jika di dunia ini tak akan ada yg abadi. semua dari tuhan dan akan kembali kepada-Nya .


kematian pasti ada,namun hanya tuhan yang tau kapan itu terjadi.


bersambung...


____🙏🙏🙏


semoga kalian suka.


selesei membaca jangan lupa tinggalkan like,komen dan saran.


vote dan rate

__ADS_1


terima kasih🙏🙏


__ADS_2